Tips Memperkenalkan Finger Food pada Bayi

Ilustrasi: finger food untuk bayi (sumber: usa.bloombaby.com)

Finger food merupakan makanan yang dapat dipegang oleh bayi sejak berusia tujuh bulan, tanpa melalui tahap pemberian makanan berkonsistensi lunak (berbentuk puree atau lumat).[1] Tidak mudah memperkenalkan camilan seperti ini jika si kecil belum terbiasa. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan tips memberikan finger food supaya bayi Anda bisa belajar makan makanan padat tanpa rewel.

Dilansir dari WebMD, saat bayi sudah berusia tujuh lebih hingga delapan bulan, sudah saatnya untuk belajar makan makanan yang sedikit padat. Pada usia ini, si kecil sudah memiliki ketangkasan untuk mengambil makanan dan melepaskannya. Anak-anak juga sudah bisa menggerakkan tangan dan jarinya dengan baik, yang dibuktikan dengan gerakan tangan mereka yang bisa mengepal dan merenggang.

Kekuatan dan kemampuan otot serta saraf di tangannya akan menjadi lebih baik saat mereka menginjak usia sembilan bulan. Pada usia ini, bayi suka menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk menghancurkan makanan padat. Untuk mengajarkan balita supaya mereka bisa makan dengan tenang dan mengenal finger food dengan baik, Anda bisa melihat tips berikut.

Tips Memberikan Finger Food

Ilustrasi: bayi makan camilan (sumber: childmags.com.au)

Ilustrasi: bayi makan camilan (sumber: childmags.com.au)

  • Perkenalkan beberapa menu makanan yang agak lunak jika bayi Anda masih berusia tujuh bulan. Anda bisa memberikan sepotong keju, secuil roti, satu sendok pasta, sayuran rebus, dan buah-buahan.
  • Bayi akan langsung menggenggam makanan yang baru Anda berikan dan memasukkannya dalam mulut. Anda tidak perlu khawatir, karena ini adalah tahap mereka untuk mengenal tekstur dan rasa makanan padat. Supaya bayi tidak terburu-buru saat memakan finger food, Anda harus memberikannya dalam potongan yang kecil dan pas di genggaman si kecil.
  • Hindari memberikan makanan yang berbentuk bulat dan keras, seperti permen, jagung, kismis, popcorn, dan kacang-kacangan. Ini akan membuat bayi mudah tersedak dan mengalami gangguan pencernaan.
  • Pertahankan jadwal pemberian susu formula atau ASI pada saat pemberian finger food. Saat bayi sudah mulai mengenal makanan padat dan jarang diberi asupan bubur atau puree, maka mereka akan sering kehausan. Untuk itu, Anda harus siaga ketika bayi mulai merengek minta susu. Selain itu, susu formula diperlukan balita untuk memenuhi kadar nutrisi dalam tubuhnya.
  • Jika Anda sulit menemukan finger food yang baik, Anda bisa membelinya di toko khusus makanan bayi. Saat memilih produk camilan bayi, perhatikan komposisinya. Tidak semua bayi bisa mengonsumsi makanan padat dengan kandungan protein hewani, apalagi jika buah hati Anda memiliki alergi terhadap susu dan telur.
  • Jangan berikan makanan yang diolah dengan cara dibakar atau digoreng. Sebaiknya Anda memberikan makanan yang direbus atau dikukus, karena bayi masih memiliki tenggorokan yang lemah. Makanan yang digoreng atau dibakar biasanya memiliki tekstur yang keras dan cenderung berminyak. Ini bisa berisiko sakit radang tenggorokan pada bayi.
  • Supaya bayi tidak tersedak saat makan, Anda harus mengatur posisi makannya. Posisi makan yang baik adalah duduk dengan punggung yang tegak. Posisi ini juga bisa membantu tubuh untuk mencerna makanan lebih cepat daripada posisi telungkup atau terlentang.
  • Berikan finger food secara berselang-seling supaya bayi tidak bosan. Anak kecil memiliki rasa penasaran yang tinggi dan mudah teralihkan, dan inilah yang membuat mereka cepat bosan. Makan finger food dengan bentuk dan rasa yang sama membuat rasa penasaran mereka cepat menurun. Sehingga, mereka akan mencari hal lain untuk dimainkan.
  • Finger food tidak harus sesuatu yang padat, karena Anda bisa memberikan daging cincang atau brokoli yang ditumbuk. Makanan seperti ini tidak hanya membuat lidah dan gusi mereka menjadi peka, tetapi juga melengkapi kebutuhan seratnya.
  • Anda juga bisa memberikan umbi-umbian yang direbus atau dikukus. Ini sangat baik untuk memenuhi kalori dan karbohidrat. Sebagai contoh, Anda bisa memberikan kentang dan ketela rebus. Makanan ini bisa diberikan tanpa harus ditambah bumbu. Anak pada usia tujuh bulan belum bisa mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula dan garam.
Baca juga:  Bagaimana Cara Mengenali Anak Terkena Trauma (PTSD)?

Lakukan tips-tips di atas untuk mengajarkan anak Anda cara mengonsumsi makanan padat. Selain itu, finger food sangat penting untuk membantu merangsang pertumbuhan gigi dan meningkatkan kepekaan lidah anak.

[1] Anggraeni, Ririn Febriana. 2018. Perilaku Pemberian MP-ASI pada Bayi Usia 6-24 Bulan dengan Metode Baby Led Weaning pada Member Aktif Komunitas Ceria BLW. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Asda Akkes Asih Husada, Vol. 1(1): 1-18.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: