Untung dan Rugi Melakukan Mammografi, Deteksi Kanker Payudara

Ilustrasi: penyakit kanker payudara (sumber: plantbasednews.org)

Salah satu penyakit kronis yang masih menjadi momok bagi para wanita dewasa hingga lansia adalah kanker payudara. Sementara ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya, lalu bagaimana cara mendeteksinya? Salah satu cara adalah dengan melakukan mammografi. Namun, untuk melakukannya, Anda juga perlu mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya.

Keuntungan Melakukan Mammografi

Hingga saat ini, mammografi menjadi standar paling efektif untuk screening dini kanker payudara. Mammografi sendiri merupakan proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar X dosis rendah yang umumnya berkisar 0,7 mSv. Mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor, kista, dan telah terbukti dapat mengurangi mortalitas akibat kanker payudara.[1]

Keuntungan lainnya melakukan mammografi, akan memungkinkan wanita yang terdiagnosis memiliki risiko tinggi atau mengalami kanker payudara untuk segera diobati. Ini juga termasuk salah satu cara bagi pihak medis untuk menurunkan jumlah pasien penderita kanker payudara setiap tahunnya.

Selain itu, dengan melakukan mammogram secara berjangka, pasien akan mendapatkan layanan kesehatan yang tepat. Hal ini juga akan membantu dokter untuk memilih cara mengatasi atau prosedur pengobatan yang paling efektif bagi pasiennya. Bahkan, jika kanker payudara dapat terdeteksi lebih awal, pasien tidak memerlukan kemoterapi.

Baca juga:  Cara Medis Mengobati Kulit Kapalan dan Mata Ikan (Clavus)

Biasanya, untuk mengobati pasien dengan kanker payudara stadium awal, dokter bisa menyarankan upaya untuk terapi hormon. Terapi hormon dilakukan dengan menggunakan jenis obat yang dikenal sebagai inhibitor aromatase, seperti anastrozole (Arimidex), exemestane (Aromasin), dan letrozole (Femara), yang memperlambat produksi estrogen tubuh.

Estrogen sendiri merupakan sekelompok steroid yang berfungsi sebagai hormon sex pada wanita. Hormon estrogen yang terlalu berlebihan pada wanita dapat memicu perkembangan atau pertumbuhan sel kanker payudara. Selain dapat diperlambat produksinya menggunakan terapi hormon, hormon estrogen dapat diperlambat dengan memberikan tamoxifen (Genox, Istanbul, Nolvadex, dan Valodex).

Meskipun dianggap sebagai standar dalam dunia medis dan memiliki banyak keuntungan, tetap saja bagi beberapa orang, melakukan mammografi masih perlu pertimbangan yang matang. Dilansir dari Harvard Health Publishing, bahkan ada beberapa kerugian yang bisa saja terjadi saat pasien menjalani mamografi. Bisa dikatakan, setiap wanita benar-benar perlu memutuskan apakah akan melanjutkan mamografi berdasarkan risiko prosedur terkait kondisinya atau tidak.

Prosedur tes mammografi (sumber: time.com)

Prosedur tes mammografi (sumber: time.com)

Kerugian Melakukan Mammografi

  • Risiko Positif Palsu. Positif palsu pada mammogram sebenarnya disengaja agar pasien melakukan pengujian lebih lanjut atau biopsi. Ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan hasil mammografi yang Anda lakukan. Sebagai wanita yang memiliki risiko tinggi terhadap kanker payudara, mungkin hal ini akan sangat bermanfaat, tetapi berbeda dengan wanita dalam kondisi normal. Mereka bisa mengalami stres berlebihan akibat hasil positif pada mammogramnya.
  • Potensi Overtreatment. Beberapa kondisi awal atau pra-kanker yang ditemukan oleh mamografi mungkin tidak pernah benar-benar berakibat fatal bagi seorang wanita. Namun, jika dokter belum memiliki kemampuan yang cukup untuk mendeteksi kanker itu berbahaya atau tidak, mau tidak mau pasien harus menerima sejumlah pengobatan. Overtreatment seperti ini jelas merugikan, tidak hanya secara finansial, tetapi juga kesehatan.
  • Terciptanya Kekhawatiran dan Stres. Mamografi bisa membuat stres, terutama ketika seseorang dipanggil kembali untuk memeriksa temuan abnormal pada hasilnya. Selain itu, temuan ini dapat mendorong perlunya menjalani prosedur diagnostik invasif, termasuk prosedur biopsi, yang tidak perlu.
  • Stres Fisik dan Efek Samping dari Perawatan. Prosedur pengobatan kanker payudara, seperti bedah, lumpektomi, mastektomi, radiasi, dan kemoterapi pada wanita yang lebih tua mungkin dapat ditoleransi. Namun, beberapa wanita yang lebih muda biasanya akan stres ketika tahu mereka harus melakukan prosedur tersebut. Stres ini tidak jarang menimbulkan rasa sakit berlebihan saat menjalani pengobatan ringan.
Baca juga:  Bedak Latulip No 6, Produk La Tulipe yang Cocok untuk Anda dengan Tone Kulit Pink

Beberapa kerugian di atas tentunya bisa Anda pertimbangkan dengan baik bersamaan dengan manfaatnya. Buatlah keputusan mengenai mammografi sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda merasa baik-baik saja dengan payudara yang normal dan kondisi tubuh yang fit, sebaiknya Anda tidak melakukan mammografi. Karena, masih ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker payudara tanpa harus melakukan mammografi.

Namun, bagi Anda yang kurang yakin dengan kondisi tubuh dan payudara Anda, Anda bisa melakukan mammografi. Mammografi juga perlu Anda lakukan jika Anda merasa ada kejanggalan pada bentuk maupun kondisi payudara Anda.

[1] Nur, Indah Manfaati. 2014. Mammography Screening pada Kanker Payudara dengan Generalized Structured Component Analysis. Statistika, Vol. 2(1): 26-33.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: