Sudah Disetujui FDA, Wegovy Obat Baru Atasi Obesitas

Ilustrasi: timbang badan (sumber: amta.no)Ilustrasi: timbang badan (sumber: amta.no)

Masalah gizi yang harus dihadapi Indonesia tidak hanya malnutrisi, tetapi juga obesitas, yakni penimbunan lemak berlebih yang menyebabkan kelebihan berat badan.[1] Untungnya, baru-baru ini telah dirilis obat untuk mengatasi kegemukan bernama Wegovy. Kabarnya, obat ini telah mendapatkan persetujuan dari FDA (Food and Drug Administration) untuk diperjualbelikan secara massal.

Obesitas merupakan permasalahan yang tidak hanya dialami masyarakat Indonesia, tetapi juga global. Peningkatan indeks massa tubuh ini bisa menyebabkan berbagai risiko kesehatan, di antaranya tekanan darah tinggi, kolesterol, dan penyakit jantung. Termasuk gangguan yang tidak bisa disepelekan, obesitas disebabkan banyak faktor. Secara umum, kegemukan bisa diakibatkan pola makan, riwayat keturunan, pola hidup, faktor psikis, lingkungan, dan biologis.

Dilansir dari Harvard Health publishing, untuk menurunkan risiko penyakit terkait obesitas, sudah dirilis obat bernama Wegovy. Telah mendapatkan persetujuan edar dari FDA pada 4 Juni 2021, Wegovy merupakan nama merek untuk molekul hormon peptida injeksi dosis tinggi yang dikenal sebagai semaglutide.

Cara Kerja Wegovy

Obat yang sebelumnya disetujui FDA dengan merk Rybelsus (oral) dan Ozempic (injeksi dosis rendah) ini sebenarnya memiliki indikasi untuk pengobatan diabetes tipe 2. Dalam perkembangannya, Wegovy dosis tinggi yang diberikan pada pasien diketahui mampu menuju ke otak lebih baik dan cepat dengan efek menurunkan berat badan.

Baca juga:  Rutin Minum Kopi di Pagi Hari Turunkan Berat Badan?

Semaglutide dalam Wegovy juga dikenal sebagai agonis reseptor peptida-1 seperti glukagon atau GLP-1 RA. GLP-1 adalah hormon yang secara alami dilepaskan di saluran pencernaan sebagai respons terhadap asupan nutrisi. Ini memiliki banyak efek, termasuk meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas, memperlambat pengosongan perut, dan menargetkan reseptor di otak yang menyebabkan pengurangan nafsu makan. Ini menghasilkan sensasi kenyang, sekaligus mempertahankan rasa kenyang setelah makan menjadi lebih lama. Hal ini lebih baik dibanding cara kerja hormon GLP-1 alami.

Namun, tidak semua orang bisa memakai Wegovy. Obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter untuk terapi pengobatan obesitas. Standar atau acuan seorang pasien bisa mendapatkan resep obat ini adalah memiliki indeks massa tubuh (BMI) 30 kg/m2 atau lebih. Wegovy juga dianjurkan bagi orang dengan BMI 27 kg/m2 dengan kondisi medis tertentu, seperti memiliki tekanan darah rendah, riwayat diabetes tipe 2, dan kolesterol tinggi.

Obat Wegovy (sumber: spectrumlocalnews.com)

Obat Wegovy (sumber: spectrumlocalnews.com)

Efek Samping Wegovy

Uji klinis fase 3 Wegovy yang disebut uji coba STEP (Semaglutide Treatment Effect in People with Obesity) dilakukan dalam berbagai skenario klinis, masing-masing sedikit berbeda dalam populasi penelitian dan desain penelitian. Uji coba langkah 1, yang hasilnya dipublikasikan di New England Journal of Medicine, menunjukkan rata-rata penurunan berat badan 14,9% setelah 68 minggu terapi pada peserta kelompok pengobatan. Hal ini lebih besar dibandingkan kelompok placebo yang hanya mengalami penurunan berat badan 2,4%.

Baca juga:  Apakah Intermittent Fasting (IF) Efektif Tanpa Olahraga?

Sementara itu, penurunan berat badan rata-rata dengan obat anti-obesitas lainnya hanya berkisar 5% hingga 9%, sedangkan mereka yang terlibat dalam gaya hidup dan terapi perilaku saja kehilangan hanya 3% hingga 5% dari berat badan mereka. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan Wegovy terbilang lebih efektif dibandingkan cara menurunkan obesitas lainnya.

Efek samping yang paling umum dari penggunaan Wegovy adalah mual, diare, muntah, dan sembelit. Obat ini juga dilengkapi dengan peringatan untuk risiko tumor tiroid tertentu, sehingga tidak dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat pribadi atau keluarga kanker tiroid meduler atau neoplasia endokrin multiple tipe 2 (kondisi genetik yang terkait dengan tumor endokrin). Perlu dicatat bahwa tumor hanya diamati melalui penelitian pada hewan dan tidak terlihat melalui uji coba pada manusia.

Wegovy adalah salah satu dari enam obat yang saat ini disetujui oleh FDA untuk pengobatan obesitas jangka panjang. Dengan demikian, dapat digunakan selama tetap bermanfaat untuk penurunan berat badan atau pemeliharaan berat badan. Obat ini juga diketahui tidak menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi.

Baca juga:  Rekomendasi 5 Produk Krim Leher yang Bagus

Uji coba SELECT adalah uji coba hasil kardiovaskular jangka panjang untuk Wegovy, yang bertujuan untuk menilai pengaruhnya terhadap penyakit jantung dan stroke pada pasien dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Saat ini,penelitian tersebut sedang berlangsung dan diharapkan akan selesai pada September 2023.

Sebagai tambahan, obat RA GLP-1 pertama yang mendapatkan persetujuan FDA adalah exenatide pada tahun 2005 lalu. Sejak itu, beberapa GLP-1 RA telah disetujui dan menjalani uji coba jangka panjang yang menunjukkan baik non-inferioritas maupun superioritas, bila dibandingkan dengan plasebo untuk kejadian kardiovaskular utama yang merugikan, seperti serangan jantung dan stroke.

[1] Praditasari, Jayanti Ayu & Sri Sumarmi. 2018. Asupan Lemak, Aktivitas Fisik dan Kegemukan pada Remaja Putri di SMP Bina Insani Surabaya. Media Gizi Indonesia Universitas Airlangga, Vol. 13(2): 117-122.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: