Ada Vaksin COVID-19 untuk Anak dan Remaja, Apa Saja?

Vaksin COVID-19 untuk Remaja - freepik: @freepikVaksin COVID-19 untuk Remaja - freepik: @freepik

Infeksi COVID-19 termasuk salah satu penyakit SARS yang menginfeksi saluran pernapasan dan diketahui bisa menyebabkan kematian.[1] Sebagai upaya untuk mencegah terjangkit coronavirus, Anda bisa menggunakan vaksin yang sudah tersedia di klinik kesehatan dan rumah sakit terdekat. Tak hanya bisa dipakai oleh orang dewasa dan lansia, tersiar kabar bahwa ada vaksin COVID-19 untuk anak-anak dan remaja.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, selain lansia, anak-anak dan remaja merupakan sasaran empuk bagi virus COVID-19. Berbeda dengan orang dewasa, sebagian besar anak-anak dan remaja dengan coronavirus mengalami gejala penyakit ringan dan tidak jelas. Beberapa dari mereka bisa mengalami perkembangan kondisi kesehatan yang kritis dan berisiko peradangan serius berupa MIS-C selama 2 hingga 6 minggu setelah terinfeksi. Dikhawatirkan, gejala yang serius bisa berakibat fatal dan meningkatkan risiko kematian.

Sementara itu, anak-anak dan remaja yang terjangkit COVID-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala, bisa menyebarkan penyakit kepada orang di sekitarnya tanpa sadar. Diketahui, gejala COVID-19 ringan pada anak dan remaja akan meningkat selama musim flu atau musim dingin. Tentunya, ini membuat orang sekitar bingung, apakah anak mereka terkena gejala coronavirus atau hanya terkena influenza. Hal ini yang membuat keberadaan vaksin coronavirus untuk anak dan remaja sangat penting.

Baca juga:  Apa Sih Perbedaan Cokelat Colatta Pastry dan Compound?

Menurut Harvard Health Publishing, ada dua vaksin yang bisa digunakan oleh anak-anak dan remaja. Setiap vaksin diberikan kepada anak dan remaja sesuai dengan usianya dan berikut adalah rinciannya.

Infeksi COVID-19 - www.bbc.com

Infeksi COVID-19 – www.bbc.com

Varian Vaksin COVID-19 Anak dan Remaja

  • Vaksin Pfizer/BioNTech diizinkan untuk digunakan pada anak-anak dan remaja berusia 12 tahun ke atas. Konon, vaksin ini telah diuji coba pada anak berusia 12 hingga 15 tahun. Percobaan ini menggunakan dosis dan jadwal vaksin yang sama seperti yang dipakai orang dewasa, yakni dua dosis dalam selang waktu tiga minggu.
  • Vaksin Moderna diizinkan untuk digunakan pada orang berusia 18 tahun ke atas. Produk kesehatan ini telah diuji coba pada anak berusia 12 tahun dan 17 tahun dengan dosis yang sama seperti orang dewasa, yakni dua dosis dengan jarak pemberian selama empat minggu.

Dari hasil penelitian vaksin, disimpulkan produk di atas aman dan dapat ditoleransi dengan baik, menimbulkan respon antibodi yang kuat, dan memiliki kemanjuran 100% dalam mencegah infeksi ringan hingga berat pada kelompok usia 12 hingga 15 tahun. FDA (Food and Drug Administration) telah mengizinkan vaksin ini untuk digunakan pada kelompok usia tersebut setelah meninjau hasil penelitian. Baik CDC (Centers for Disease Control and Prevention) maupun American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan vaksinasi untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas.

Baca juga:  Penyebab ASI Kurang Lancar & Cara Mengatasinya

Sementara itu, dilansir dari CNBC Indonesia, baru-baru ini Universitas Oxford telah memulai penelitian untuk menilai keamanan dan respons kekebalan vaksin COVID-19 yang dikembangkan universitas ini bersama dengan AstraZeneca Plc kepada anak-anak dan remaja. Diketahui, vaksin AstraZeneca merupakan salah satu produk yang sudah digunakan oleh sebagian orang dewasa di Indonesia.

Masih dari sumber yang sama, uji coba tersebut hasilnya akan menentukan apakah vaksin AstraZeneca efektif pada orang berusia antara 6 hingga 17 tahun. Berdasarkan pernyataan yang dikirim melalui e-mail dari Universitas Oxford, sekitar 300 relawan akan terdaftar dan melakukan inokulasi pertama secepatnya.

Saat ini, vaksin AstraZeneca ini telah dielu-elukan sebagai vaksin untuk dunia, karena diklaim lebih murah dan lebih mudah didistribusikan daripada vaksin lainnya. AstraZeneca telah menargetkan produksi tiga miliar dosis di tahun 2021 dan diproduksi lebih dari 200 juta dosis per bulan.

Proses Vaksin COVID-19 - freepik: @tirachardz

Proses Vaksin COVID-19 – freepik: @tirachardz

Sayangnya, ada beberapa hal yang belum diketahui secara jelas tentang lama kekebalan yang diinduksi vaksin terhadap infeksi COVID-19 bertahan pada anak-anak dan ini perlu dilakukan penelitian kembali dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, belum ada informasi yang lengkap mengenai dampak pemberian vaksin pada anak-anak dan remaja. Sehingga, diharapkan ada studi lain yang menjelaskan dua hal tersebut untuk meyakinkan masyarakat yang masih bingung dalam mengambil keputusan mengenai vaksin.

Baca juga:  Susu HiLo School Cocok untuk Dikonsumsi Usia Berapa Tahun?

Selain itu, menurut review mereka yang pernah divaksin, ada beberapa efek samping yang harus diperhatikan setelah menggunakan vaksin AstraZeneca, yakni demam atau meriang. Untung saja, sejauh ini, efek samping tersebut bisa diatasi dengan minum obat paracetamol dengan dosis sesuai resep dokter.

[1] Yuliana. 2020. CoronaVirus Disease (Covid-19); Sebuah Tinjauan Literatur. Wellness and Healthy Magazine Universitas Lampung, Vol. 2(1): 187-192.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: