Pengobatan dan Tips Berdamai dengan Disfungsi Ereksi

Ilustrasi: disfungsi ereksi (sumber: tampabay.com)Ilustrasi: disfungsi ereksi (sumber: tampabay.com)

Kondisi DE, atau biasa disebut dengan disfungsi ereksi, membuat sebagian pria merasa kurang percaya diri. Sebelum Anda mencoba berbagai macam pengobatan untuk mengatasi permasalahan ini, Anda perlu berdamai dengan kondisi tersebut. Tanpa berdamai dengan apa yang Anda alami, Anda tidak akan tahu bagaimana cara mengatasi DE dengan tepat.

DE merupakan salah satu gangguan fungsi seksual yang diartikan sebagai ketidakmampuan yang menetap seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan suatu ereksi yang cukup untuk aktivitas seksual yang memuaskan.[1] Dilansir dari berbagai sumber, ada dua kategori disfungsi ereksi, yaitu disfungsi ereksi karena faktor psikologik dan disebabkan faktor organik. DE yang disebabkan oleh faktor psikologik, biasanya berimbas pada kondisi mental dan pikiran pasien. Sementara, DE akibat faktor organik, biasanya disebabkan oleh hormon testosteron yang menurun, baik secara kualitas atau kuantitas.

Selain itu, menurut dr. Nugroho dalam klikdokter, DE bisa disebabkan oleh penyakit, antara lain kardiovaskular, hipertensi, diabetes, depresi, dan gejala saluran kemih bawah. Beberapa penyakit ginjal kronis seperti multiple sclerosis juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi tidak hanya memengaruhi kondisi kesehatan pria, tetapi psikologis mereka. Dilansir dari Harvard Health Publishing, pria sering merasa bersalah, malu, dan berpikiran kurang jantan akibat DE yang mereka alami. Pria yang merasa rendah diri seperti ini, biasanya akan kesulitan menangani masalahnya. Mereka juga enggan untuk menceritakan keluhan ini kepada pihak medis.

Baca juga:  Apakah Tanda Kehamilan Setelah Telat Haid 1 Hari?

Bagi pasien yang mengalami DE dan merasa kurang percaya diri, sangat membutuhkan dukungan secara emosional dan fisik dari orang terdekat. Selain itu, mereka juga harus bisa berdamai dengan keadaannya. Sebagai tips agar penderita DE bisa lebih percaya diri untuk mengambil pengobatan, ada sejumlah tips yang dapat dicoba.

Tips Berdamai dengan DE

Ilustrasi: pasangan suami istri

Ilustrasi: pasangan suami istri

  • Diskusikan masalahnya dengan pasangan Anda, karena komunikasi yang baik adalah dasar dari hubungan yang langgeng. Hadapi kekhawatiran apa pun tentang kondisi DE Anda bersama istri. Ini akan membantu Anda mencari jalan keluar yang baik dan aman bagi rumah tangga Anda.
  • Temukan waktu yang tepat untuk berbicara mengenai DE yang Anda alami dengan pasangan. Selain itu, Anda bisa menceritakan masalah tersebut dengan dokter atau pihak medis secara santai. Ini akan membantu dokter mencari metode terbaik untuk mengatasi masalah Anda.
  • Bagi sebagian besar wanita, mungkin tidak sanggup menerima bahwa pasangannya mengidap DE. Namun, Anda perlu meyakinkan istri Anda bahwa Anda tidak sendiri. Anda bisa menjelaskan kepada pasangan Anda, jutaan pria mengalami DE dan itu adalah kondisi medis yang dapat diobati.
  • Pelajari tentang kondisi dan pilihan pengobatan yang paling tepat. Pengobatan untuk DE biasanya tidak hanya dilakukan oleh pria, tetapi juga pasangannya. Dalam hal ini, Anda perlu berdiskusi dengan istri Anda dan dokter. Setiap pasien memiliki metode pengobatan yang berbeda, tergantung seberapa parah DE yang dialami.
  • Coba beberapa macam pengobatan, jika Anda gagal dalam pengobatan jenis pertama. Tak ada salahnya untuk mencoba pengobatan secara medis, jika Anda gagal dalam pengobatan alternatif. Dalam hal ini, Anda juga perlu berdiskusi dengan dokter mengenai pengobatan yang ingin Anda jalani setelahnya.
  • Ingatkan diri sendiri untuk menjauhi berbagai hal yang dapat memperparah kondisi DE Anda. Peran istri juga sangat penting, karena pasangan Anda akan membantu Anda untuk lepas dari kebiasaan tidak sehat, antara lain merokok, minum minuman beralkohol, dan terlalu lelah bekerja. Kebiasaan tersebut konon bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi.
  • Meskipun Anda mengalami DE, Anda tidak boleh patah semangat dalam membangun rumah tangga. Ciptakan kondisi yang harmonis dan romantis untuk pasangan Anda. Ini juga cara agar istri Anda mampu menerima Anda apa adanya tanpa memedulikan kondisi kesehatan Anda.
Baca juga:  Perdebatan Mengenai Siapa Yang Lebih Percaya Diri, Pria atau Wanita?

Setelah kondisi psikologis Anda cukup pulih dan tidak merasa malu, kecewa, atau rendah diri dengan DE yang Anda alami, saatnya Anda melakukan pengobatan. Secara umum, ada 3 tahap dalam pengobatan DE. Pada lini pertama, pasien akan diberikan obat oral dan terapi khusus. Jika tahap pertama kurang berhasil, pasien harus melakukan tahap berikutnya.

Pada tahap kedua, pasien harus mendapatkan injeksi intracavernosal pada saluran kencing untuk melebarkan pembuluh darah di penis. Jika tahap ini gagal, cara terakhir adalah operasi implantasi prostesis organ intim. Terapi ini bisa dilakukan jika penderita menginginkan perbaikan secara permanen.

[1] Dinanti, Bela Risk. 2014. Long Pepper (Piper retrofractum Vahl) to Overcome Erectile Dysfunction. Jurnal MAJORITY Universitas Lampung, Vol. 3(7): 1-6.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: