Cegah Kanker Serviks, Kapan Vaksin HPV Diberikan?

Ilustrasi: virus HPV (sumber: abcnews.go.com) Ilustrasi: virus HPV (sumber: abcnews.go.com)

Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) diketahui menjadi penyebab kanker serviks, jenis kanker yang banyak menimbulkan kematian pada wanita. Untungnya, infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Saat ini, tersedia tiga jenis vaksin untuk mencegah infeksi HPV, yaitu Gardasil, Gardasil 9, dan Cervarix. Ketiga vaksin ini mencegah penularan HPV tipe 16 dan 18, dua jenis virus yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks (mulut rahim). Selain itu, Gardasil 9 juga mencegah beberapa tipe virus HPV lainnya, yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58. 

Pada sebuah penelitian, diketahui bahwa vaksin HPV sangat efektif mencegah infeksi HPV jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus, atau berarti sebelum aktif secara seksual. Karena itu, vaksinasi untuk infeksi human papilloma virus idealnya dilakukan pada anak usia 9 hingga 26 tahun.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menggarisbawahi seberapa efektif vaksin HPV. Para peneliti mempelajari wanita berusia 13 hingga 26 tahun antara tahun 2006 hingga 2017, melihat perlindungan mereka terhadap berbagai jenis HPV menggunakan vaksin.

Apa yang mereka temukan benar-benar membesarkan hati. Vaksin HPV tidak hanya tampak melindungi terhadap strain yang tercakup oleh vaksin, tetapi wanita yang mendapatkannya cenderung lebih sedikit terinfeksi oleh strain lain, menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki reaktivitas silang terhadap strain HPV lainnya.

Apa yang lebih menggembirakan adalah bahwa selama periode 10 tahun, bahkan wanita yang tidak mendapatkan vaksin menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi HPV. Ini disebut kekebalan kelompok. Dengan membuat infeksi kurang umum, mereka yang divaksinasi membantu melindungi orang lain.

Ilustrasi: suntikan vaksin HPV (sumber: malemenu.co.uk)

Ilustrasi: suntikan vaksin HPV (sumber: malemenu.co.uk)

Semua ini adalah berita bagus. Sayangnya, hanya sekitar setengah dari remaja AS yang sepenuhnya divaksinasi HPV. Sebagai perbandingan, 94 persen anak-anak AS memiliki kedua dosis MMR ketika mereka mulai TK. Pada usia anak, vaksin HPV diberikan dua dosis. Dosis kedua bisa diberikan setelah satu tahun kemudian. Setelah itu, anak pun akan terbebas dari ancaman kanker serviks dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh HPV. 

Seperti dikutip dari situs cancer.gov, selain kanker serviks, vaksinasi HPV juga mencegah kanker anus, penyakit pra-kanker pada vagina dan anal, dan kutil kelamin. Seperti semua jenis imunisasi lainnya, vaksin HPV akan merangsang tubuh membentuk antibodi yang di kemudian hari akan melawan virus jika tubuh terpapar, dan mencegah virus menginfeksi sel.

Efektivitas vaksin ini diklaim melebihi 90 persen dalam mencegah infeksi penyakit akibat HPV. Keamanan vaksin ini juga tidak perlu diragukan. Karena, sebelum vaksin tersebut mendapat lisensi dari badan berwenang di berbagai negara, tentu harus dilakukan penelitian untuk menguji keamanan dan efektivitasnya. 

Ribuan orang sudah diteliti dalam penelitian itu, dan sejauh ini tidak ada efek samping serius dari pemberian vaksin HPV. Efek samping yang ditemukan antara lain gejala lokal pada tempat suntikan, seperti merah dan bengkak. Namun, vaksin ini belum diteliti pada ibu hamil, karenanya pemberian vaksin HPV tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang mengandung.

Vaksin HPV untuk Anak

Infeksi HPV pada wanita bisa menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Pada sebagian wanita, pertumbuhan sel yang tidak normal ini dapat berkembang menjadi kanker serviks. Kanker serviks memang cenderung muncul pada wanita usia 35-55 tahun (pada saat usia produktif). Namun, tidak menutup kemungkinan dapat pula muncul pada wanita yang berusia lebih muda.

Ilustrasi: vaksinasi HPV untuk anak (sumber: wweek.com)

Ilustrasi: vaksinasi HPV untuk anak (sumber: wweek.com)

Seperti yang dilansir dari salah satu jurnal di situs National Center for Biotechnology Information, ada 21 persen wanita berusia 20-29 tahun yang terkena kanker serviks. Bahkan, terhitung ada satu persen wanita berusia di bawah 20 tahun yang terkena kanker mematikan ini. Tercatat juga, ada rata-rata 14 kasus kanker serviks per tahun pada remaja putri yang berusia 15-19 tahun.

Karena itu, lindungi putri Anda dari kanker serviks dengan memberikan vaksinasi HPV. Jangan berpikir bahwa vaksinasi HPV hanya dapat diberikan kepada orang dewasa. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, Anda bisa memberikan vaksinasi HPV pada anak atau putri Anda saat ia berusia 11 atau 12 tahun. Seperti yang dilansir dari Kompas, Ikatan Dokter Anak Indonesia bahkan merekomendasikan vaksinasi HPV pada anak diberikan sejak usia 10 tahun.

Sayangnya, bagi beberapa keluarga, fakta bahwa vaksin mencegah infeksi menular seksual membuat orang tua mudah tersinggung. Meskipun dapat dimengerti bahwa orang tua yang memiliki anak berusia 11 dan 12 tahun (ketika vaksinasi biasanya dimulai, meskipun dapat diberikan sejak usia 9 tahun) mungkin tidak berpikir bahwa anak mereka perlu dilindungi terhadap infeksi menular seksual. 

Vaksin ini bekerja dengan baik jika vaksinasi sudah lengkap sebelum mereka mulai berhubungan seks. Pasalnya, tidak hanya sulit untuk memprediksi dengan tepat kapan itu akan terjadi, tetapi begitu remaja bertambah usia, tidak selalu mudah untuk memastikan mereka mau pergi ke dokter dan mendapatkan vaksinasi. Jadi, melakukannya sejak dini memastikan perlindungan mereka.

Alasan lainnya, orang tua cenderung khawatir tentang keamanan vaksin HPV. Namun, peneliti memiliki pengalaman bertahun-tahun dengan vaksin ini, dengan ribuan dosis. Sebagian besar efek samping ringan, seperti demam atau nyeri otot, dan hanya bertahan satu atau dua hari. Beberapa remaja merasa pingsan setelah mendapatkannya, dan karenanya disarankan agar mereka duduk atau berbaring sekitar 15 menit sesudahnya. Sementara reaksi alergi yang tak terduga selalu dapat terjadi, banyak penelitian yang sangat hati-hati belum menunjukkan efek samping serius dari vaksin.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: