Tips Cegah Anak Lakukan Body Shaming

Ilustrasi: komunikasi orang tua & anak (sumber: hfhhealthcare.co.uk)

Perlakuan body shaming adalah pengalaman yang dialami individu ketika kekurangan bentuk tubuhnya dipandang sebagai sesuatu yang negatif oleh orang lain.[1] Sikap body shaming diketahui muncul saat menginjak usia anak-anak dan dipupuk hingga remaja, sehingga akan menjadi kebiasaan ketika dewasa. Sebagai orang tua yang baik, Anda perlu mendidik anak Anda untuk tidak melakukan body shaming. Lalu, bagaimana caranya?

Body Shaming Menyasar Orang Gemuk

Dilansir dari HuffPost, perlakuan body shaming kerap terjadi pada orang yang mengalami penurunan atau penambahan berat badan. Bisa dikatakan, body shaming sering terjadi pada orang yang kurus dan gemuk. Hal seperti ini tentunya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain seperti di Amerika Serikat.

Seorang konselor profesional dari Texas bernama Jessica Sprengle dikisahkan pernah mengalami body shaming. Ini tidak terjadi di luar lingkungan rumah, tetapi malah di lingkungan keluarganya sendiri. Hal itu terjadi ketika neneknya bertanya kepadanya, mengapa tubuhnya bisa menjadi gemuk.

Meskipun tidak secara eksplisit dinyatakan memiliki bentuk tubuh yang bermasalah atau aneh, Sprengle merasa harus melakukan sesuatu untuk mengubah bentuk tubuhnya. Pertanyaan wanita tua ini membuat Sprengle berusaha untuk menurunkan berat badannya. Semua ini juga meninggalkan kesan berbeda, dengan pola pikir bahwa menambah berat badan adalah hal yang buruk dan menjadi kurus adalah pilihan yang baik.

Baca juga:  Rutin Minum Kopi di Pagi Hari Turunkan Berat Badan?

Mendapatkan pemikiran seperti ini, ia menginternalisasi gagasan terkait konsekuensi kesehatan yang datang dengan badan yang gemuk atau obesitas, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya. Ini adalah salah satu akibat secara langsung dari kegagalan moral untuk orang gemuk yang tidak bisa menjadi kurus.

Dari kasus tersebut, akhirnya Sprengle memutuskan untuk diet sehat. Diet seperti ini mungkin tidak akan membantu menurunkan berat badan Anda secara drastis, tetapi bisa menjadi cara untuk mencegah risiko menjadi orang gemuk. Body shaming memang tidak selamanya negatif, tetapi tetap saja ini bisa mengubah pola pikir seseorang dan tidak semua orang bisa menerimanya dengan sudut pandang yang positif seperti Sprengle.

Ilustrasi: anak korban body shaming (sumber: youngnfab.com)

Ilustrasi: anak korban body shaming (sumber: youngnfab.com)

Bagi anak-anak yang masih belum bisa berpikir secara luas, body shaming tentunya menjadi hal yang negatif. Bisa saja anak-anak yang sudah memiliki sifat body shaming yang diturunkan dari lingkungan sekitar atau keluarga, menjadi sebuah kebiasaan hingga dewasa. Jika ini dibiarkan, maka ada beberapa hal yang bisa saja terjadi, di antaranya bullying, gangguan makan, kecemasan berlebih terhadap berat badan, dan merasa kurang percaya diri. Lalu, bagaimana supaya anak-anak terhindar dari body shaming? Anda bisa melakukan beberapa tips berikut.

Baca juga:  Diklaim Mencontoh Komposisi Nutrisi Dalam ASI, Harga Susu Formula Enfamil 0-6 Bulan Sekitar Rp 153 Ribuan

Tips Mendidik Anak Hindari Body Shaming

  • Ajari anak untuk bertutur Kata dengan baik dan sopan. Mungkin ini terdengar sangat sulit, apalagi lingkungan tempat Anda tinggal sangat menentukan tutur kata anak-anak. Supaya lebih mudah, Anda bisa memberikan contoh yang sederhana bahwa tidak semua kata itu baik diucapkan. Sebagai contoh, Anda bisa mengajarkan bahwa kata ‘jelek’ dan ‘gemuk’ tidak baik atau tidak sopan diucapkan pada orang lain.
  • Bebaskan anak untuk memilih makanannya. Anak-anak dalam masa pertumbuhan tentunya membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh dan berkembang dan Anda tidak perlu khawatir dengan berat badannya. Selain itu, anak-anak yang dicap memiliki badan kurus atau obesitas adalah anak-anak yang buruk, akan cenderung memilih makanan dan ini akan menghambat tumbuh kembangnya.
  • Ajari anak Anda untuk memandang segala hal dari segi yang positif. Cara ini akan membuat mereka mudah bergaul dan tidak membeda-bedakan orang lain, termasuk yang gemuk dan kurus. Sehingga, anak-anak tidak akan memandang temannya dari fisik dan tidak akan tertarik untuk melakukan body shaming.
Baca juga:  Ciri-Ciri Sindrom Asperger & Autisme Pada Anak Dan Balita

Sementara itu, jika anak Anda sudah terkena body shaming, Anda bisa mencoba mengubah pola pikirnya. Anak-anak masih memiliki pola pikir yang sederhana dan ini bisa diperbaiki, berbeda dengan orang dewasa yang biasanya cenderung berpikir kompleks dan sulit dipengaruhi. Dengan mengubah pola pikir anak bahwa bentuk tubuhnya adalah hal terbaik yang ia miliki, anak-anak tidak akan merasa dihina ketika mendapatkan perlakuan body shaming. Ini membuat mereka menjadi pribadi yang kuat dan lebih percaya diri.

[1] Hidayat, Rahmad, Eka Malfasar, Rina Herniyanti. 2019. Hubungan Perlakuan Body Shaming dengan Citra Diri Mahasiswa. Jurnal Keperawatan Jiwa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, Vol. 7(1): 79-86.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: