Tips dan Cara Membuat Anak Disiplin Tanpa Kekerasan

Tips, cara, membuat, anak, disiplin, tanpa, kekerasan, verbal, fisik, pukulan, memukul, orangtua, dewasa, disiplin, patuh, takut, ketakutan, stres, otak, jenis, mendidik, ancaman, kedisiplinan, teriakan, pengasuhan, perilaku, buruk, dampak, agresif, interaksi, metode, jenis, hormon, struktur, otak Ilustrasi: keluarga damai dan komunikatif

Mendidik dengan melakukan tentu tidak semestinya dianjurkan. Karena bisa jadi, bukannya jadi lebih disiplin dan patuh, namun justru membentuk buruk di dalam diri si anak.

Kekerasan yang kerap dilakukan oleh orang kepada anak bisa kekerasan fisik maupun verbal. Memarahi anak dengan suara keras, bahkan hingga mengucap kata-kata kotor jelas bukan sesuatu yang bijak untuk dilakukan.

Teriakan kemarahan selain menimbulkan pada si anak juga membuat mereka suatu ketika akan menantang balik. Dia terbiasa untuk menerima bentakan sehingga sangat mungkin dia meniru untuk balik membentak atau memarahi temannya, atau anaknya kelak dengan yang sama. Hal ini sama dengan mendidik melalui -cara kekerasan fisik, seperti mencubit, menampar, memukul, dan lain sebagainya. Anak akan dengan mudah meniru apa yang kita lakukan.

Jika pun kedua hal tersebut dinilai efektif untuk membentuk kedisiplinan si anak, bukan kedisiplinan yang tumbuh dari kesadaran hati si anak tapi lebih banyak karena ketakutan. Si anak bersedia untuk mandi tepat waktu, pulang bermain sebelum larut, atau makan sampai habis bukan karena mereka menyadari dampak buruk dari tidak disiplin atau manfaat baik untuk dirinya, melainkan karena takut dimarahi, takut untuk dipukul.

American Academy of Pediatrics memperkuat rekomendasinya untuk melarang tindakan pemukulan dan bentuk lain dari hukuman fisik terhadap anak, mengutip penelitian baru yang mengatakan bahwa jenis disiplin dapat mempengaruhi perkembangan otak yang normal.

Hukuman verbal yang keras, seperti mempermalukan atau penghinaan, juga merupakan ancaman bagi anak-anak, kata AAP dalam pernyataan kebijakan terbaru. “Kabar baiknya adalah, lebih sedikit orang tua yang mendukung penggunaan kekerasan daripada yang mereka lakukan di masa lalu,” kata Dr. Robert Sege, pembuat pernyataan kebijakan dan anggota Komite AAP yang lalu tentang Pelecehan dan Pengabaian Anak.

“Namun hukuman fisik tetap legal di banyak negara, meskipun ada bukti bahwa itu merugikan anak-anak – tidak hanya secara fisik dan , tetapi bagaimana mereka tampil di sekolah dan bagaimana mereka berinteraksi dengan anak-anak lain,” kata Sege dalam rilis berita akademi.

Tips, cara, membuat, anak, disiplin, tanpa, kekerasan, verbal, fisik, pukulan, memukul, orangtua, dewasa, disiplin, patuh, takut, ketakutan, stres, otak, jenis, mendidik, ancaman, kedisiplinan, teriakan, pengasuhan, perilaku, buruk, dampak, agresif, interaksi, metode, jenis, hormon, struktur, otak

Ilustrasi: memarahi dengan keras seringkali tidak berhasil memberi anak pelajaran

Penelitian menunjukkan bahwa menyerang, berteriak pada anak atau mempermalukan anak dapat meningkatkan hormon stres dan menyebabkan perubahan dalam struktur otak. Pelecehan verbal yang keras juga terkait dengan masalah kesehatan mental pada praremaja dan remaja, menurut AAP.

Satu studi menemukan bahwa anak-anak yang dipukuli lebih dari dua kali sebulan pada 3 tahun akan lebih agresif pada 5. Pada 9 tahun, efek negatif dari memukul masih terlihat.

Seiring dengan mempengaruhi perkembangan otak, memukul dan hukuman verbal dapat meningkatkan agresi pada anak-anak dalam jangka panjang dan tidak mengajari mereka tanggung jawab dan pengendalian diri. Orangtua harus dididik tentang disiplin yang lebih efektif yang melindungi anak-anak dari bahaya.

Menurut seorang penulis pernyataan kebijakan Dr. Benjamin Siegel, “Sebaiknya mulai dengan premis perilaku positif yang menguntungkan. Orang tua dapat mengatur aturan dan harapan sebelumnya. Kuncinya adalah konsisten mengikuti mereka.” Sege menambahkan: “Tidak ada gunanya memukul. Kami tahu bahwa anak-anak tumbuh dan berkembang lebih baik dengan pemodelan peran positif dan dengan menetapkan batas yang sehat. Kita bisa berbuat lebih baik.”

Akademi merekomendasikan bahwa dokter anak menggunakan kunjungan kantor untuk membantu orang tua dengan strategi yang sesuai usia untuk menangani disiplin anak mereka.

Orang tua hendaknya mengasuh anak dengan cara yang ramah, pendekatan yang halus tanpa kekerasan. Walaupun anak membuat kesalahan, didiklah dengan tidak menjewer atau memukul anak. Idealnya, orangtua mengubah cara pengasuhan mereka tanpa kekerasan. Komnas Perlindungan Anak, satgas dan pokja perlindungan anak juga diharapkannya lebih aktif mengarahkan orangtua untuk mendidik anak tanpa kekerasan. Bahkan dikatakan perlu adanya gerakan nasional untuk menghentikan kekerasan terhadap anak.

Sedangkan untuk anak yang remaja, orangtua dianjurkan menjadi sahabat buat anak. Sesekali gelar majelis permusyawaratan rumah. Temukan bersama apa yang salah dari , dan apa yang keliru dari bunda. Jadikan anak sahabat, bukan dengan cara kekerasan dan paksaan.

Tips Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

Tips, cara, membuat, anak, disiplin, tanpa, kekerasan, verbal, fisik, pukulan, memukul, orangtua, dewasa, disiplin, patuh, takut, ketakutan, stres, otak, jenis, mendidik, ancaman, kedisiplinan, teriakan, pengasuhan, perilaku, buruk, dampak, agresif, interaksi, metode, jenis, hormon, struktur, otak

Ilustras: menasehati dan memberi pengertian dengan tenang (sumber: Reader’s Diggest)

Ambillah waktu jeda

Saat anak mulai bandel dan membuat kesal, Anda pasti merasa gemas dan ingin memukulnya. Di sinilah pengendalian diri Anda sangat dibutuhkan. Jangan menyerah pada amarah yang hanya akan menyakiti anak.

Berikan hukuman yang masuk akal pada anak

Memberi hukuman nyatanya tidak harus melalui kekerasan fisik, Anda bisa menerapkan hukuman yang lebih rasional dan meningkatkan kedisiplinan pada anak. Misalnya, bila anak suka meloncat ke sana kemari dan tidak bisa diam, buat ia berdiri di pojok selama 10-15 menit. Atau sampai kemarahan Anda berkurang. Bila dia suka membuat kamarnya berantakan, buat ia membereskannya atau Anda akan mengurangi uang jajannya selama seminggu.

Buat anak menulis permintaan maaf

Saat anak mulai berbuat nakal atau berperilaku buruk, buat ia menulis beberapa halaman permintaan maaf. Dengan begini anak akan menyadari bahwa apa yang ia lakukan adalah salah. Dan anak akan berperilaku lebih baik ke depannya. Selain menulis permintaan maaf, Anda juga bisa meminta anak untuk menulis apa dampak negatif dari perilaku yang ia lakukan. Agar ia semakin memahami dan tidak melakukannya lagi di masa depan.

Memberi tugas

Saat anak tidak menurut, Anda bisa mengalihkan energi anak kepada tugas-tugas rumah yang lebih bermanfaat. Berikan ia tugas yang penting, bahkan meskipun dia tak menyukainya. Ketidakpuasan dan minimnya kesenangan saat melakukan tugas rumah tersebut juga merupakan salah satu hukuman baginya.

Banyak cara yang bisa orangtua lakukan untuk mendisiplinkan anak tanpa harus memukulnya. Menghindari memukul anak juga akan menghindari perasaan bersalah yang sering muncul pada orangtua setelah memukul anak.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: