Kenali Vaksin untuk Wanita Sebelum dan Saat Hamil & Setelah Melahirkan

Ilustrasi: vaksinasi untuk ibu-ibu (sumber: wsj.com)

Banyak penyakit di luar sana yang dapat mengganggu wanita, tidak hanya saat mereka hamil, tetapi juga bisa menyerang saat mereka memulai program kehamilan. Sebagai solusi, dalam dunia medis, Anda bisa melakukan vaksin. Vaksin tidak hanya diperuntukkan bagi wanita yang akan memulai promil saja, tetapi saat mereka memasuki masa kehamilan dan setelah melahirkan.

Vaksin sendiri merupakan salah satu bentuk pencegahan terhadap penyakit yang dapat menyerang wanita sebelum mereka memasuki masa kehamilan, saat hamil, dan setelah melahirkan. Bagi Anda yang ingin memiliki keturunan dengan kondisi sehat, akan lebih baik jika melakukan vaksin. Vaksin bisa dilakukan di klinik maupun rumah sakit terdekat. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasan mengenai jenis vaksin yang perlu Anda lakukan.

Vaksin pada Wanita Saat Promil

Vaksin Influenza

Meskipun Anda jarang terkena flu, ini akan berbeda di kemudian hari saat Anda memasuki masa kehamilan. Untuk mencegah Anda terkena flu ketika mengandung, Anda perlu melakukan vaksin influenza sebelum masa kehamilan. Vaksin influenza akan diberikan saat Anda menjalani program kehamilan dan sudah yakin bahwa Anda ingin hamil.

Vaksin Influenza dilakukan dengan cara menyuntikkan virus influenza yang sudah dinonaktifkan ke dalam tubuh Anda. Penyuntikan vaksin tersebut akan membantu tubuh Anda membangun sistem imun yang kuat pada tubuh, sehingga tubuh tidak mudah terjangkit flu. Perlu Anda ketahui pula, flu pada orang biasa dan ibu hamil akan sangat berbeda.

Ilustrasi: tes kehamilan

Ilustrasi: tes kehamilan

Saat Anda tidak hamil, mungkin penyakit flu adalah salah satu penyakit ringan. Namun, ini berbeda pada ibu hamil. Ibu hamil yang terkena flu akan merasakan gejalanya 2 kali lipat dari gejala flu orang biasa. Perlu Anda ketahui juga bahwa ibu hamil tidak boleh terlalu banyak mengonsumsi obat karena akan berbahaya untuk kesehatan janinnya.

Baca juga:  Punya Wajah Gelap & Kusam? Ini Deretan Facial Foam yang Diklaim Bisa Memutihkan Wajah

Anda bisa mendapatkan suntikan flu di klinik atau rumah sakit terdekat. Jika Anda melakukan promil, mintalah vaksin influenza yang tidak aktif. Vaksin hidup yang diberikan secara nasal, seperti LAIV dan Flumist, tidak direkomendasikan untuk wanita yang melakukan program kehamilan.

Vaksin MMR (Campak, Gondok, dan Rubella)

Vaksin MMR juga penting bagi Anda yang sedang menjalankan program promil, apalagi bagi Anda yang sudah positif dinyatakan akan berhasil dalam program kehamilan tersebut. Vaksin tersebut bertujuan untuk mencegah Anda dan bayi Anda terjangkit virus campak, gondok, dan rubella.

Tiga jenis penyakit tersebut adalah penyakit mematikan yang dapat membuat bayi lahir cacat atau meninggal. Selain itu, ibu hamil yang mengalami gejala penyakit tersebut tidak bisa melahirkan secara normal, bahkan pada beberapa kasus telah berujung pada kematian. Sebelum Anda melakukan vaksin MMR, dokter akan melakukan pengecekan daya tahan tubuh Anda dan meninjau jumlah catatan imunisasi yang pernah Anda lakukan. Sehingga, dokter akan mengetahui waktu yang tepat untuk melaksanakan vaksin.

Meskipun begitu, bagi Anda yang tidak memiliki catatan imunisasi, Anda tidak perlu khawatir. Jika dokter tidak dapat menemukan jumlah catatan imunisasi Anda, dokter akan melakukan tes darah untuk mengevaluasi kekebalan Anda terhadap virus yang terkait dan memberi Anda suntikan antibodi jika diperlukan.

Dilansir dari Harvard Health, vaksin MMR yang diberikan kepada wanita dengan program kehamilan adalah virus yang dilemahkan. Setelah seorang wanita menerimanya, dokter merekomendasikan menunggu empat minggu sebelum masa kehamilan, karena ada risiko pada janin dengan vaksin hidup. Namun, jika kehamilan terjadi dalam rentang empat minggu, Anda tidak perlu khawatir. Faktanya, belum ada laporan kerusakan pada janin karena jenis paparan ini.

Baca juga:  Bisakah Puasa Membantu Anda Menurunkan Berat Badan? Apakah Cara Itu Lebih Sehat?
Ilustrasi: vaksin injeksi

Ilustrasi: vaksin injeksi

Vaksin VZS (Varicella Zoster Virus)

Varicella Zoster Virus merupakan virus cacar air yang dapat membahayakan wanita hamil dan janinnya. Sebelum memulai program hamil maupun saat memulai program kehamilan, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Pastikan Anda sudah kebal dengan virus tersebut. Meskipun pada usia kanak-kanak sudah menerima vaksin cacar air, Anda juga perlu waspada. Bisa saja virus itu menyerang kembali di masa kehamilan Anda.

Berkonsultasilah kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan daya imun Anda. Jika dokter mengatakan Anda memiliki kemungkinan terkena cacar air, saatnya Anda melakukan vaksin VZV. Sama halnya dengan vaksin MMR, jenis vaksin yang digunakan adalah jenis virus yang dilemahkan secara langsung. Anda bisa melakukan vaksin sebelum 4 minggu memasuki masa kehamilan.

Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

Penting melakukan vaksin HPV bagi Anda yang melakukan promil untuk mencegah infeksi HPV dan kanker serviks. Sebenarnya, vaksin ini tidak hanya dianjurkan untuk Anda yang memulai program kehamilan, tetapi juga bagi para remaja. Selain itu, vaksin ini dapat dilakukan oleh orang wanita hingga usia 45 tahun.

Sebelum melakukan vaksin HPV, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Ini terkait dengan pemeriksaan kondisi kesehatan Anda. Vaksin HPV tidak dianjurkan bagi wanita dengan masa kehamilan, karena dapat membahayakan kondisi janin.

Itulah beberapa jenis vaksin yang bisa Anda lakukan jika ingin menjaga kesehatan saat memasuki masa kehamilan. Selain itu, Anda juga bisa meminta vaksin hepatitis A, hepatitis B, dan pneumokokus berdasarkan saran dokter.

Baca juga:  Muncul Bercak Darah Pasca Menopause? Segera Periksa ke Dokter!

Vaksin Selama Masa Kehamilan

Ilustrasi: vaksinasi pada masa kehamilan (youtube: Asset Project)

Ilustrasi: vaksinasi pada masa kehamilan (youtube: Asset Project)

Vaksin Influenza

Vaksin influenza juga bisa dilakukan oleh wanita yang sedang hamil. Vaksin ini biasanya diberikan saat memasuki musim dingin atau ketika wabah flu mulai menyerang. Vaksin ini dapat melindungi wanita dari komplikasi medis dan obstetri yang parah, serta memberikan perlindungan bagi janin selama masa kehamilan. Vaksin ini dapat diberikan dengan aman kapan saja selama kehamilan.

Vaksin Tdap (Tetanus, Difteri, dan Pertussis)

Vaksin tetanus, difteri, dan pertusis (Tdap), diberikan selama trimester ketiga. Ini melindungi terhadap pertusis pada wanita hamil yang mungkin menularkannya kepada bayi mereka selama persalinan. Selain itu, vaksin ini juga bermanfaat untuk melindungi janin selama masa kehamilan dari pertusis yang dapat menyebabkan kematian.

Tdap direkomendasikan untuk siapa saja yang belum menerima vaksin, termasuk orang yang memiliki kontak dengan bayi di bawah satu tahun, seperti kakek-nenek atau penyedia penitipan anak.

Vaksin Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, Anda pun perlu memeriksakan diri ke dokter. Sehingga, Anda akan mengetahui apakah Anda perlu menerima vaksin atau tidak. Jika dokter mengatakan bahwa selama kehamilan Anda tidak memiliki kekebalan terhadap rubella, campak, atau cacar air, maka  Anda harus menerima vaksin ini untuk membantu melindungi diri Anda dan bayi Anda.

Itulah jenis-jenis vaksin yang disarankan untuk wanita sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan. Saat Anda melakukan vaksin setelah melahirkan, Anda tidak perlu khawatir dengan masa menyusui yang akan Anda lakukan. Pasalnya, vaksin tidak akan memengaruhinya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: