Transplantasi Kandungan: Solusi Bagi Pria dan Wanita Yang Ingin Hamil

Ibu Mengandung - (Sumber: sapujagat.com)Ibu Mengandung - (Sumber: sapujagat.com)

Transplantasi kandungan merupakan prosedur operasi di mana kandungan yang sehat ditransplantasi ke dalam tubuh yang tidak mempunyai kandungan atau keadaan uterus nya tidak sehat, tidak mempunyai fungsi sebagaimana mestinya.

Tindakan transplantasi kandungan adalah kondisi di mana perempuan tidak dapat hamil karena ia terlahir tanpa mempunyai kandungan, atau mempunyai kandungan tetapi tidak dapat berfungsi. Kondisi ini merupakan sesuatu yang menimpa kurang lebih 5% perempuan di seluruh dunia.

Ibu Mengandung - (Sumber: sapujagat.com)

Ibu Mengandung – (Sumber: sapujagat.com)

Transplantasi ini bukan merupakan hal yang baru. Operasi ini sudah dilakukan di beberapa negara, diantaranya di Amerika Serikat, Brasil, Swedia, China, Jerman, Serbia, Republik Ceko, Saudi Arabia dan Turki.

Di Amerika Serikat, transplantasi ini pernah dilakukan tahun lalu, tepatnya 24 Februari 2016. Dilansir dari Nytimes, transplantasi ini dilakukan di Cleveland Clinic. Pasiennya adalah wanita berusia 26 tahun. Ia mengatakan, tidak dapat mengetahui apa masalah dalam tubuhnya, tetapi kandungannya yang sudah dianalisis oleh ahli patologi, mengalami masalah.

Pihak yang mendonorkan kandungannya, merupakan seorang wanita berusia 30tahun. Transplantasi ini merupakan satu dari 10 tindakan yang dilakukan oleh klinik tersebut, dengan maksud membantu perempuan tanpa kandungan yang ingin hamil dan memiliki anak.

Sayangnya, tindakan tersebut gagal. Kegagalan itu, ironisnya, terjadi sehari setelah klinik tersebut menggelar konferensi yang menjelaskan apa yang menjadi kunci suksesnya suatu transplantasi. Di dalam wawancara itu, Dr. Andreas G. Tzakis menjelaskan bahwa Lindsey, pasien transplantasi, telah menjalani satu biopsi untuk mengecek penolakan dan tidak ada tanda tanda penolakan dari tubuhnya.

Perwakilan klinik itu mengatakan, “Walaupun ini sulit baik untuk pasien maupun tim medis, pemulihan Lindsey berjalan dengan baik.” Walaupun gagal, Lindsey tetap berterimakasih kepada tim dokter yang menanganinya,” Mereka bekerja dengan sangat cepat untuk menjamin keselamatan serta kesehatan saya. Sayangnya, saya kehilangan kandungan karena komplikasi. Tetapi, saya baik-baik saja, dan menghargai semua dorongan positif serta doa kalian.”

Dr. Alexander Maskin dari Universitas Nebraska mengatakan bahwa kegagalan itu membuatnya berkecil hati. Ia mengatakan bahwa tim dokter bedah yang menangani pasien tersebut adalah ahli di bidangnya.

Berkaitan dengan mengapa operasi tersebut gagal, ia mengatakan terdapat beberapa kemungkinan, termasuk penolakan oleh sistem imun pasien, infeksi, atau masalah dengan vein dan arteri sebagai tempat mengalirnya darah yang terhubung dengan kandungan.

Baru-baru ini transplantasi kandungan kembali dilakukan. Kali ini terjadi di India untuk pertama kalinya. Seorang ibu rela mendonorkan kandungannya untuk putrinya yang berusia 21 tahun.

Ibu ini menjalani prosedur operasi, sehingga putrinya yang terlahir tanpa kandungan dapat merasakan memiliki keturunan. Dr. Shailesh Puntambekar mengatakan bahwa pasien dalam keadaan baik, dan operasi ini akan berlangsung selama 8 jam. Operasi ini dilakukan oleh tim dokter dari Pune Galaxy Care.

Pasien ini telah menunggu selama satu tahun setelah sebelumnya ia mencoba program hamil melalui in vitro fertilization (IVF), untuk memberikan tubuhnya cukup waktu untuk beristirahat dan menerima kandungan yang baru.

Suksesnya transplantasi ini jarang terjadi karena adanya kompleksitas dari prosedur. “Prosedur ini sulit karena melibatkan banyak arteri yang ukurannya besar yang terjalin disini, dan karena pembuluh darah itu kecil dan pendek,” ujar Puntambekar. “Secara teknis, hal ini berat.” Selain itu juga karena operasi ini merupakan yang pertamakali dilakukan di India.

Proses pertama untuk transplantasi kandungan ini dimulai dengan VIF, dimana sel telur dipindah dari tubuh pasien, dibuahi oleh sel sperma, yang akan menghasilkan embrio. Kemudian, kandungan dari pendonor dipindahkan ke dalam tubuh pasien.

Embrio yang dipindahkan ke tubuh pasien biasanya dibiarkan selama satu tahun setelah transplantasi untuk memastikan apakan tubuh mengalami penolakan terhadap kandungan yang baru atau tidak. Setelah semua berfungsi dengan baik, pasien dimonitor selama masa kehamilannya.

Baca juga:  Apa Yang Akan Terjadi Jika Berhenti Konsumsi Pil KB?

Lantas bagaimana jika yang ingin memiliki anak bukan hanya dari pihak wanita? Bagaimana kalau yang menginginkannya adalah kaum transgender, pria yang mengubah diri seutuhnya menjadi seorang wanita?

Untuk menjawab hal tersebut, telah terdapat penelitian yang menemukan cara agar pria bisa hamil. Hal ini berkat prosedur transplantasi kandungan. Penegasan atas kemungkinan pria bisa hamil ini diutarakan oleh ahli reproduksi, Dr. Rebecca Flyckt.

Flyckt, merupakan obstetrician-gynaecologist (dokter kandungan), menyatakan jika hal itu secara teoretis bisa dilakukan pada pria. Melalui prosedur itu pria bisa hamil.

“Ini akan menjadi upaya bedah dan endokrinologis yang luar biasa besar. Tidak hanya melibatkan penciptaan vagina, tapi juga pembedahan seluruh bagian panggul, yang bisa dilakukan oleh ahli operasi transgender,” ujar Flyckt.

Ibu Mengandung - (Sumber: panduanlengkapuntukibuhamil.blogspot.co.id)

Ibu Mengandung – (Sumber: panduanlengkapuntukibuhamil.blogspot.co.id)

Menurut Flyckt, setelah prosedur transgender dilakukan, langkah selanjutnya adalah mencangkok rahim dari donor. Pasien pun harus menjalani terapi hormon untuk mendukung kehamilan sebelum dan sesudah transplantasi embrio. Prosedur ini mirip dengan serangkaian hormon yang diberikan kepada wanita menopause yang ingin hamil lagi.

Dikatakannya, meskipun rahim merupakan milik orang lain yang didonorkan ke seorang pria, sang bayi bisa tetap memiliki gen biologis dari pria tersebut. Caranya, sang pria bisa lebih dulu membekukan sperma miliknya sebelum melakukan operasi transgender. Sperma itu bisa dimasukkan kembali saat pria telah berubah menjadi wanita dan memiliki rahim.

“Sayangnya, kebijakan protokol di institusi kami untuk transplantasi ini baru terbatas untuk wanita yang rahimnya tidak berfungsi,” ujar Flyckt.

Dengan adanya tindakan transplantasi kandungan, diharapkan dapat menjadi solusi bagi wanita yang mengalami masalah di janinnya. Hal ini juga dianggap mampu membantu kaum transgender yang ingin memiliki anak.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: