Tips Aman Menggunakan Headset Tanpa Merusak Pendengaran

Wanita memakai headset di tengah aktivitasnya (sumber: classpass.com)Wanita memakai headset di tengah aktivitasnya (sumber: classpass.com)

Kecanggihan teknologi tidak hanya berdampak pada peningkatan pengguna HP, tetapi juga pirantinya, seperti headset. Bisa dibilang, headset adalah alat yang penting jika Anda ingin menikmati fitur gadget, seperti musik dan video. Sementara ada banyak kasus kerusakan pendengaran akibat headset, bagaimana tips aman menggunakan alat tersebut?

Headset merupakan gabungan dari headphone dan mikrofon. Alat tersebut dipakai untuk mendengarkan suara dan berbicara dengan perangkat komunikasi atau komputer.[1] Dilansir dari Harvard Health Publishing, penggunaan headset yang kurang tepat dapat merusak pendengaran. Gejala gangguan telinga yang sering dialami di antaranya bising, telinga berdenging, hingga lost hiring. Untuk mencegah semua gejala negatif yang diakibatkan headset, Anda bisa menyimak tips berikut.

Gunakan Volume Standar

Seperti yang kita ketahui, menggunakan headset dengan volume keras di ruang kedap suara memang mengasyikkan. Apalagi jika Anda sedang memutar musik kesayangan Anda. Meskipun enak didengar, suara yang terlalu kencang ternyata dapat membahayakan pendengaran Anda.

Telinga adalah salah satu panca indra yang sensitif dengan gelombang suara. Ada ribuan lebih sel di telinga, beberapa di antaranya memiliki struktur kecil seperti rambut yang bertanggung jawab untuk mentransmisikan suara dari telinga kembali ke otak. Nah, suara yang terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel tersebut, sehingga mekanisme transisi suara dari telinga ke otak jadi terganggu. Untuk menghindarinya, Anda bisa mengecilkan suara atau menggunakan suara dengan volume normal, yaitu sekitar 70 dB hingga 110 dB.

Baca juga:  Kulit Kering, Bersisik, dan Gatal? Yuk, Simak Cara Mengatasinya!
Wanita memakai headset

Wanita memakai headset

Jangan Memakai Headset Terlalu Lama

Selain mengecilkan suara, Anda juga harus memperhatikan lamanya penggunaan headset. Durasi paparan suara merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi pada kerusakan telinga. Bisa dibilang, jika telinga Anda terpapar suara keras dalam waktu lama, maka telinga akan lebih cepat rusak. Hal tersebut juga berlaku meskipun Anda mendengarkan suara dengan volume normal.

Ketika Anda mendengarkan suara dari headset dalam waktu yang lama, otak akan dipaksa secara terus-menerus fokus pada satu titik (suara pada headset). Sehingga, pada saat Anda ingin melakukan hal lainnya (melihat benda atau menggerakkan jari tangan) sambil memakai headset, mau tak mau otak akan bekerja lebih keras. Inilah yang menyebabkan risiko kerusakan otak atau lelah otak semakin tinggi.

Untuk mencegah hal tersebut, Anda bisa mengurangi waktu pemakaian headset setiap harinya. Anda bisa memakai headset kurang dari 4 jam setiap hari dengan volume di bawah 85 dB untuk menjaga kesehatan pendengaran sekaligus saraf. Penggunaan headset lebih dari 8 jam dengan volume di atas 85 dB, menyebabkan kerusakan telinga dan saraf satu jam lebih cepat setelah melepas headset.

Baca juga:  Manfaat CDR untuk Ibu Hamil dan Aturan Penyajiannya

Pilih Headset dengan Kualitas Baik

Saat Anda memilih headset yang dijual di pasaran, pilihlah headset dengan kualitas baik. Jangan sampai Anda tergiur dengan harga yang murah dan asal membelinya. Dilansir dari Hello Sehat, headset berkualitas baik mampu mentransmisikan bass dengan baik. Sehingga, Anda tidak perlu meningkatkan volume pada perangkat untuk mendengar efek bass dari sebuah musik.

Salah satu jenis headset

Salah satu jenis headset

Sementara itu, headset yang berkualitas buruk, tidak dapat mentransmisikan bass dengan baik. Ini dapat mengecoh Anda untuk menaikkan volumenya, sehingga membuat pendengaran terganggu. Selain itu, headset dengan kualitas buruk konon dapat merusak pendengaran hanya dalam waktu 4 menit. Efek buruknya memang tidak terasa karena kerusakan berlangsung secara sedikit demi sedikit. Ini membuat banyak anak muda kurang menyadari efek negatif penggunaan headset sembarangan.

Baca juga:  Review Maybelline Lip Gradation Mauve 1: Lipstik Bernuansa Nude untuk Hasilkan Ombre Lips

Jangan Pakai Headset Sambil Tidur

Kebanyakan orang mungkin memiliki kebiasaan mendengarkan musik sebelum tidur. Agar musik terdengar lebih indah, biasanya mereka memakai headset dan mendengarkannya dengan posisi rebahan. Secara tidak sadar, banyak orang yang ketiduran dan lupa melepas headsetnya. Sehingga, headset berada di telinga semalaman.

Hal di atas selain berisiko pada kerusakan pendengaran, juga kerusakan otak. Otak yang harusnya istirahat dan tidak perlu memikirkan apa-apa saat Anda tidur, dipaksa tetap aktif untuk menerima suara dari telinga. Ini juga salah satu alasan mengapa Anda masih mengantuk dan lelah setelah tidur.

Itulah beberapa tips agar pendengaran Anda tetap sehat meskipun memakai headset. Selain itu, pakailah headset dengan posisi yang tepat. Headset dengan bahan plastik atau besi yang keras, jika diletakkan pada lubang telinga dengan posisi yang salah, dapat menyebabkan nyeri, kebas, dan kesemutan pada bagian daun telinga.

[1] Laoh, Alvin. 2015. Hubungan Penggunaan Headset terhadap Fungsi Pendengaran pada Mahasiswa Angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, Vol. 3(3): 142-147.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: