Pada Usia Berapakah Seorang Wanita Mengalami Menopause? Kenali Tanda-Tandanya

Ilustrasi: wanita usia menopauseIlustrasi: wanita usia menopause

Tampaknya sebagian besar wanita kurang memperhatikan pada usia berapa mereka akan mengalami menopause, tentunya ini sangat penting. Apalagi jika Anda ingin memperkirakan pada usia berapa Anda akan menikah dan memiliki anak di usia yang tepat. Dari hasil penelitian, setiap wanita mengalami menopause di usia berbeda-beda dengan tanda yang berbeda-beda.

Namun secara umum, tanda-tanda menopause pada wanita mulai muncul ketika mereka mulai memasuki usia 45 tahun. Sebelum masa menopause, seorang wanita yang masih produktif pastinya mengalami menstruasi. Gejala menstruasi normal terjadi selama beberapa dekade dalam hidup seorang wanita dengan gejala berbeda-beda. Sebagian besar wanita bahkan mengalami rasa nyeri, kram, kembung, dan perubahan suasana hati tidak menentu. 

Dan beberapa orang wanita tidak mengalami hal tersebut tetapi mengalami pendarahan lebih selama menstruasi. Terkadang menstruasi membuat wanita tidak nyaman ketika menjalani aktivitas sehari-hari, terlebih jika pakaian mereka tidak mendukung seperti menggunakan celana atau rok dengan warna cerah. Hal ini juga tidak bisa membuat wanita tenang karena noda darah bisa menjadi salah satu hal memalukan yang akan mereka alami jika tidak berhati-hati.

Lalu setelah merasakan masa-masa produktif di mana mereka mengalami menstruasi, ada saatnya bagi seorang wanita berhenti untuk merasakan menstruasi. Masa setelah produktif ini merupakan masa menopause di mana seorang wanita mengalami penurunan produktivitas. 

Seperti yang dicatat oleh Mayo Clinic, ketika tubuh seorang wanita memproduksi lebih sedikit hormon estrogen dan progesteron pada sekitar usia 30, menstruasi pada seorang wanita juga akan mulai berubah. Ovarium seorang wanita akan mulai berhenti memproduksi telur dan inilah yang menjadi penyebab mengapa wanita menopause tidak mengalami menstruasi atau dikatakan mengalami penurunan produktivitas.

Perimenopause/Transisi Menopause

Ilustrasi: wanita usia menopause

Ilustrasi: wanita usia menopause

Sebelum seorang wanita menginjak masa menopause, terlebih dahulu akan mengalami masa perimenopause yaitu masa sebelum terjadinya menopause. Masa ini bisa dibilang juga sebagai masa transisi dari masa produktif menjadi masa menopause. Pada masa ini seorang wanita mulai mengalami gejala-gejala umum terkait menopause, seperti mudah berkeringat di malam hari, kekeringan pada daerah vagina, dan menstruasi tidak normal. 

Gejala-gejala ini akan Anda rasakan saat Anda memasuki masa transisi menopause. Tetapi berbeda dengan masa menopause, selama masa ini Anda masih mengalami masa menstruasi tetapi tidak normal seperti ketika Anda masih dalam usia produktif. Menstruasi pada masa transisi menopause pada sebagian besar wanita akan lebih jarang dan ringan, walaupun ditemukan juga beberapa wanita dengan siklus menstruasi lebih sering sebelum masa menopause.

Perimenopause atau transisi menopause sendiri rata-rata berlangsung sekitar 4 tahun. Hal ini juga diungkapkan oleh klinik Cleveland, seorang wanita juga bisa mengalami masa perimenopause dalam waktu lebih singkat dalam waktu beberapa bulan. Dan Dr. Wen Shen, M.D. mengungkapkan bahwa, setelah berusia 45 tahun, cukup biasa bagi seorang wanita mulai mengalami siklus menstruasi tidak teratur.

Batas terlama seorang wanita yang masih mengalami siklus menstruasi pada masa transisi ini biasanya rata-rata 54-56 tahun, walaupun ditemui beberapa wanita dengan usia 60 tahun masih mengalami siklus menstruasi. 

Menopause dan Tanda-Tandanya

Agar lebih jelas, menopause merupakan sebuah istilah bagi seorang wanita yang tidak memiliki periode menstruasi selama 12 bulan dan secara medis dianggap telah mengakhiri siklus menstruasinya. Di Indonesia rata-rata wanita tidak mengalami menstruasi atau disebut menopause ketika mereka memasuki usia 55 tahun. Pada usia ini seorang wanita akan benar-benar tidak mengalami menstruasi, selain itu juga rentan terhadap beberapa penyakit pada bagian otot dan tulang. Untuk mengetahui lebih jelas apakah Anda sudah memasuki masa menopause atau belum, ada tanda-tanda menopause yang perlu Anda perhatikan. Tanda-tanda menopause tidak hanya meliputi gejala siklus menstruasi tidak normal saja. 

Ilustrasi: hot flashes tanda-tanda menopause (sumber: galwaynow.com)

Ilustrasi: hot flashes tanda-tanda menopause (sumber: galwaynow.com)

Hot Flashes

Tanda awal sering dialami oleh sebagian besar wanita yang sudah memasuki masa menopause yaitu hot flashes. Pada kondisi ini, Anda akan mengalami sensasi panas pada bagian tubuh, beberapa akan mengalami sensasi panas di bagian atas tubuh dan ada pula yang mengalami sensasi panas di seluruh tubuh. Kondisi hot flashes sendiri sangat bervariasi mulai dari ringan hingga dapat mengganggu waktu tidur Anda. Dan kejadian ini akan berlangsung selama kurang lebih 30 detik hingga 10 menit.

Perubahan Kulit dan Rambut

Selain mengalami sensasi panas pada bagian tubuh, Anda juga akan merasakan perubahan fisik pada kulit dan rambut. Seiring bertambahnya usia dan karena menopause, jaringan lemak pada tubuh Anda dapat membuat kulit lebih kering dan tipis. Selain itu, seiring berkurangnya hormon estrogen maka rambut akan lebih mudah rontok, mudah patah, dan kering. Untuk itu, ketika Anda sudah menemukan tanda-tanda menopause akan lebih baik menghindari produk-produk berbahan kimia. 

Emosi Tidak Stabil

Emosi yang tidak stabil pada wanita menopause disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang dan mengalami penurunan. Selain hormon estrogen, ada beberapa hormon lain yang mengalami penurunan seperti progesteron dan testosteron. Emosi Anda akan berubah-ubah tidak menentu secara cepat dan mudah, ini terjadi begitu saja dan dalam waktu yang singkat.

Itulah tanda-tanda menopause beserta gejala transisi menopause. Dan setelah Anda merasa bahwa gejala-gejala tersebut benar-benar Anda rasakan, Anda bisa langsung berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui cara mengatasi tanda-tanda tersebut. 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: