Wanita Wajib Waspadai Endometriosis! Ini Ciri-Ciri & Pengobatannya

Endometriosis - inti-kesehatan.blogspot.co.id

Belakangan ini penyakit endometriosis mulai menyedot perhatian para wanita, terutama setelah artis terkenal seperti Zaskia Sungkar tahun 2017 lalu diketahui mengidap penyakit ini serta menjalani operasi endometriosis dan fibroid di Kuala Lumpur. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit endometriosis? Bagaimana ciri-ciri dan pengobatannya?

Endometriosis adalah suatu penyakit pada sistem reproduksi wanita, di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim. Endometriosis bisa menyebabkan kista dan jaringan parut untuk berkembang dan sering mengakibatkan rasa sakit yang parah. Berdasarkan Department of Health & Human Services, penyakit ini dialami lebih dari 11% wanita berusia antara 15-44 tahun di Amerika Serikat.

Endometriosis sendiri biasanya menunjukkan gejala-gejala tertentu. Namun ada juga wanita yang menderita penyakit ini namun tidak mengetahuinya. Oleh sebab itu, penting bagi setiap wanita untuk mengetahui tanda-tanda endometriosis serta cara mengatasinya.

Penyebab Endometriosis

Penyebab pasti endometriosis sebenarnya masih belum diketahui. Namun para peneliti memperkirakan kemungkinan peran hormon dan gen. Kondisi penyakit endometriosis bergantung pada estrogen, yang mana estrogen bisa memperburuk endometriosis. Hal ini juga sekaligus menandakan bahwa perkembangan endometriosis berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon. Selain itu, endometriosis cenderung diturunkan dalam keluarga dan mungkin bersifat genetik.

Endometriosis - nakita.grid.id

Endometriosis – nakita.grid.id

Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Apabila seseorang menderita endometriosis, jaringan tersebut juga menebal dan luruh, sama seperti siklus menstruasi. Namun darah tersebut mengendap dan tak dapat keluar lantaran letaknya ada di luar rahim. Endapan itu akan mengiritasi jaringan di sekitarnya, sehingga lama-lama dapat membentuk jaringan parut atau bekas iritasi.

Ada pula gagasan lain yang menyebutkan jika setelah seorang wanita menjalani operasi histerektomi atau operasi caesar misalnya, sel endometrium terkadang menempel pada sayatan bedah. Sehingga sistem kekebalan tubuh mungkin bertanggungjawab atas endometriosis pada beberapa wanita. Yang lebih menakutkan, apabila tak mengenali jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim, ia tidak akan menghancurkannya dan membiarkannya tumbuh.

Gejala Endometriosis

Ciri-ciri atau gejala yang sering ditimbulkan dari endometriosis adalah nyeri haid yang lebih parah dari yang dialami wanita pada umumnya selama periode menstruasi, dan rasa sakit yang memburuk seiring berjalannya waktu. Wanita dengan endometriosis biasanya juga mengalami nyeri panggul kronis atau nyeri ketika berhubungan seks, saat buang air besar, atau saat kencing. Menstruasi berlebihan dan perdarahan di antara menstruasi juga kemungkinan bisa terjadi.

Namun terkadang wanita dengan endometriosis mungkin tak mengalami gejala sama sekali. Terlebih karena gejala penyakit lain juga bisa membuat rancu tanda-tanda endometriosis. Oleh sebab itu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila merasa ada gejala tertentu.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Endometriosis

Ada beberapa hal yang dilaporkan meningkatkan risiko berkembangnya endometriosis, yakni mengalami menstruasi di usia muda dan memiliki siklus menstruasi pendek di bawah 27 hari. Selain itu, memiliki anggota keluarga dekat yang menderita endometriosis juga meningkatkan risiko Anda. Faktor lain seperti konsumsi alkohol, tak pernah melahirkan, kadar estrogen tinggi, BMI rendah, dan kelainan rahim juga dapat menjadi faktor risiko.

Komplikasi yang Ditimbulkan Endometriosis

Hingga 50% wanita dengan endometriosis kemungkinan akan sulit hamil. Untuk hamil secara normal, sel telur Anda harus dilepaskan dari indung telur, menyusuri tuba falopi, dibuahi oleh sperma, dan menempel pada dinding rahim. Namun endometriosis dapat menghalangi tuba falopi dan menghalangi pertemuan sperma dan sel telur.

Endometriosis - maupunyaanak.com

Endometriosis – maupunyaanak.com

Endometriosis juga dapat menyebabkan peradangan yang menurunkan kemungkinan kehamilan. Beberapa wanita dengan endometriosis ringan sampai sedang masih bisa hamil hingga melahirkan. Hal lain yang harus diwaspadai, penderita endometriosis juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker ovarium.

Diagnosis Endometriosis

Apabila seseorang memiliki satu atau beberapa gejala umum, maka dokter kemungkinan menduga seseorang terkena endometriosis. Namun diagnosis secara pasti adalah melalui metode biopsi. Pada endometriosis, prosedur dilakukan secara laparoskopi, yakni dengan melakukan pembedahan kecil di panggul Anda dan menggunakan laparoskop, alat tipis yang mempunyai kamera video mungil dan lampu di ujungnya. Dokter bisa mencari tahu adanya tanda-tanda jaringan endometrium dengan alat ini lalu mengambil sampel jaringan untuk diperiksa.

Sebelum melakukan prosedur tersebut, hal pertama yang dilakukan dokter kemungkinan memeriksa panggul untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda kista atau yang dikenal sebagai endometrioma, yang terbentuk akibat endometriosis atau metode ultrasound untuk mencari kista terlebih dahulu. Ada pula yang memberikan obat-obatan seperti kontrasepsi oral kombinasi untuk mengetahui apakah hal tersebut bisa membantu menghilangkan rasa sakit Anda. Akan tetapi tetap saja, sementara ini cara yang dianggap paling akurat adalah dengan biopsi.

Pengobatan Endometriosis

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi endometriosis ada bervariasi, tergantung dari gejala yang dialami. Biasanya dokter menganjurkan obat anti inflamasi non-steroid seperti ibuprofen untuk langkah pertama mengurangi rasa sakit. Ada pula dokter yang mungkin merekomendasikan terapi hormonal untuk mengurangi gejala. Kontrasepsi hormonal seperti pil, patch, atau ring bisa membantu mengendalikan hormon yang mendorong penumpukan jaringan endometrium setiap haid.

Jika penyakit endometriosis sudah dalam tingkatan yang parah, dokter mungkin menyarankan untuk operasi. Hal ini dilakukan saat sudah tak ada lagi metode perawatan lainnya. Penanganan endometriosis dengan metode pengangkatan jaringan endometriosis biasanya dianjurkan bagi para pasien yang masih berencana untuk memiliki anak. Apapun langkah pengobatan yang hendak dipilih, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar bisa menemukan solusi yang terbaik bagi permasalahan kesehatan Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: