Apa Saja Tips untuk Mengonsumsi Probiotik?

Ilustrasi: probiotik (sumber: nccih.nih.gov)Ilustrasi: probiotik (sumber: nccih.nih.gov)

Probiotik adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan mikroorganisme yang dapat memberikan efek baik pada organisme lain.[1] Probiotik seringkali direkomendasikan oleh dokter dan ahli nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Meskipun begitu, banyak orang yang ceroboh dalam menggunakan probiotik, sehingga memperburuk kesehatannya. Lalu, apa saja tips untuk mengonsumsi probiotik?

Ketahui Manfaat Probiotik

Dilansir dari Vogue, penggunaan probiotik untuk memerangi ketidakseimbangan mikrobioma usus telah meningkat selama dekade terakhir. Selain itu, bakteri baik ini juga diklaim sangat baik untuk meningkatkan kesehatan pencernaan, khususnya usus. Biasanya, mikrobioma ini dikonsumsi dalam bentuk kapsul dan minuman fermentasi.

Menurut Ahli Pengobatan Fungsional bernama Frank Lipman, MD, probiotik mampu membantu memerangi bakteri berbahaya, membantu penyerapan nutrisi, meningkatkan lapisan usus supaya kuat, mengurangi infeksi, mengurangi peradangan, dan mengoptimalkan suasana hati. Selain itu, bakteri baik ini bermanfaat untuk mengatasi sembelit dan melancarkan BAB.

Meskipun probiotik memiliki banyak manfaat baik, Anda tidak bisa mengonsumsinya sembarangan. Mengonsumsi mikroorganisme ini dalam jumlah terlalu banyak bisa menyebabkan diare dan gangguan pola makan. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat bisa memengaruhi kinerja probiotik yang Anda konsumsi. Sebagai contoh, jika Anda kurang olahraga dan sering bersantai di rumah, probiotik yang Anda konsumsi tidak bisa bekerja secara optimal, sehingga sia-sia saja Anda memakannya.

Baca juga:  Ingin Meningkatkan Daya Ingat? Berikut Beberapa Cara Yang Bisa Dilakukan

Anda juga perlu memperhatikan kondisi mental Anda jika ingin mengonsumsi probiotik secara rutin. Pastikan Anda tidak stres berlebihan, baik itu karena lingkungan atau secara hormonal. Stres bisa membuat pencernaan, khususnya usus Anda, menjadi kacau dan tidak berfungsi secara optimal, sehingga probiotik yang Anda telan tidak bisa diserap dengan baik.

Ilustrasi: makanan sumber probiotik (sumber: experiencelife.com)

Ilustrasi: makanan sumber probiotik (sumber: experiencelife.com)

Perhatikan Dosis Probiotik

Supaya Anda mendapatkan hasil yang optimal, Anda perlu mengetahui dosisnya. Untuk jenis minuman fermentasi, Anda cukup mengonsumsi satu kemasan saja per hari. Ini berbeda jika Anda ingin minum pil atau kapsul probiotik. Setiap kapsul bakteri baik ini mengandung jumlah mikroorganisme yang berbeda dan biasanya disesuaikan dengan keluhan konsumen. Jika Anda memiliki keluhan yang kronis, maka dosis probiotik harus ditingkatkan sesuai masalah kesehatan Anda. Sementara, jika Anda tidak memiliki gangguan pencernaan kronis, Anda bisa mengonsumsi probiotik dengan dosis rendah.

Baca juga:  Menu Diet Atkins Yang Sebaiknya Dikonsumsi Ketika Puasa

Menurut Direktur Medis Padre Integrative Health bernama Vincent Pedre, MD, sebagai pemula dengan kondisi normal dan sehat, Anda bisa mengonsumsi pil probiotik yang mengandung 20 hingga 30 miliar bakteri baik. Ini bisa Anda lihat di bagian belakang kemasan. Dosis ini bisa dinaikkan menjadi 50 miliar jika Anda mengalami gangguan usus kecil dan 100 miliar jika Anda pernah menggunakan antibiotik. Sementara itu, bagi pasien dengan gangguan pencernaan kronis dan infeksi jamur, bisa mengonsumsi probiotik dengan dosis hingga 225 miliar. Tentunya, untuk mengetahui dosis yang paling tepat, Anda harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli nutrisi.

Setelah Anda mengetahui dosis yang tepat, minumlah pil ini secara rutin selama beberapa bulan untuk mengetahui apakah tubuh Anda mengalami perubahan baik atau tidak. Cara ini bertujuan untuk mengenalkan produk (bakteri baru) dengan tubuh Anda. Hentikan penggunaan probiotik jika Anda merasa kembung, diare, atau mengalami gejala alergi.

Ilustrasi: produk suplemen probiotik (sumber: consumerlab.com)

Ilustrasi: produk suplemen probiotik (sumber: consumerlab.com)

Pilih Jenis Suplemen Sesuai Gaya Hidup

Sangat penting untuk memilih jenis suplemen probiotik yang Anda konsumsi. Ada dua varian kapsul atau pil bakteri baik yang dijual di apotek, yakni self stable suplemen dan suplemen yang harus disimpan di lemari es. Dua varian ini memiliki daya tahan yang berbeda. Self stable suplemen, atau suplemen yang bisa disimpan di suhu ruang, umumnya memiliki daya simpan sebentar, karena mudah busuk. Sementara itu, suplemen yang harus didinginkan atau disimpan di kulkas memiliki daya simpan lebih lama dan tidak mudah busuk.

Baca juga:  6 Cara Mengatasi Nyeri dan Kram Saat Menstruasi/Haid dengan Mudah dan Sederhana

Bagi Anda yang memiliki gaya hidup sehat dan bisa rutin mengonsumsi suplemen probiotik, sebaiknya memilih varian self stable suplemen atau produk yang tidak harus disimpan di lemari es. Sementara itu, bagi Anda yang memiliki gaya hidup dengan pola berubah-ubah dan memiliki banyak aktivitas, sehingga tidak sempat minum suplemen secara rutin, sebaiknya memilih produk yang harus disimpan di lemari pendingin.

[1] Effendi, Ferry, Anna P. Roswiem, Ernie Stefani. 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Teh Kombucha Probiotik terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. FITOFARMAKA Jurnal Ilmiah Farmasi Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor, Vol. 4(2): 1-9.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: