Bayi Rewel Saat Imunisasi? Ini Tips yang Bisa Anda Lakukan

Ilustrasi: imunisasi bayi (sumber: voanews.com)Ilustrasi: imunisasi bayi (sumber: voanews.com)

Imunisasi tidak hanya wajib untuk anak-anak usia 7 tahun hingga 12 tahun saja. Seorang bayi juga wajib menjalani imunisasi. Ada banyak varian imunisasi yang harus dijalani untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Sayangnya, tak sedikit bayi yang rewel saat imunisasi. Untuk mengatasinya, Anda bisa menyimak tips dari kami berikut.

Pentingnya Imunisasi untuk Bayi

Bayi rewel saat imunisasi atau setelah imunisasi, seringnya karena jarum suntik yang digunakan oleh dokter. Karena kulit bayi masih sangat lembut dan renta, sehingga rasa sakit yang dialami oleh si kecil juga lebih lama hilangnya. Kondisi bayi rewel tidak hanya dialami ketika mereka imunisasi saja, tetapi juga saat tes darah.

Tes darah tidak kalah penting dengan imunisasi. Tes darah biasanya digunakan untuk mengetahui jenis darah dan kondisi kesehatan bayi. Apalagi bagi bayi yang sakit, tak jarang mereka harus melakukan tes darah untuk uji lab. Dari hasil tes darah tersebut, dokter akan mengetahui kondisi kesehatan dan jenis penyakit yang diderita.

Setelah disuntik atau saat disuntik, bayi akan rewel dan menangis. Ini juga terjadi ketika mereka mendengar bayi yang lainnya menangis atau merasa takut dengan jarum yang dipegang oleh dokter. Imunisasi pada bayi pun memiliki efek samping, seperti demam, nyeri pada bagian yang disuntik, dan bengkak dalam waktu 3 hingga 4 hari. 

Selama 3 hingga 4 hari tersebut, sebagai orang tua, Anda perlu bersabar dan memperlakukan buah hati Anda dengan baik. Mereka akan rewel pada jam-jam tertentu dan menangis dalam waktu yang cukup lama. Meskipun begitu, ini adalah hal yang biasa, dan Anda tidak perlu khawatir berlebihan.

Imunisasi memang memiliki efek samping, namun manfaatnya juga lebih banyak. Seorang bayi yang baru lahir memiliki antibodi atau daya imun sendiri. Daya imun tersebut berasal dari sang ibu dan hanya dapat bertahan selama beberapa bulan saja. Untuk menguatkan kembali dan mengaktifkan antibodi pada bayi, harus dilakukan vaksin atau imunisasi.

Pemberian imunisasi pun tidak bisa dilakukan sembarangan. Anda perlu mendatangi klinik, rumah sakit, atau dokter anak. Mereka akan melayani Anda dengan baik dan memberikan informasi mengenai jenis imunisasi yang harus dijalani oleh bayi. Berikut adalah jenis imunisasi wajib yang harus dijalani oleh bayi dengan umur tertentu.

Ilustrasi: imunisasi bayi (sumber: parents.com)

Ilustrasi: imunisasi bayi (sumber: parents.com)

Jenis Imunisasi Wajib untuk Bayi

Jenis ImunisasiUsiaDosis
Imunisasi Dasar0 bulan1 dosis hepatitis B
1 bulan1 dosis BCG dan polio
2 bulan1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
3 bulan1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
4 bulan1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
9 bulan1 dosis campak/MR
Imunisasi Dasar18-24 bulan1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan campak/MR

Jika bayi Anda rewel ketika imunisasi atau setelah imunisasi, Anda bisa melakukan beberapa hal yang dapat membuat mereka lebih tenang dan menghentikan tangis mereka. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan jika bayi Anda sedang rewel saat atau setelah melakukan imunisasi.

Tips Atasi Bayi Rewel Saat Imunisasi

Ilustrasi: imunisasi bayi (sumber: unicef.org)

Ilustrasi: imunisasi bayi (sumber: unicef.org)

Mengalihkan Perhatian Bayi

Bayi yang rewel saat imunisasi berlangsung karena merasa nyeri di bagian tubuh yang disuntik. Biasanya, setelah disuntik, bayi akan lebih sering memperhatikan bagian tubuh yang ada bekas suntiknya, seperti bagian lengan atau tangannya. Untuk menghentikan rewel pada bayi, Anda perlu mengalihkan perhatiannya.

Anda bisa membuat suara atau mengajak bayi berbicara. Ini akan membantu mereka melupakan kejadian imunisasi, sehingga mereka berhenti menangis. Anda juga bisa mengajaknya bermain atau mendengarkan musik. Ini bisa membuatnya senang dan lupa pada rasa nyeri di bagian tubuhnya.

Memberikan Botol Susu atau Dot

Ada kalanya seorang bayi akan berhenti menangis saat mereka menerima botol susu atau dot. Ini dapat Anda gunakan untuk mengalihkan perhatian mereka dari rasa nyeri akibat imunisasi. Cara lainnya, Anda bisa merendam dot bayi pada cairan glukosa atau gula dengan kadar rendah. Cairan gula yang melapisi dot akan membantu mengalihkan perhatian mereka.

Rasa yang manis akan menjadikan mereka penasaran dan membuat rasa nyeri di bagian tubuh menjadi lebih sedikit. Anda bisa memanfaatkan cara ini jika bayi terus rewel dan menangis dalam waktu yang cukup lama. Dilansir dari Harvard Health Publishing, glukosa mampu menekan rasa nyeri dan membuat bayi tidak merasa nyeri dalam waktu yang lama.

Kompres Bekas Imunisasi

Rasa nyeri pada bagian tubuh yang diimunisasi dapat menimbulkan bengkak. Pembengkakan dan rasa nyeri ini dapat diatasi dengan cepat dengan cara mengompresnya. Cara ini juga dapat membuat bayi Anda merasa lebih tenang. Anda bisa mengompresnya dengan air biasa untuk mengurangi pembengkakan. Rasa segar dan dingin dari air tersebut sudah cukup membuat bayi merasa lebih tenang dan lupa dengan rasa nyerinya. 

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan bayi yang rewel saat imunisasi. Masih ada banyak cara yang bisa Anda lakukan. Anda bisa memeluknya saat imunisasi untuk menutupi jarum suntik dari pandangan bayi. Cara ini terbilang ampuh, mengingat bayi juga memiliki rasa takut dengan benda-benda yang dapat melukai dirinya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: