Walaupun Sering Digunakan Untuk Tato Temporer, Henna Hitam Patut Diwaspadai

Henna Hitam - (Sumber: okistudio.com) Henna Hitam - (Sumber: okistudio.com)

Apabila Anda sedang berkunjung ke rumah atau tempat diadakan pernikahan khususnya bertema Arab, sudah tidak asing lagi dengan henna. Kata henna sendiri berasal dari bahasa latin untuk tanaman Lawsonia Inermis yang diucapkan oleh orang Arab dengan sebutan Hinna. Tumbuhan henna bisa mencapai ketinggian 4 sampai 6 kaki dan dapat ditemukan di negara-negara seperti Pakistan, India, Afganistan, Mesir, Suriah, Yaman, Uganda, Maroko, Senegal, Tanzania, Kenya, Iran dan Palestina. Henna tumbuh cukup baik di iklim panas.

Henna adalah seni membuat tato temporer dan pewarnaan permukaan kulit tubuh dengan menggunakan ramuan herbal berbahan dasar tumbuhan yang diolah menjadi pasta. Henna mudah ditemui pada zaman sekarang. Lukisan di tangan yang membentuk desain tertentu biasanya memakai henna. Bahannya yang dikenal alami dan dapat menjadikan hasil menarik mampu menjadikan henna sebagai satu hal wajib untuk pengantin wanita.

Henna yang diaplikasikan di tangan - (Sumber: bagiinfo.com)

Henna yang diaplikasikan di tangan – (Sumber: bagiinfo.com)

Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh dari wanita Timur Tengah yang lebih dulu menggunakan henna menjadi tradisi ketika ada pesta pernikahan, salah satunya di Indonesia. Bagian yang dihias biasanya tangan, kuku dan kaki. Motif henna didominasi oleh bentuk bunga dengan pemakaian dominan warna cokelat kemerahan (reddish-brown).

Tetapi, sebelum menggunakan henna, Anda perlu berhati-hati, karena The British Skin Foundation pernah mengeluarkan peringatan terhadap penggunaan tato temporer menggunakan henna hitam. Jenis ini dapat mengakibatkan kulit seperti terasa terbakar. Seperti yang terjadi pada Teigan Koorts, gadis berusia 13 tahun yang sedang berekreasi di Yunani. Awalnya, ia berharap henna itu akan terlihat bagus di lengannya, tetapi yang ia dapatkan malah rasa terbakar di lengan yang mengakibatkan trauma.

Hal ini ditanggapi oleh Lisa Butterworth, seorang pelukis henna. Ia memberikan gambaran mengenai henna yang aman dan tidak aman digunakan. Henna hitam mungkin saja mengandung p-phenylenediamine atau yang dikenal dengan sebutan PPD, dimana bahan ini hanya diperbolehkan digunakan untuk pewarnaan rambut. PPD bersifat lebih tahan lama bahkan pada komposisi tinggi bisa menghasilkan warna yang baru memudar setelah 2-5 bulan. Mungkin bahan inilah yang mengakibatkan hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti kejadian yang dialami Teigan. Sedangkan henna alami terbuat dari bahan herbal seperti bubuk henna (Lawsonia inermis) yang diracik dengan air perasan jeruk lemon, essential oil (minyak lavender, messo) dan gula.

Baca juga:  Review Manfaat La Tulipe Essential Whitening Serum Untuk Cegah Penuaan Dini

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dari henna hitam, Anda dapat menanyakan kepada ‘henna artist’. Misalnya hal ketahanan. Apabila henna artist mengatakan dapat bertahan selama satu jam, ini mungkin saja henna tersebut bukan yang alami. Henna alami dapat bertahan kurang lebih 6 jam untuk menghasilkan lukisan di kulit yang bagus.

Anda juga harus perlu waspada apabila henna artist mengatakan jika nantinya henna itu kering akan menghasilkan warna hitam. Menurut Butterworth, henna alami akan berwarna cokelat apabila keadaan kering. Meskipun nantinya henna akan menjadi berwarna cokelat gelap tetapi tidak mungkin menjadi warna hitam. Sedangkan henna hitam akan tetap berwarna hitam sebelum dan sesudah diaplikasikan.

Cara terbaik untuk membedakan henna hitam dengan henna alami dapat dideteksi dari baunya. Henna hitam akan memiliki aroma seperti bahan kimia yang digunakan di salon. Jika henna alami, aromanya seperti essential oil yang menenangkan.

Baca juga:  Pond’s Acne Solution Anti-Acne Daily Expert Gel Moisturizer, Klaim Mampu Atasi Jerawat Dalam 3 Hari

Selain itu, perbedaan henna alami dengan henna hitam dapat dilihat dari bentuknya juga. Henna alami biasanya berbentuk bubuk sehingga harus diracik terlebih dahulu atau juga dapat berupa pasta henna yang siap pakai. Sedangkan henna hitam berbentuk cairan berwarna hitam yang tidak kental. Karena teksturnya yang tidak kental, teknik pengaplikasiannya dengan cara dilukis bukan diukir.

Dalam pembuatan tato temporer, henna hitam sering digunakan. Di dalamnya mungkin terdapat zat tambahan berbahaya yang diberi nama tar batubara, atau PPD seperti yang telah disebutkan di atas. Apabila terjadi reaksi atau ternyata kulit alergi terhadap bahan tersebut, biasanya terjadi seperti peradangan di kulit sekitar 1-2 minggu ketika digunakan. Kulit melepuh juga bisa menjadi salah satu dari risikonya. Bekas peradangan dapat meninggalkan luka bekas parut yang dalam. Kemungkinan lain adalah kulit menjadi peka terhadap sinar matahari dan terjadinya kehilangan pigmentasi kulit.

Menurut analisa Dr. Lisa Bickerstaffe dari The British Skin Foundation mengatakan bahwa alergi henna dapat memicu sistem imunitas tubuh memiliki kemampuan mengenali karakter PPD dan mengidentifikasi sebagai toksin. Hal ini menyebabkan tubuh menunjukkan reaksi alergi yang sama ketika kulit terpapar PPD setelah satu kali terjadi alergi henna.

Henna Hitam - (Sumber: glitzmedia.co)

Henna Hitam – (Sumber: glitzmedia.co)

Apabila Anda terkena alergi henna, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Menurut Bruce Nadler, MD dari WebMD, alergi henna bisa diatasi dengan mengolesi salep kortisol pada area iritasi. Sebaiknya menghindari paparan air jika tampak terlalu merah untuk mencegah kulit melepuh. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai muncul dan tanda merah mulai tampak. Ini mencegah kulit semakin teriritasi.

Anda dapat melakukan beberapa tindakan antiseptik sebelum dan sesudah aplikasi henna untuk memperkecil risiko iritasi. Beberapa orang juga dapat mencoba menggunakan aloe vera dan kompres teh hijau untuk membantu meredakan alergi. Tetapi, apabila alergi bertambah serius dan Anda mengalami iritasi berat dan serius, maka perlu dilakukan terapi khusus dengan pengobatan jenis intravena untuk meredakan inflamasi yang terbentuk.

Sebelum menggunakan henna, baiknya melakukan uji coba pada kulit Anda. Caranya dengan menggunakan segaris di kulit atau belakang telinga, lalu tunggu sekitar 30 menit sampai kering atau rontok. Anda dapat melanjutkan pemakaian apabila tidak terjadi reaksi seperti alergi atau iritasi (gatal-gatal), terasa panas atau kulit menjadi merah.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: