Tips Menjaga Kesehatan Di Usia 20 & 30-an

Menjaga, kesehatan, badan. Tubuh, sehat, usia, umur, wanita, 20, 30, tahun, tahunan, 20-an, 30-an, tips, cara, produktif, kanker, tes, skrining, jantung, hasil, pengobatan, tindakan, pencegahan, dokter, serviks, payudara, pap smear, penyakit, kelamin, HIV, seksual, deteksi, aktivitas, olahraga, latihan, riwayat, keluarga, periksa, konsultasiIlustrasi: pebisnis muda yang aktif & enerjik

Menjaga kesehatan memang sangat penting. Apalagi untuk Anda yang sedang ada di usia produktif antara umur 20-30 tahunan. Pada usia tersebut menjaga tubuh tetap fit dan segar sangat penting. Kegiatan yang menumpuk seringkali membuat Anda melalaikan kesehatan.

Salah satu penyakit yang tidak mengenal usia dan dapat menyerang siapa saja adalah penyakit jantung. Saat ini penyakit ini masih menjadi penyebab utama kematian. Kurangnya olahraga, pola makan yang buruk dan kebiasaan tidak sehat lainnya dapat menyebabkan serangan jantung. Siapa saja di usia berapapun dapat menerima serangan jantung. Untuk itu menjaga kesehatan sangat penting.

Ketika Anda berusia 20-an dan 30-an, gaya hidup yang tepat dan tes skrining bisa sangat membantu Anda tetap sehat. Berikut adalah tips untuk menjaga kesehatan bagi Anda yang berusia 20-30 tahunan.

Mulai rencana diet dan latihan jantung sehat

Usia produktif manusia dimulai saat Anda memulai umur 20-an. Maka saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung. Mulai menjaga kesehatan sejak usia muda akan membuat Anda terhindar dari serangan penyakit jantung. Lewatkan makanan yang digoreng dan berlemak, dan cobalah untuk berolahraga setidaknya setengah jam setiap hari. Makan dengan benar dan tetap aktif adalah hal baik yang harus Anda lakukan.

Jika Anda mengatur kebiasaan ini sekarang, manfaatnya akan bertahan seumur hidup. Dan jika Anda berencana untuk memiliki anak-anak suatu hari nanti, itu ide yang baik untuk mengambil multivitamin yang memberi Anda banyak asam folat – antara 400 dan 800 mikrogram sehari. Mulailah mengonsumsi asam folat setidaknya 1 bulan sebelum Anda berencana untuk hamil, dan pertahankan selama trimester pertama Anda.

Menjaga, kesehatan, badan. Tubuh, sehat, usia, umur, wanita, 20, 30, tahun, tahunan, 20-an, 30-an, tips, cara, produktif, kanker, tes, skrining, jantung, hasil, pengobatan, tindakan, pencegahan, dokter, serviks, payudara, pap smear, penyakit, kelamin, HIV, seksual, deteksi, aktivitas, olahraga, latihan, riwayat, keluarga, periksa, konsultasi

Ilustrasi: pola konsumsi makanan sehat

Usia 30-an adalah juga termasuk usia produktif, saat memasuki usia ini Anda lebih memiliki waktu yang sedikit untuk memikirkan kesehatan Anda. Hal ini disebabkan Anda lebih banyak berkonsentrasi tentang kesehatan. Lakukan hal di bawah ini untuk menjaga Anda terhindar dari serangan jantung.

Baca juga:  Menu Diet Atkins Yang Sebaiknya Dikonsumsi Ketika Puasa

Ciptakan lingkungan yang sehat bersama keluarga

Kompak bersama keluarga untuk menjaga kesehatan jantung sangat penting. Mulai dengan menerapkan hidup sehat di keluarga seperti berolahraga bersama dan mengatur pola makan. Bertukar pikiran tentang cara menjaga kesehatan jantung akan membuat Anda lebih bersemangat menjaga kesehatan.

Mulai membiasakan diri untuk makan dengan makanan yang sehat. Mengolah makanan sendiri alih-alih membeli di luar akan membuat Anda lebih sehat. Anda lebih mudah mengatur nutrisi yang Anda konsumsi.

Cari tahu sejarah kesehatan keluarga Anda

Jika memang salah satu keluarga Anda pernah bermasalah dengan kesehatan jantung maka Anda harus lebih berhati-hati. Dengan demikian Anda akan lebih menjaga kesehatan, dengan menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Jangan lupa untuk tetap berkonsultasi kepada dokter tentang kesehatan.

Hindari stres

Perlu Anda ketahui jika terlalu stres dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga dapat merusak dinding arteri. Hal inilah yang menyebabkan serangan jantung.

Memeriksakan diri secara rutin ke dokter

Menjaga, kesehatan, badan. Tubuh, sehat, usia, umur, wanita, 20, 30, tahun, tahunan, 20-an, 30-an, tips, cara, produktif, kanker, tes, skrining, jantung, hasil, pengobatan, tindakan, pencegahan, dokter, serviks, payudara, pap smear, penyakit, kelamin, HIV, seksual, deteksi, aktivitas, olahraga, latihan, riwayat, keluarga, periksa, konsultasi

Ilustrasi: konsultasi kesehatan ke dokter

Pergi ke dokter tidak perlu menunggu sakit. Seorang yang sehat juga perlu ke dokter, untuk konsultasi kesehatan. Konsultasikan tentang pola hidup sehat dan tentang diet untuk menjaga kesehatan Anda. Mendapat bimbingan tentang menjaga pola hidup sehat sangat penting. Mengecek secara rutin tekanan darah, tingkat gula darah dan kolesterol akan membuat Anda lebih berhati-hati.

Baca juga:  Telat Haid Tapi Tidak Ada Tanda Kehamilan, Kenapa?

Menjaga aktivitas fisik

Rutin bergerak akan membuat Anda lebih mudah dalam menjaga kesehatan jantung. Anda dapat mulai untuk rutin berolahraga, agar kesehatan jantung Anda terjaga.

Hindari menjadi perokok aktif maupun pasif

Kedua hal ini dapat berbahaya bagi kesehatan jantung Anda. Jika Anda perokok aktif mulai saat ini berhenti merokok, karena rokok menyebabkan Anda 30% lebih berisiko untuk terkena penyakit jantung.

Ketahui sejarah kesehatan keluarga Anda

Apakah saudara perempuan, ibu, atau nenek Anda menderita kanker payudara atau penyakit jantung sebelum usia 50 tahun? Apakah diabetes berjalan dalam keluarga? Ini adalah pertanyaan penting untuk meminta keluarga Anda membantu dokter Anda mengetahui risiko kesehatan Anda sendiri.

Lakukan Tes Skrining

Memasuki penghujung usia 20-an, faktor kesehatan tentu harus semakin menjadi prioritas. Pemeriksaan kesehatan lebih ditujukan sebagai screening kesehatan. Prinsipnya, lebih baik mencegah daripada mengobati. Apalagi, tidak semua penyakit itu bisa dirasakan gejalanya, misalnya hipertensi, dislipidemia (peningkatan kadar lemak dalam darah), dan diabetes.

Skrining kesehatan dapat membantu para wanita untuk mendeteksi penyakit lebih cepat, mempelajari faktor risiko penyakit, dan memantau kesehatan Anda.

Menjaga, kesehatan, badan. Tubuh, sehat, usia, umur, wanita, 20, 30, tahun, tahunan, 20-an, 30-an, tips, cara, produktif, kanker, tes, skrining, jantung, hasil, pengobatan, tindakan, pencegahan, dokter, serviks, payudara, pap smear, penyakit, kelamin, HIV, seksual, deteksi, aktivitas, olahraga, latihan, riwayat, keluarga, periksa, konsultasi

Ilustrasi: mengecek tekanan darah

Karena tubuh setiap wanita itu berbeda-beda, Anda mungkin saja mengidap penyakit tertentu yang belum terdeteksi karena tidak memunculkan gejala apapun. Atau Anda punya banyak keluhan kesehatan tanpa sebab yang jelas? Itulah mengapa Anda sebaiknya melakukan berbagai skrining untuk wanita berikut ini.

Kanker payudara

Untuk deteksi dini kanker payudara, Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan mamografi, yaitu proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar X dosis rendah. Untuk Anda yang berusia 20 atau 30 tahun, Anda perlu melakukan pemeriksaan payudara setiap satu sampai tiga tahun. Untuk Anda yang berusia 40 keatas, Anda perlu melakukannya setiap tahun karena risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, jika keluarga Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau memiliki faktor risiko yang lebih besar untuk memiliki kanker payudara, Anda perlu melakukan pemeriksaan payudara lebih sering.

Baca juga:  Jenis Bedak Untuk Cacar Air yang Dijual Secara Bebas di Pasaran

Kanker serviks

Pap smear bisa membantu Anda menemukan sel yang tidak normal pada serviks. Sel yang tidak normal tersebut dapat diangkat sebelum berubah menjadi sel kanker. Anda sudah bisa mendapatkan pap smear pertama saat Anda berusia 21 tahun (atau sesudah menikah) dan dilakukan rutin setiap tiga tahun. Jika Anda berumur 30 tahun atau lebih, Anda bisa melakukan skrining kanker serviks bersama dengan tes HPV setidaknya setiap lima tahun sekali.

Penyakit kelamin

Jika Anda sudah menikah atau telah aktif secara seksual, Anda juga memerlukan tes penyakit kelamin secara rutin, yaitu setiap tahun. Skrining yang diperlukan antara lain untuk mendeteksi klamidia, gonore, atau HIV/AIDS.

Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Deteksi HIV/AIDS dapat dilakukan dengan tes ELISA atau IFA. Tes akan dilakukan dua kali jika hasil pemeriksaan pertama positif atau jika Anda memiliki perilaku berisiko tinggi, namun mendapatkan hasil negatif. Jika hasil negatif, Anda dianjurkan tetap melakukan pencegahan HIV. Jika hasil positif, Anda akan mendapatkan pengobatan ARV. Ingat, semakin cepat HIV terdeteksi, maka akan semakin panjang usia harapan hidup yang dapat diupayakan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: