Kurang Nyaman Memilih Pasangan? Ini Tips Menjadi Single Mother

Ilustrasi: ibu dan anak-anak (pexels: Elina Fairytale)Ilustrasi: ibu dan anak-anak (pexels: Elina Fairytale)

Menjadi seorang single mother memang sangat berat. Banyaknya tekanan dan tuntutan, membuat seorang perempuan dengan anak kesusahan menjalani hidupnya. Namun, ada juga beberapa wanita yang lebih nyaman dengan statusnya sebagai orang tua tunggal, karena merasa kurang nyaman menikah lagi. Untuk itu, Anda harus tahu tips menjadi single mother supaya bisa menjalani peran Anda dengan baik.

Alasan Ingin Menjadi Single Mother

Seorang single mother adalah gambaran dari seorang wanita tangguh. Seorang ibu tanpa suami harus bisa mengurus rumah tangga, anak, sekaligus mencari nafkah. Bisa dibilang, seorang single mother harus bisa melakukan berbagai peran dalam keluarganya, baik sebagai ibu yang baik maupun sebagai ayah yang tangguh.[1]

Ada banyak alasan mengapa seorang wanita bisa menjadi orang tua tunggal. Dilansir dari Harvard Health Publishing, seorang ibu menjadi single mother karena perceraian, kematian suami, dan kehamilan yang tidak disengaja. Namun, seiring dengan kecanggihan teknologi, beberapa wanita memilih menjadi single mom karena pilihan mereka sendiri.

Saat ini, sudah ada program bayi tabung yang embrionya bisa didonasikan kepada wanita yang ingin memiliki momongan. Ini juga yang membuat jumlah perempuan yang ingin menjadi single mother meningkat. Seorang wanita bisa memiliki momongan tanpa suami. Biasanya, mereka memilih jalan ini karena trauma, tuntutan, atau kenyamanan.

Baca juga:  Apa Saja Tips Memulihkan Diri Setelah Keguguran?

Namun, bagi Anda yang ingin hamil dengan bayi tabung tanpa suami, sebaiknya Anda memilih embrio berkualitas baik. Ini bisa didapatkan dengan menelusuri status keluarga calon anak yang Anda pilih. Jika Anda tidak ingin repot, Anda juga bisa mengadopsi anak orang lain. Sayangnya, untuk kasus adopsi legal di panti asuhan, salah satu syaratnya adalah harus menikah. Nah, bagi Anda yang ingin tetap menjadi single mother dengan berbagai macam faktor, seorang Terapis Ellen S.Glazer membagikan tipsnya sebagai orang tua tunggal.

Tips Menjadi Single Mother

Ilustrasi: ibu dan anak (pexels: cottonbro)

Ilustrasi: ibu dan anak (pexels: cottonbro)

Tentukan Usia Memiliki Anak

Memiliki anak dan menjadi orang tua tanpa pasangan membutuhkan tingkat kematangan yang baik. Mungkin, akan sulit bagi Anda yang menjadi single mother karena menjadi janda, tetapi jika Anda dari awal memang memutuskan menjadi ibu tanpa suami, sebaiknya Anda menentukan usia yang tepat.

Sebagai langkah awal, tanyakan pada diri Anda, di usia berapa Anda sudah memiliki kematangan mental yang baik. Tingkat kedewasaan setiap wanita berbeda, ada yang sudah dewasa di usia 20-an, ada juga yang di awal 30-an. Itu bukan hanya sikap yang dewasa, tetapi juga pemikiran yang dewasa. Dengan begini, Anda bisa mengambil berbagai keputusan dengan baik saat memiliki anak.

Baca juga:  Tips Mengatasi Anak yang Kecewa Karena di Rumah Saja

Pertimbangkan Risiko Menjadi Single Mother

Bagi Anda yang sudah memiliki anak dan tidak ingin menikah lagi, karena tertarik menjadi single mother, sebaiknya pikirkan risikonya. Ini juga berlaku bagi Anda yang tidak ingin menikah, tetapi ingin mempunyai momongan. Sebagai single mother, Anda harus bisa memprioritaskan kesenangan anak di atas kesenangan Anda.

Jangan tergiur karena senangnya memiliki anak, kemudian Anda mengesampingkan kesenangan anak. Banyak anak yang merasa kurang diperhatikan dan menjadi murung, karena ibu mereka lebih fokus dengan kebahagiaannya sendiri. Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan bahwa seorang anak sangat membutuhkan waktu Anda. Ini yang membuat banyak single mother harus menitipkan anaknya saat bekerja, padahal si kecil hanya ingin ditemani ibunya.

Siapkan Kebutuhan Anak

Meskipun menjadi single mother tidak perlu kaya, membesarkan seorang anak membutuhkan banyak biaya. Untuk Anda yang menjadi single parent karena perceraian dan suami yang meninggal, mungkin Anda harus memikirkan risiko seperti ini lebih matang. Tanyakan pada diri Anda, apakah Anda sanggup membesarkan anak hingga mereka bisa mencari uang sendiri.

Baca juga:  Inilah 5 Makanan Ibu Hamil Muda Agar Anak Cerdas dan Pintar

Sementara itu, untuk Anda yang masih single dan ingin memiliki anak tanpa suami, pastikan tabungan Anda cukup. Tidak hanya kebutuhan ekonomi untuk sekolah dan biaya makan anak, tetapi juga untuk kebutuhan harian Anda. Beberapa anak, bahkan membutuhkan biaya lain, seperti asuransi kesehatan.

Meminta Bantuan

Menjadi single mother bukan berarti Anda harus benar-benar mengasuh anak Anda sendirian. Saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang menawarkan layanan pengasuhan, tentunya ini bukan untuk bayi. Jika si kecil masih bayi, maka Anda wajib mengasuhnya sendirian atau meminta keluarga dan sahabat menemani Anda untuk mengasuhnya.

Namun, saat anak berusia setahun lebih, Anda bisa memanfaatkan layanan pengasuhan di lembaga pendidikan bersertifikasi. Anda bisa memasukkan anak Anda dalam kelompok bermain, kelompok belajar, atau PAUD. Ini membuat pekerjaan dalam mendidik anak juga terasa lebih ringan.

[1] Dewi, Listia. 2017. Kehidupan Keluarga Single Mother. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Universitas Negeri Padang, Vol. 2(3): 44-48.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: