Yang Bisa Orang Tua Lakukan Untuk Membantu Anak Meraih Sukses

Ilustrasi: orang tua membantu anak meraih mimpi Ilustrasi: orang tua membantu anak meraih mimpi

Menjadi orang tua adalah pekerjaan full time dan tak pernah menjadi mudah. Hal ini karena orang tua bertanggung jawab atas kesehatan dan perkembangan anak. Seorang anak tumbuh menjadi orang dewasa yang mandiri, sopan dan ceria, akan mencerminkan orang tua dan pola pengasuhan mereka. Ketika seorang anak tumbuh menjadi manja, kasar dan malas, banyak orang akan langsung menyalahkan orang tuanya yang telah gagal dalam mendidik anak.

Setelah skandal penerimaan perguruan tinggi baru-baru ini, di mana orang tua kaya membayar ribuan atau bahkan jutaan dolar untuk menyuap pelatih atau meminta orang lain mengambil tes standar untuk anak-anak mereka sehingga mereka bisa masuk ke perguruan tinggi elit, telah ada banyak diskusi tentang penerimaan ke perguruan tinggi elit – dan tentang apa yang diperlukan untuk berhasil.

Kesuksesan dan kebahagiaan sejati dalam hidup berasal dari kemampuan untuk menciptakan, bertahan, berguling dengan pukulan hidup, dan bekerja dengan orang lain. Kabar baiknya adalah bahwa orang tua dan pengasuh dapat mengajarkan anak-anak keterampilan ini sejak bayi dan seterusnya – secara gratis. Pastikan putra-putri Anda mengawali hidup mereka dengan baik. Ikuti saran berikut ini tentang bagaimana membantu anak meraih sukses.

Perkuat keterampilan fungsi eksekutif

Keterampilan fungsi eksekutif adalah keterampilan ‘air traffic control’, seperti kemampuan orang tua untuk memperhatikan, merencanakan, memecahkan masalah, melakukan banyak tugas, mengendalikan emosi, bernegosiasi, dan menunda kepuasan. Ini adalah keterampilan yang dipelajari anak-anak saat mereka tumbuh – dan adalah keterampilan yang dapat diajarkan dan diperkuat.

Ada kegiatan dan permainan yang dapat dilakukan orang tua dengan anak-anak mereka yang membantu membangun keterampilan ini, banyak di antaranya melibatkan penggunaan imajinasi mereka dan berinteraksi dengan orang lain – yang bekerja paling baik ketika perangkat dimatikan, dan ketika waktu tidak dipenuhi dengan kegiatan yang dijadwalkan.

Biarkan anak-anak menjadi mandiri – dan biarkan mereka gagal

Saat ini, banyak orang tua membatasi kemandirian anak-anak mereka. Beberapa di antaranya adalah untuk alasan yang baik – orang tua ingin anak-anak aman – tetapi anak-anak tidak dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang mandiri jika mereka tidak pernah bisa menjelajahi dunia di sekitar mereka dan membuat pilihan untuk diri mereka sendiri, yang pasti berarti bahwa mereka akan membuat setidaknya yang buruk sesekali menjadi buruk.

Ilustrasi: orang tua mengantar anak ke sekolah

Ilustrasi: orang tua mengantar anak ke sekolah

Tetapi belajar dari kesalahan adalah beberapa pembelajaran terbaik yang kita lakukan. Jika Anda mulai lebih awal, memberi anak-anak Anda kelonggaran sambil mengajarkan mereka keterampilan keselamatan pada saat yang sama, mereka akan siap dan percaya diri ketika saatnya tiba. Selalu tergoda untuk melompat dan menyelamatkan mereka, tetapi cobalah batasi itu hanya untuk keadaan darurat nyata.

Jika mereka jatuh dan terluka, mendapatkan nilai buruk karena mereka meninggalkan tugas di rumah, gagal audisi atau uji coba tim, lain kali mereka akan melakukan yang lebih baik, terutama jika Anda mendukung dan membantu mereka memikirkannya. Mereka juga akan belajar bahwa mereka dapat selamat dari kesalahan-kesalahan tersebut.

Menumbuhkan ketahanan

Ketahanan adalah kemampuan untuk mengelola kesulitan, untuk menghadapi kemunduran dan kegagalan dan bangkit kembali. Membiarkan anak-anak menjadi mandiri – dan gagal – membantu membangun ini. Begitulah cara mereka berlatih. Memiliki dukungan yang konsisten dari orang dewasa yang penuh kasih adalah kuncinya, tetapi dukungan itu harus menjadi ‘Aku mendukungmu’ dan ‘Aku akan mencintaimu apapun kondisinya’, bukan jenis dukungan seperti  ‘Aku akan melakukan ini untukmu’ atau ‘Saya akan memastikan Anda berhasil’.

Bangun keterampilan dan empati sosial

Kemampuan untuk ‘bermain di kotak pasir’ adalah kunci keberhasilan, dan untuk melakukan itu anak-anak perlu belajar cara berteman, bagaimana mendengarkan orang lain dan peduli dengan pikiran dan perasaan mereka. Dari mengajarkan kalimat ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ dan bergiliran, hingga melibatkan mereka dalam kegiatan yang melibatkan interaksi sosial, hingga terlibat dalam kegiatan masyarakat dan sukarela, ada banyak cara orang tua dapat membangun keterampilan ini. Memberikan contoh yang baik selalu membantu.

Mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas

Pergi ke tempat-tempat seperti taman, museum atau situs bersejarah. Jelajahi bersama. Pergi ke perpustakaan dan dapatkan buku. Siapkan banyak kertas dan cat. Susun semuanya. Tonton film dokumenter; baca berita dan bicarakan. Mengarang cerita. Bangun benda. Bantu anak Anda melihat dunia sebagai penuh pesona dan kemungkinan. Bantu mereka memahami seberapa banyak kemampuan yang harus mereka ciptakan.

Mengajak anak jalan-jalan ke taman

Mengajak anak jalan-jalan ke taman

Ajarkan tentang keriangan

Anak-anak periang selalu tumbuh menjadi orang dewasa yang sukses. Ini karena anak-anak selalu dapat melihat sisi positif dari semua kejadian yang paling buruk sekalipun dan selanjutnya menghadapi kenyataan. Anak-anak yang riang tidak akan mengucapkan ‘aku benci hidupku’ atau ‘seluruh dunia membenciku’.

Biasakan diri untuk mengarahkan anak melihat sisi cerah dari semua kejadian dan tak pernah menyerah meski telah membuat kesalahan atau mengalami kejadian yang tak menyenangkan. Ini adalah salah satu cara untuk membantu anak Anda menjadi orang dewasa yang sukses.

Berikan kasih sayang

Sebaik apapun anak Anda, ia tak akan pernah meraih sukses jika kurang merasakan kasih sayang. Jangan pelit memberikan pelukan, ciuman, pujian dan dukungan, khususnya pada saat anak Anda membutuhkannya.

Meski putra putri Anda telah beranjak remaja, jangan lupa berikan pujian saat ia membuat keputusan tepat seperti belajar dan menjauhi televisi tanpa Anda memintanya. Atau saat ia lebih memilih makan buah apel daripada keripik kentang. Putra remaja Anda mungkin akan menganggap Anda berlebihan, namun jauh dalam hatinya mereka merasa bahagia dengan perhatian dan pujian Anda.

Memarahi dengan bijaksana

Tunjukkan pada anak bahwa Anda menerima mereka apa adanya. Anak-anak bukanlah suatu benda yang segera dapat Anda perbaiki atau modifikasi ketika Anda merasa tidak puas. JIka Anda menginginkan mereka bertingkah laku baik, ucapkan dengan kata-kata yang pantas dan tidak akan membuat mereka merasa kesal atau membenci Anda.

Daripada mengatakan ‘kenapa kamu tidak bisa diatur?’ atau ‘Ibu kan sudah bilang kamu tak boleh melakukan itu!’, lebih baik katakan sesuatu seperti ‘Ibu tahu kamu tidak suka, tapi kita harus melakukannya.’ atau ‘Duduk disini dulu dan temani Ibu ya. Nanti kita main sama-sama.

Dengarkan pendapat anak Anda

Orang tua seringkali lupa bahwa anak-anak punya pendapat sendiri. Salah satu cara untuk membantu anak Anda menjadi orang dewasa yang sukses adalah menanyakan apa yang mereka pikirkan berkaitan dengan masalah tertentu secara berkelanjutan.

Jawaban mereka mungkin sedikit menggelikan. Namun anak-anak akan tumbuh dewasa dan mereka akan dapat mengekspresikan perasaan mereka dengan layak, bahkan mempertahankan apa yang telah mereka yakini.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: