Banyak Dipakai Saat Flu, Apakah Vicks Inhaler Berbahaya?

Sakit fluSakit flu

Flu atau pilek sangat erat kaitannya dengan sejumlah gejala seperti pusing, sakit tenggorokan, hingga hidung mampet atau tersumbat. Banyaknya cairan yang menumpuk di rongga hidung terkadang membuat Anda merasa kesulitan bernapas di satu sisi hidung atau bahkan merasa sangat tidak nyaman saat tidur. Kondisi ini sebenarnya dapat diatasi dengan berbagai cara, mulai dari cara-cara yang alami hingga penggunaan produk seperti Vicks Inhaler.

Cara Meredakan Pilek & Hidung Tersumbat

  • Mengonsumsi obat flu yang mudah didapatkan di apotek.
  • Menghirup uap air panas.
  • Berkumur dengan air garam.
  • Menggunakan balsem hangat di sekitar dada atau punggung, bukan dioleskan di hidung.
  • Mengonsumsi permen menthol.

Untuk mengobati hidung tersumbat, Anda dapat menyiapkan air panas dalam wajan lalu tuangkan minyak kayu putih beberapa tetes. Dekatkan wajah Anda pada wajan, lalu hirup uap air minyak kayu putih tersebut. Dalam sekejap, Anda bisa bernapas seperti biasa. Hal ini dilakukan berulang-ulang ketika hidung mulai tersumbat lagi.[1]

Vicks Inhaler untuk Atasi Hidung Tersumbat

Menggunakan inhaler hidung (sumber: naturistika.com)

Menggunakan inhaler hidung (sumber: naturistika.com)

Pada tahun 1951 Vicks Inhaler pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat yang berisi perpaduan unik dari mentol, metil salisilat dan minyak daun pinus Siberia. Produk ini pun kemudian dikenal secara luas di berbagai penjuru dunia untuk melegakan hidung yang tersumbat akibat flu.

Baca juga:  Review Krim Malam Larissa Nomor 6

Vicks Inhaler adalah alat inhalasi yang digunakan untuk melegakan hidung yang tersumbat karena pilek. Dengan kandungan Menthol dan Champor dapat memberikan sensasi dingin dan kemudian hangat ketika diaplikasikan. Hal itu pula yang disebut dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan mengurangi peradangan.

Vicks Inhaler tersedia di banyak toko obat, apotik, minimarket seperti Indomaret dan Alfamart, hingga di sejumlah pusat perbelanjaan. Harga Vicks Inhaler pun cukup terjangkau, hanya dibanderol Rp12.500 hingga Rp16 ribuan saja per buah.

Dosis & Aturan Pakai Vicks Inhaler

  • Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun atau lebih: gunakan cukup 2 inhalasi di setiap lubang hidung.
  • Anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun (dengan pengawasan orang dewasa): 1 inhalasi di setiap lubang hidung.
  • Anak-anak umur 2 hingga 6 tahun: Tanyakan kepada dokter.
  • Tidak untuk digunakan oleh anak di bawah usia 2 tahun.
Baca juga:  Deretan Parfum Terbaik JLo yang Wanginya Paling Enak & Favorit

Gunakan hanya pada posisi tegak. Hirup Vicks Inhaler dalam-dalam melalui tiap lubang hidung, hingga membuat bernapas terasa lega dan sejuk. Gunakan setiap kali diperlukan. Bila gejala berlanjut, konsultasi ke dokter.

Apakah Vicks Inhaler Berbahaya?

Vicks inhaler (sumber: reddit.com)

Vicks inhaler (sumber: reddit.com)

Segala sesuatu yang digunakan sesuai dengan anjuran pada kemasan mestinya tidak menimbulkan efek yang membahayakan seseorang. Pihak Vicks sendiri mencantumkan dengan jelas bahwa produk Vicks Inhaler sebaiknya tidak digunakan melebihi dosis yang dianjurkan dan tidak untuk digunakan selama lebih dari 7 hari.

Selama pemakaian Vicks Inhaler, Anda mungkin merasakan sensasi seperti “terbakar” sementara, bersin, atau keluarnya cairan hidung. Selain itu, penggunaan yang sering atau berkepanjangan dapat menyebabkan hidung tersumbat berulang atau memburuk.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of East Anglia dan tiga universitas Amerika, serta dipublikasikan dalam British Medical Journal, pemakaian Tiotropiun Respimat (dikenal juga dengan Sprivia Respimat), zat pembuat inhaler, bisa meningkatkan risiko kematian lebih dari 50 persen, demikian seperti dilansir dari Tempo.

Baca juga:  Manfaat Jojoba Oil untuk Kecantikan Kulit dan Tubuh

Kandungan tiotropium bromida dengan konsentrasi yang tinggi disebutkandapat berdampak buruk bagi saluran pernapasan, meski pada awalnya penggunaan bahan ini diklaim bisa melegakan pernapasan yang mampet. Sementara untuk para penderita penyakit kardiovaskular, inhaler flu yang memiliki kandungan tiotropium akan memberi dampak buruk, yakni meningkatkan gangguan irama jantung atau aritmia.

Walaupun banyak digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit kronis pada paru-paru atau semacam gejala sesak napas, bahan tiotropium bromida rupanya bisa sangat berbahaya untuk saluran pernapasan. Beberapa pakar kesehatan pun menyarankan Anda untuk tak terlalu bergantung pada inhaler flu saat hidung tersumbat dan sebaiknya memanfaatkan bahan lain yang lebih alami supaya bahaya inhaler dapat diminimalisir.

[1]Hartanti, V. 2010. Jadi Dokter Di Rumah Sendiri Dengan Terapi Herbal Dan Pijat. Yogyakarta: Pustaka Anggrek.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: