Waspada Penyakit Jantung pada Anak, Yuk Ketahui Tanda-Tandanya!

Ilustrasi: kesehatan jantung anak (sumber: msu.edu)Ilustrasi: kesehatan jantung anak (sumber: msu.edu)

Memiliki buah hati menjadi salah satu momen yang membahagiakan. Namun, ada banyak hal yang perlu diperhatikan demi kebaikan tumbuh kembang si kecil dan prioritasnya adalah kesehatan. Tak hanya kesehatan gigi, mata, dan otak, Anda juga perlu memperhatikan kondisi jantung anak. Apalagi saat ini penyakit jantung pada anak perlu diwaspadai, karena cukup membahayakan jiwanya.

Jenis Penyakit Jantung Anak

“Salah satu alasan ibu hamil melakukan pemeriksaan USG janin adalah untuk mendeteksi penyakit jantung bawaan,” kata Dr. Sharon E. O’Brien, direktur kardiologi pediatrik di Fakultas Kedokteran Universitas Boston. “Bergantung pada jenis ultrasound dan sensitivitas tes, pemeriksaan ini dapat mendeteksi mulai dari 65% hingga 95% penyakit jantung bawaan.”

Penyakit jantung bawaan (PJB) disebut juga dengan defek jantung bawaan dan merupakan istilah umum untuk menggambarkan kelainan pada struktur jantung dan pembuluh darah besar yang muncul sejak lahir dan merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua jenis kelainan bawaan.[1] Tapi tidak semua penyakit jantung dimulai di dalam rahim.

O’Brien mengatakan penyakit jantung bukan bawaan merupakan masalah jantung yang dapat berkembang hingga anak tumbuh remaja atau sebelum remaja dan gejalanya terhenti. Namun, ada juga yang bisa berkembang hingga dewasa karena faktor lingkungan, gaya hidup, dan tidak segera diatasi gejalanya. Berikut tanda-tanda si kecil memiliki penyakit jantung bukan bawaan di usia dini.

Baca juga:  Masa Sekolah, Waspada Gangguan Kecemasan pada Anak

Tanda-Tanda Penyakit Jantung pada Anak

Keringat Berlebihan dan Risiko Obesitas

Jika Anda mengetahui anak Anda berkeringat banyak terlepas dari cuaca, itu bisa menjadi tanda peringatan untuk masalah jantung. Sangat penting untuk memperhatikan bayi baru lahir yang mengalaminya.

“Kalau keringatnya berlebihan hingga harus ganti baju setiap dua sampai tiga jam, itu yang harus diwaspadai,” kata Dr. Achiau Ludormirsky, ahli jantung anak di Rumah Sakit Anak Hassenfeld di NYU Langone. “Kenaikan berat badan yang lambat karena pemberian makan yang buruk juga dapat menandakan masalah, terutama jika mereka memiliki berat badan di atas rata-rata yang berisiko obesitas.”

Jika gejala ini diiringi detak jantung yang cepat (dikenal sebagai takikardia) dapat disimpulkan anak Anda mengalami pirau intrakardiak jalur aliran darah yang abnormal. Ini yang membuat jantung mengalami kelebihan volume dan tekanan.

Ilustrasi: periksa kesehatan jantung anak (sumber: medicalnewstoday)

Ilustrasi: periksa kesehatan jantung anak (sumber: medicalnewstoday)

Nyeri di Bagian Dada

“Untuk anak-anak yang lebih muda, mungkin sulit untuk membedakan apa yang terjadi. Inilah pentingnya membawa mereka secara rutin ke dokter untuk check up,” kata O’Brien. “Itu normal jika detak jantung berubah berdasarkan apa yang kita lakukan, seperti tidur versus berlari, tetapi terkadang detak jantung bisa menjadi cepat secara tidak normal diiringi nyeri tanpa sebab.”

Baca juga:  Rekomendasi Merk Susu untuk Anak Alergi Laktosa

Waspadai nyeri di dada yang bisa berupa palpitasi, bersama dengan gejala lain seperti intoleransi olahraga dan lelah sepanjang waktu (yaitu, anak yang selalu harus digendong). Selain nyeri dada, perhatikan jika ada gejala demam atau ruam pada anak. Bisa jadi ini adalah penyakit Kawasaki yang menyebabkan peradangan pada arteri koroner.

Riwayat Keluarga

“Dalam beberapa kasus, ada keluarga yang memiliki gen hiperkolesterolemia,” kata Ludormirsky. “Ini merupakan gen yang menyebabkan kolesterol tinggi hingga 600 atau lebih. Dalam kasus ini, Anda bisa segera mendiskusikan kesehatan jantung anak dengan ahli jantung untuk membantu mencegah penyakit jantung koroner dini.”

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami serangan jantung pada usia dini, memerlukan alat pacu jantung, atau masalah jantung lainnya, sebaiknya sampaikan hal itu kepada dokter anak Anda sehingga mereka bisa memberikan perawatan terbaik. Anda juga perlu mengecek kondisi kesehatan jantung Anda, bisa jadi gen tersebut diturunkan dari Anda.

Cara Mencegah Penyakit Jantung pada Anak

Ketika spesialis membahas dan mengevaluasi penyakit jantung pada anak-anak, ada tiga hal yang perlu didiskusikan, seperti masalah bawaan, tanda-tanda penyakit, dan pencegahan. Kasus penyakit jantung pada anak terbilang lebih rumit daripada penyakit jantung pada orang dewasa, karena sebagian besar anak belum bisa mengekspresikan dengan jelas gejala yang dirasakan.

Baca juga:  Bayi Rewel Saat Imunisasi? Ini Tips yang Bisa Anda Lakukan

“Selain itu, ketika kita berbicara tentang penyakit jantung orang dewasa, hal-hal seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke sering dianggap hanya terjadi pada orang dewasa,” kata Dr. Carissa Baker-Smith, direktur program kardiologi pencegahan pediatrik di Nemours Children’s Health Wilmington. “Padahal kondisi ini bisa dimulai sejak usia dini jika kita tidak mengambil tindakan pencegahan yang tepat.”

Cara mudah untuk menghindarinya adalah dengan memantau berat badan anak. Indeks massa tubuh anak yang lebih dari 85% dianggap kelebihan berat badan dan 95% berarti obesitas. Anda harus segera menghubungi pakar diet untuk si kecil jika mengalami hal ini.

Selain itu, selalu ajak buah hati Anda untuk berolahraga secara teratur, memberinya makanan yang sehat dan bergizi, serta melakukan pengontrolan porsi makanan. Ini sangat penting untuk mencegah gejala serta penyakit jantung pada anak usia dini.

[1] Ain, Nur, dkk. 2015. Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Bawaan pada Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2010 – Mei 2012. Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 4(3): 928-935.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: