Tingkat Kecemasan Pada Wanita & Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Tulang

patah, tulang, kesehatan, kecemasan, tingkat, penelitian, hasil, hormon, terapi, uji, coba, wanita, pascamenopause, gejala, perawatan, depresi, pria, emosi, masalah, fobia, sosial, panik, gangguan, tulang, belakang, kalsium Kecemasan pada wanita paruh baya (sumber: huffingtonpost.com)

Semakin bertambahnya usia seorang seolah-olah belum cukup untuk membuat kekhawatiran mengenai tulang mereka menurun. menunjukkan bahwa kecemasan bisa meningkatkan risiko patah tulang, khususnya pada wanita. itu berdasarkan analisis yang melibatkan sekitar 200 wanita pascamenopause di Italia, yang terkait pada sebelumnya tentang kecemasan dengan risiko lebih tinggi terkena   jantung dan masalah gastrointestinal.

Berdasarkan hasil penelitian dari Anxiety and Depression Association of America (ADAA) menyebutkan wanita berisiko dua kali lebih besar daripada untuk mengidap kecemasan. Salah satu penyebabnya adalah lingkungan sosial yang membentuk wanita untuk lebih menggunakan ketika menghadapi masalah.

Peneliti dari University of Cambridge, Olivia Remes PhD mengatakan bahwa pada pria, sebagian besar dididik dengan maskulinitas yang membuat pria mengatasi masalah tanpa mengutamakan emosi/perasaan.

Remes mengatakan bahwa wanita biasanya lebih menggunakan emosi, dan bisa menyebabkan wanita berpikir tentang hubungan sebab-akibat. Oleh karena itu, para wanita lebih rentan mengalami gangguan kecemasan.

Gangguan kecemasan dapat berupa gangguan panik, fobia sosial, dan gangguan obsesif kompulsif. Ketika mengalami gangguan panik, seseorang akan merasa cepat cemas seperti akan mengalami sesuatu yang fatal. Sedangkan, pada cemas yang normal, pemicunya bisa diketahui dengan jelas. Misalnya, menjelang ujian atau akan menghadapi atasan karena ada masalah di kantor, seseorang bisa merasa cemas. Hal itu dianggap wajar. Sehingga, setelah masalah bisa diselesaikan, maka perasaan cemas mungkin tidak akan dirasakan lagi.

Di lain kesempatan, menurut peneliti bernama Dr. Antonino Catalano, mengatakan bahwa ia menemukan hasil penelitian yang mengatakan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dan kesehatan tulang. Tetapi, hasil penelitian Dr. Antonino belum menunjukkan bahwa kecemasan dapat meningkatkan risiko patah tulang meningkat.

patah, tulang, kesehatan, kecemasan, tingkat, penelitian, hasil, hormon, terapi, uji, coba, wanita, pascamenopause, gejala, perawatan, depresi, pria, emosi, masalah, fobia, sosial, panik, gangguan, tulang, belakang, kalsium

Wanita paruh baya

Dr. Antonino Catalano adalah ahli dalam penyakit dalam, metabolisme tulang dan osteoporosis yang bekerja di departemen klinis dan eksperimental di Rumah Sakit Universitas Messina di Italia.

Mengenai apa yang mungkin bisa menjelaskan hubungan kecemasan dengan kesehatan tulang, ada sejumlah faktor yang terlibat.  Menurut pendapat Dr. Antonino, perempuan yang cemas lebih mungkin untuk mempunyai perilaku kesehatan yang buruk, seperti merokok atau diet yang buruk. Selain itu, efek negatif dari hormon stres terhadap tulang dapat dianggap sebagai juga peningkat risiko patah tulang.

Dr. Antonino pun menambahkan bahwa wanita yang sedang berjuang dengan kecemasan ditemukan memiliki tingkat vitamin D yang lebih rendah. Status vitamin D yang buruk sebelumnya dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko patah tulang.

Para peneliti mencatat bahwa osteoporosis adalah penyakit tulang metabolik yang paling umum di dunia. Diperkirakan ada sekitar 33 persen wanita dan 20 persen pria akan menderita patah tulang terkait osteoporosis dalam hidup mereka.

Tim peneliti juga mencatat bahwa sebanyak 7 persen populasi dunia menderita gangguan kecemasan. Untuk melihat bagaimana dua masalah ini (kecemasan dan kesehatan tulang) mungkin berhubungan, para peneliti berfokus pada pasien yang mendatangi satu klinik osteoporosis di Italia pada tahun 2017.

Rata-rata, pasien berusia hampir 68 tahun. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan mendalam antara lain, riwayat patah tulang sebelumnya, diagnosis arthritis, kesehatan jantung dan paru-paru, serta kebiasaan merokok dan alkohol. Uji kepadatan mineral tulang juga dilakukan.

Berbagai masalah kesehatan mental juga diperiksa termasuk depresi, ketegangan, insomnia, memori dan tingkat kecemasan mulai dari sedang hingga parah. Para peneliti menemukan  bahwa wanita yang paling cemas menghadapi risiko patah tulang yang jauh lebih tinggi, dibanding dengan wanita dengan tingkat kecemasan terendah.

patah, tulang, kesehatan, kecemasan, tingkat, penelitian, hasil, hormon, terapi, uji, coba, wanita, pascamenopause, gejala, perawatan, depresi, pria, emosi, masalah, fobia, sosial, panik, gangguan, tulang, belakang, kalsium

Pria dewasa memiliki tulang lebih kuat daripada wanita

Sementara itu, direktur eksekutif di Komunitas Menopause Amerika Utara, Dr. JoAnn Pinkerton mengatakan bahwa tingkat kecemasan yang lebih tinggi terkait dengan risiko 4 persen lebih besar untuk patah tulang selama periode 10 tahun, dan risiko 3 persen lebih besar untuk patah tulang pinggul dalam rentang waktu yang sama.

Tingkat kecemasan yang lebih tinggi juga terkait dengan nilai kepadatan mineral tulang yang lebih rendah di kedua daerah punggung bawah (dikenal sebagai tulang belakang lumbal) dan di daerah leher femur (tepat di bawah bola sendi pinggul). Temuan itu mendorong dokter untuk mengeksplorasi tingkat kecemasan di kalangan wanita yang lebih tua ketika mengaitkannya dengan risiko patah tulang.

Pinkerton menyoroti sejumlah langkah yang dapat dilakukan oleh perempuan untuk meminimalkan risiko patah tulang saat mereka bertambah tua. Menurutnya, wanita mencapai puncak massa tulang sekitar usia 35. Hal itu menjadi penting bagi wanita perimenopause dan wanita menopause untuk mendapatkan jumlah kalsium yang cukup. Para ahli merekomendasikan asupan kalsium sebanyak 1.200 miligram per hari.

Dengan mendapatkan cukup magnesium dan vitamin D, baik dari paparan sinar matahari atau suplemen, penting juga melakukan latihan kekuatan dan ketahanan rutin. Hal itu bisa dilakukan dengan berjalan atau mengangkat beban.

Para wanita juga seharusnya menghindari kebiasaan merokok, minum alkohol terlalu banyak, menggunakan obat pengganti tiroid yang berlebihan seperti steroid atau inhibitor pompa proton.

Bagi wanita yang mengkhawatirkan tentang kecemasan, Pinkerton menyarankan untuk beralih ke kesadaran terapi kognitif, strategi menenangkan diri, yoga, atau mencari bantuan melalui konseling atau, jika diperlukan, mengonsumsi obat-obatan.

Sedangkan untuk terapi hormon, Pinkerton menekankan bahwa meskipun terapi itu bukan merupakan untuk mengatasi depresi atau kecemasan, tetapi kadang-kadang dapat membantu mengatasi masalah pada wanita. Anda dapat melakukan terapi hormon saja, atau mengombinasikan dengan terapi lainnya, tergantung dari apakah seorang wanita memiliki gejala menopause atau respon positif terhadap uji coba terapi hormon.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: