Wingko Singkong NikNok, Oleh-oleh Khas Depok Yang Legit

Wingko Singkong NikNok - www.tokopedia.com Wingko Singkong NikNok - www.tokopedia.com

Wingko merupakan yang digemari berbagai usia, mulai anak-anak sampai dewasa. ini memiliki ciri khas rasa yang manis dan legit. Semakin banyak masyarakat yang menyukai wingko, membuat pengusaha melihat peluang usaha untuk mengembangkan usaha ini.

Wingko Singkong NikNok - www.tokopedia.com

Wingko Singkong NikNok – www.tokopedia.com

Kejelian itu membuat Ahmad Afandi, pemilik Maidah Food membuat produk wingko singkong NikNok. Ia memberikan unsur baru yaitu bahan yang dipakai di produk olahannya. Jika selama ini wingko umumnya menggunakan bahan dasar terigu, Fandi, begitu ia akrab disapa menggunakan singkong sebagai bahan dasar wingko.

“Awalnya hanya ingin membuat anak di rumah, tetapi lama kelamaan banyak tetangga yang datang dan alhamdulillah sekarang tanggapan sekitar sangat baik sekali,” ujar pemilik Maidah Food tersebut.

Pemilihan bahan dasar berupa singkong merupakan penerapan program yang sedang dicanangkan Pemerintah Kota Depok yaitu mensyaratkan bahan pangan lokal. Oleh karena itu, wingko singkong NikNok kemudian menjadi oleh-oleh khas Depok.

Wingko singkong NikNok dirintis Afandi sejak tahun 2009. Awalnya, singkong ini hanya untuk konsumsi sendiri, namun lama kelamaan banyak dipesan untuk acara-acara, misalnya arisan tetangga dan pesanan lain yang datang dari teman atau kerabat. Karena banyak yang tertarik dengan wingko singkong itu, akhirnya pada tahun 2013 ia memutuskan untuk memproduksi secara massal.

“Sebelum 2013 saya membuat wingko hanya berdasarkan pesanan yang masuk saja, tetapi setelah tahun 2013 saya putuskan untuk lebih serius menekuni nya dan saya pun langsung produksi banyak. Jadi kapanpun pembeli ingin mencicipi wingko singkong telah tersedia,” urai nya.

Wingko singkong ini terdiri dari empat varian rasa yaitu full keju, full coklat, coklat keju dan kismis keju. Dikemas dengan ukuran 10×20 cm dan dihargai Rp 35.000.

Untuk saat ini, usaha wingko singkong tersebut telah dibantu oleh dua orang karyawan yang membantu proses produksi. Selain itu, Pemkot Depok juga turut memberikan bantuan, seperti dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang memberikan pelatihan kewirausahaan, keuangan, kemasan dan secara online. Berkat bantuan Disperindag tersebut, label halal sudah diraih produk ini.

“Saat ini yang sedang saya urus yaitu PIRT yang akan diproses oleh Dinas Kesehatan. Saya pribadi sangat terbantu sekali dengan perhatian yang serius dari Pemkot Depok dalam memajukan pelaku UMKM,” tutup Afandi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, drg Hardiono SPBM mengatakan bahwa setiap industri rumah tangga pangan dianjurkan untuk memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga berdasarkan keputusan kepala Badan Pengawasan Obat dan RI. Tetapi, tidak semua produk olahan bisa mendapat izin PIRT ini. Beberapa produk yang tidak mendapatkan izin adalah susu dan olahannya, , ikan, unggas, dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku, pangan kaleng, pangan bayi, beralkohol, air minum dalam kemasan (AMDK), pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI (tepung terigu), pangan lain yang ditetapkan oleh Badan POM.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: