Waspada, Fad Diet Berisiko Tinggi untuk Penyakit Hati

Ilustrasi: diet untuk menurunkan berat badanIlustrasi: diet untuk menurunkan berat badan

Ada banyak sekali jenis diet yang telah berkembang di masyarakat saat ini. Rata-rata orang menjalani diet karena ingin memiliki bentuk tubuh proporsional dengan berat badan ideal. Dari semua jenis diet yang ada, Anda juga perlu waspada. Pasalnya, ada beberapa jenis diet yang tidak cocok untuk dilakukan dan memiliki risiko terhadap penyakit hati.

Fad Diet, Penyebab Gangguan Hati

Salah satu jenis diet populer dengan risiko penyakit hati yaitu Fad Diet atau diet mode. Diet ini merupakan salah satu jenis diet yang dikembangkan berdasarkan penghapusan salah satu nutrisi dalam asupan. Konon, diet ini ampuh bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan secara drastis dan ingin langsing.

Banyak publik figur dan selebriti melakukan jenis diet ini untuk menjaga keindahan bentuk tubuh mereka. Dengan hasil akhir yang memuaskan, banyak juga masyarakat yang tergoda untuk mencoba jenis diet ini. Padahal, ada banyak sekali risiko, terutama gangguan kesehatan yang bisa mereka hadapi ke depannya.

Menurut seorang dokter dan ahli gizi bernama Dr. Sarah Javis, kebutuhan nutrisi setiap orang pada setiap harinya adalah karbohidrat sebesar 55%  kalori, protein sebesar 15%, dan lemak sebesar 20%. Sementara, kebutuhan kalori total yang yang dibutuhkan orang dewasa adalah 2000 kkal per harinya.

Baca juga:  Apa Itu Perimenopause? Berapa Lama Dan Bagaimana Gejalanya?

Ini akan sangat berbeda jika Anda menjalani program Fad Diet, dengan kadar kalori total tidak lebih dari 2000 kkal per harinya. Ketidakstabilan pada jumlah asupan kalori ini dapat menyebabkan gangguan pada hati, dan paling sering dijumpai kasus hati berlemak. Penyakit ini tentu sangat berbahaya, karena hati berlemak jarang menyebabkan rasa sakit atau gejala pada awalnya. Banyak orang yang akhirnya tidak tahu bahwa mereka memiliki penyakit ini sampai penyakit ini berkembang ke tahap yang lebih serius.

Ilustrasi: risiko gangguan penyakit hati (sumber: healthcare.utah.edu)

Ilustrasi: risiko gangguan penyakit hati (sumber: healthcare.utah.edu)

Dengan kasus tersebut, sebagian besar dokter khawatir tentang kondisi penyakit hati berlemak non-alkohol atau NAFLD dialami oleh remaja dan orang dewasa dengan program Fad Diet. Dalam hal ini, kadar lemak yang cukup banyak menumpuk di bagian hati. Ini dapat menyebabkan konsekuensi serius, seperti sirosis dan kanker hati. Kondisi ini sama seperti masalah hati yang disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol.

“Di klinik, saya biasanya melihat sebagian besar pasien hepatitis C. Sekarang sebagian besar pasien yang saya lihat menderita penyakit hati berlemak,” kata Hugo Rosen, seorang spesialis penyakit hati dan ketua kedokteran di Keck School of Medicine USC. “Ini  juga salah satu masalah yang berkaitan erat dengan munculnya obesitas dan diabetes di seluruh dunia.”

Baca juga:  Dampak Hidup Berjauhan Dengan Orang Tua Terhadap Anak

Berdasarkan fakta yang ditemukan, seperempat dari populasi global diperkirakan memiliki NAFLD, dan dokter nyatakan sebagai “nah-fold” atau “naffle-dee”. Rosen mengatakan bahwa angka itu mungkin bahkan lebih tinggi di Amerika Serikat. Penyakit hati memengaruhi sekitar 35% orang Amerika.

“Ini masalah yang sangat penting untuk diperhatikan. Pasien dengan NAFLD setidaknya memiliki risiko dua kali lipat meninggal akibat penyakit jantung atau mengalami stroke,” Rosen menambahkan. “Para ilmuwan juga percaya kondisi ini terkait dengan peningkatan risiko kanker hati, bahkan tanpa adanya sirosis yang jelas.”

Dia sendiri telah melihat hasil awal dari studi Klinik Mayo yang menunjukkan NAFLD dapat meningkatkan kerentanan terhadap bentuk kanker lainnya juga. Rosen mengatakan, pasien yang khawatir tentang NAFLD atau NASH harus meminta tes darah hati dan tes pencitraan seperti MRI atau USG. Hasil dapat menunjukkan perlunya rujukan ke spesialis hati dan biopsi hati.

Ilustrasi: konsumsi diet yang seimbang

Ilustrasi: konsumsi diet yang seimbang

”Terkadang sebagai dokter, saya juga memberikan vitamin E dan obat diabetes pioglitazone untuk membantu beberapa pasien, tetapi hasilnya tidak konsisten,” kata Rosen. “FDA belum menyetujui obat untuk penyakit ini. Namun, menurunkan berat badan adalah strategi utama untuk memerangi masalah, karena membantu mengurangi lemak dan peradangan di hati.”

Baca juga:  Faktor Penyebab Migrain & Cara Penanganannya

Diet Seimbang Lebih Baik daripada Fad Diet

Jangan salah ketika Anda memilih jenis diet. Rosen merekomendasikan, jika Anda melakukan jenis diet tertentu, akan lebih baik jika Anda mengurangi saja. bukan menghilangkan jenis nutrisi. Selain itu, perhatikan kadar fruktosa dan gula pada asupan Anda, terutama dalam minuman soda, permen, sereal manis, jus manis, dan makanan cepat saji. Jenis makanan tersebut dapat meningkatkan kolesterol dan menyebabkan peradangan di hati.

Selain itu, akan lebih baik jika Anda mengonsumsi makanan dengan kadar nutrisi seimbang dengan makanan berserat tinggi, sayuran, buah-buahan, ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, telur, biji-bijian, dan minyak mentah. Ini adalah menu yang akrab bagi mereka yang mengikuti tren diet populer dengan lebih sehat.

Perlu Anda ketahui pula, penurunan berat badan dengan sistem Fad Diet juga tidak baik untuk kesehatan tubuh Anda. Menurut Rosen, penurunan berat badan yang cepat tidak dianjurkan karena jarang berkelanjutan. Ia sendiri lebih menyukai penurunan berat badan bertahap dari 5% hingga 10%, karena lebih sehat dan tidak berisiko.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: