Tips Mengatasi Anak yang Kecewa Karena di Rumah Saja

Anak di rumah sajaAnak di rumah saja

Ketika weekend atau liburan tiba, kebanyakan anak akan menyambutnya dengan gembira karena ingin pergi atau berlibur. Sayangnya, tidak semua orang tua bisa mewujudkan keinginan mereka untuk melancong. Ini tentu membuat mereka merasa kecewa dan sedih. Lalu, bagaimana cara membantu anak untuk menghadapi rasa kecewanya?

Kecewa merupakan salah satu gambaran emosi tentang realita kehidupan yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau keinginan. Rasa kecewa tentunya tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Anak-anak biasanya merasa kecewa karena hal-hal sepele, seperti tidak boleh membeli mainan atau tidak bisa bepergian saat libur tiba.

Rasa kecewa pada anak yang tidak diatasi dengan segera, bisa menyebabkan berbagai penyakit atau gangguan psikologis, di antaranya depresi, stres, trauma, tantrum, dan masih banyak lagi.[1] Dilansir dari HuffPost, Anda bisa menghilangkan rasa kecewa anak dengan cara membantu mereka menghadapi kenyataan yang ada. Ajari mereka cara menantang rasa kekecewaan tersebut. Selain itu, Anda bisa mencoba mempraktikkan hal berikut.

Luangkan Waktu untuk Sesi Curhat

Sebagian besar orang tua tidak bisa mengajak anaknya bepergian karena sibuk. Sesibuk apa pun Anda, Anda harus bisa meluangkan sedikit waktu untuk anak. Setidaknya, setiap hari, Anda harus meluangkan waktu selama 30 menit hingga 1 jam. Gunakan waktu tersebut untuk memperhatikan anak Anda.

Baca juga:  Fakta-fakta Unik dan Menarik Tentang Bayi Baru Lahir

Anda juga bisa menjadikan 30 menit yang berharga sebagai sesi curhat. Selain untuk mengetahui tingkat kekecewaan mereka karena di rumah saja, cara ini ampuh untuk meningkatkan ikatan antara orang tua dan anak. Cara ini juga bisa membuat mereka lebih merasa nyaman dan tidak membutuhkan acara pergi keluar rumah.

Komunikasi anak & orang tua

Komunikasi anak & orang tua

Biarkan Mereka Mengatasi Rasa Kecewa dengan Sedih

Selain curhat, anak-anak yang merasa kecewa biasanya akan menangis tersedu-sedu. Selama mereka tidak teriak atau tantrum, Anda bisa membiarkannya dulu. Mereka juga butuh waktu sendiri untuk mengatasi kesedihannya. Biarkan mereka menangis hingga tangisnya berhenti. Setelah itu, Anda bisa memeluknya dan mulai menghiburnya.

Membiarkan anak menangis memang bukan hal yang mudah. Bagi sebagian besar orang tua baru, biasanya mereka akan membentak anak-anak yang menangis. Hal ini justru membuat mereka semakin sedih dan dapat berisiko tantrum. Untuk itu, Anda perlu meningkatkan rasa sabar dan kasih sayang terhadap anak.

Baca juga:  Tindakan Suami yang Kasar Bisa Memperburuk Gejala Menopause

Lakukan Aktivitas yang Menarik

Sebagian besar anak akan merasa bosan di rumah saja, dan ini menjadi salah satu penyebab rasa kecewa pada anak. Untuk mengusir rasa bosan tersebut, Anda bisa mengajaknya melakukan aktivitas yang menarik. Lakukan hal-hal yang mereka sukai bersama-sama. Selain menyenangkan, ini juga membuat mereka menjadi lebih kreatif.

Sebagai saran, Anda bisa mencoba melakukan tie dye pada kaos anak-anak Anda. Cara ini selain menyenangkan, juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Seharian penuh melakukan aktivitas tersebut, membuat anak-anak lupa dengan rasa kecewanya.

Aktivitas menyenangkan di rumah

Aktivitas menyenangkan di rumah

Ajari Anak Video Call

Rasa kecewa pada anak tidak hanya disebabkan peraturan harus di rumah saja, tetapi juga pembelajaran jarak jauh. Seperti yang kita ketahui, pembelajaran jarak jauh membuat anak-anak tidak bisa bermain dengan teman-temannya. Ini juga membuat mereka semakin kecewa ketika mereka tahu tidak bisa pergi saat liburan tiba.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mengajari anak Anda untuk video call dengan teman-temannya. Ajari juga bagaimana cara membuat kelompok video call agar anak bisa berkomunikasi dengan mudah. Cara ini akan membuat mereka merasa terhibur dan mampu berkomunikasi dengan teman-temannya tanpa harus pergi ke sekolah.

Baca juga:  Mengapa Saat Menginjak Usia Dewasa Susah Menemukan Teman?

Tawarkan Alternatif pada Anak

Dilansir dari theAsianparent, tawarkan berbagai alternatif pada anak untuk mengatasi rasa kecewanya. Misalnya jika hari ini tidak bisa keluar rumah, tawarkan untuk bermain video game di rumah atau memesan makanan kesukaannya. Anak-anak pasti akan lebih tertarik untuk melakukan alternatif yang Anda tawarkan. Sehingga, mereka bisa melupakan rasa kecewanya. Cara tersebut juga salah satu tips agar anak Anda berpikir lebih kreatif. Sehingga, mereka bisa mengatasi rasa kecewa dengan sendirinya.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan ketika anak-anak kecewa karena di rumah saja. Selain itu, Anda juga perlu meningkatkan rasa kasih sayang kepada anak. Sehingga, mereka merasa nyaman dan aman dengan Anda dan tidak berpikir untuk kecewa dengan hal yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.

[1] Razak, Ahmad, dkk. 2014. Terapi Spiritual Islami: Suatu Model Penanggulangan Gangguan Depresi. Intuisi Jurnal Ilmiah Psikologi, Vol 6(2): 68-73.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: