Tradisi Unik Tentang Kecantikan Yang Dilakukan di Jepang

kecantikan, di, jepang, tradisi, gaya, hidup, unik, wanita, gigi, warna, hitam, teh, hijau, green, tea, jerawat, kulit, putih, bersih, dampak, positif, onsen, air, panas, pemandian, iritasi, kebiasaan, rumput, lautKecantikan wanita Jepang

Jepang terkenal dengan para wanitanya yang berkulit putih dan bersih. Tidak jarang beberapa produk kecantikan terinspirasi oleh kecantikan kulit yang dimiliki oleh wanita Jepang. Sehingga, brand kecantikan memproduksi produk yang nantinya memberikan tampilan kulit putih bersih.

Kulit bersih dan bersinar tidak selalu didapatkan dari hasil pemakaian rutin serum, krim, lotion, masker, toner, dan produk kecantikan lainnya. Pilihan gaya hidup juga dapat memengaruhi keadaan kulit Anda.

Dalam budaya Jepang, ada beberapa tips kecantikan yang berusia berabad-abad yang tidak memakai produk kecantikan kulit yang dijual di pasaran. Rahasia kuno tentang kecantikan itu telah menyebar sehingga menjadi tren kecantikan di seluruh dunia.

Menjaga kulit tidak hanya dilakukan dengan pemakaian rutin beberapa produk kecantikan, tetapi juga perlu didukung oleh gaya hidup yang juga akan membawa dampak positif bagi kulit Anda. Berikut ini ada beberapa metode atau gaya hidup yang biasa dilakukan di Jepang dalam tujuannya mendapatkan manfaat positif bagi kesehatan kulit Anda.

Onsen

Bagian integral dari budaya Jepang adalah mandi, sering di mata air panas yang disebut onsens. Selain tempat yang menenangkan untuk menghabiskan menit atau jam bersantai, onsen sebenarnya sangat bermanfaat bagi kulit. Untuk disebut sebagai onsen, air harus memiliki suhu tertentu dan secara alami harus mengandung satu dari 19 mineral yang semuanya memiliki sifat penyembuhan.

kecantikan, di, jepang, tradisi, gaya, hidup, unik, wanita, gigi, warna, hitam, teh, hijau, green, tea, jerawat, kulit, putih, bersih, dampak, positif, onsen, air, panas, pemandian, iritasi, kebiasaan, rumput, laut

Onsen, berendam di air panas (sumber: kencantravel.com)

Beberapa onsen yang kaya akan kandungan mineral dinilai sangat bermanfaat bagi kulit. Beberapa penelitian bahkan telah menemukan hasil bahwa air di pemandian dapat mengurangi iritasi dari kondisi kulit kronis seperti eksim dan psoriasis.

Baca juga:  Penyebab & Cara Mengatasi Kulit Kepala Kering Berkerak

Saline onsen, terutama yang mengandung sodium bikarbonat, dikenal dapat membuat kulit halus. Bagi mereka yang ingin menikmati mata air panas tradisional Jepang, pengunjung harus mengunjungi Kyushu, sebuah pulau di Jepang yang dikenal sebagai tempat penghasil air onsen alami terbanyak.

Rumput laut

Makanan tradisional Jepang biasanya adalah ikan dan sayuran dan tidak termasuk susu dan daging. Salah satu makanan pokok Jepang yang paling penting adalah wakame, sejenis rumput laut yang dapat dimakan yang mengandung antioksidan kuat, protein, kalsium, zat besi, kalium, folat, vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan vitamin. B2.

Selain menyuplai tubuh dengan vitamin, wakame juga memiliki sifat anti-penuaan yang membuat kulit tampak awet muda. Menurut Eat Algae, wakame dapat menghambat enzim hyaluronidase dari serangan pasokan asam hyaluronic tubuh, yang bertanggung jawab untuk elastisitas dan kehalusan kulit.

Dengan cara menghalangi enzim, rumput laut dapat membantu menjaga kulit supaya tetap  halus dan kencang. Untuk makanan Jepang asli, Anda bisa mengunjungi Isorokuya, sebuah restoran yang terletak di Ōita (kota yang terletak di Prefektur Oita di Jepang bagian selatan).

Baca juga:  Review Sariayu Acne Care Facial Foam

Teh hijau (green tea)

Meskipun menjadi tren kecantikan yang semakin populer di budaya Barat, Jepang lebih dahulu dikenal dengan tradisi minum teh hijau untuk membantu masalah kulit selama berabad-abad.

Selain minum teh hijau yang bermanfaat karena tinggi antioksidan, banyak produk perawatan kulit Jepang juga memasukkannya teh hijau sebagai bahan. Teh hijau disebut-sebut memiliki banyak manfaat kesehatan dan studi telah menghubungkan inklusi dalam produk perawatan kulit untuk menurunkan risiko kanker kulit dan membalikkan kerusakan kulit. Bahkan, kabarnya ada penelitian yang menemukan bahwa teh hijau yang dioleskan secara rutin mungkin akan bermanfaat dalam perawatan jerawat.

kecantikan, di, jepang, tradisi, gaya, hidup, unik, wanita, gigi, warna, hitam, teh, hijau, green, tea, jerawat, kulit, putih, bersih, dampak, positif, onsen, air, panas, pemandian, iritasi, kebiasaan, rumput, laut

Green tea dituangkan ke dalam cangkir (sumber: epicurious.com)

Tabir surya sebagai perlindungan dari sinar matahari

Di Jepang, cita-cita kecantikan pada zaman kuno mengakui kulit pucat sebagai kulit yang indah, yang berarti bahwa wanita Jepang akan menghindari paparan sinar matahari jika memungkinkan.

Namun, hal itu memicu kontroversial yang mengatakan bahwa pemutihan kulit masih menjadi tren kecantikan di beberapa bagian Jepang dan beberapa produk pemutih bisa mengandung bahan atau zat yang berbahaya.

Tetapi, melindungi kulit dari paparan sinar UV adalah keputusan yang masuk akal untuk semua jenis kulit, apakah dengan cara menggunakan krim matahari atau topi. Mengambil tindakan pencegahan ini berarti kulit lebih memungkinkan untuk menjaga elastisitas dan juga dapat meminimalkan risiko kanker kulit secara signifikan.

Baca juga:  Masker Alami Yang Ampuh Untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Selain beberapa tradisi dalam menjaga kecantikan kulit, Jepang juga memiliki kebiasaan unik yang masih berkaitan dengan kecantikan. Kebiasaan itu dinamakan Ohaguro yang merupakan kebiasaan mewarnai gigi dengan warna hitam yang dilakukan wanita Jepang. Kebiasaan ini populer di Jepang sampai Zaman Meiji. Kebiasaan ini dilakukan bukan tanpa alasan dan tujuan.

Kebiasaan itu dilakukan agar para wanita Jepang dianggap menarik oleh lawan jenis. Pada zaman dahulu, wanita dengan gigi berwarna hitam dianggap cantik dan menarik. Dan, hal itu dianggap sebagai tanda kecantikan wanita oleh masyarakat Jepang.

Bagaimana cara wanita Jepang memberi warna hitam pada giginya? Pertama, mereka akan merendam tambalan besi ke dalam teh atau sake. Ketika besi teroksidasi, cairan akan berubah warna menjadi hitam. Kemudian, cairan ini akan ditambahkan dengan bahan-bahan rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan adas ke dalamnya.

Setelah cairan sudah tercampur dengan bahan-bahan, maka siap untuk diminum. Cairan ini yang bisa menyebabkan gigi berubah warna menjadi hitam. Untuk menjaga gigi supaya tetap hitam, maka prosesnya harus diulangi beberapa hari sekali.

Kebiasaan Ohaguro telah dipraktikkan pada Zaman Edo. Walaupun, tidak diketahui secara pasti kapan kebiasaan itu bermula. Namun, tradisi Ohaguro ini menjadi sangat terkenal untuk beberapa waktu pada masa Heian. Selama periode ini, para aristokrat, terutama anggota perempuannya berlatih terus menerus untuk menjadikan gigi mereka berwarna hitam.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: