Tidak Wajib Minum Multivitamin, Hanya yang Butuh yang Dapat Manfaatnya

Ilustrasi: menawarkan multivitamin (pexels: Yaroslav Shuraev)Ilustrasi: menawarkan multivitamin (pexels: Yaroslav Shuraev)

Ada banyak alasan mengapa seseorang mengonsumsi multivitamin setiap hari, seperti risiko kesakitan meningkat, penyakit infeksi, dan penyakit kronik.[1] Di sisi lain, ada beberapa orang yang sengaja minum multivitamin setiap hari demi menjaga kesehatan. Padahal tidak wajib minum multivitamin harian jika kondisi tubuh Anda tidak sakit.

Tidak Semua Orang Butuh Multivitamin

Tidak semua orang akan mendapatkan manfaat dari minum multivitamin setiap hari, kecuali jika kondisi tubuhnya memang membutuhkan. Apalagi sebagian besar produk multivitamin harga jualnya tidak murah, ada yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per botol.

“Kebanyakan orang akan merasa lebih sehat hanya dengan minum air mineral dan melewatkan multivitamin,” kata Dr. Pieter Cohen, seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School dan seorang internis di Cambridge Health Alliance kepada jurnalis Harvard Health Publishing. “Selain menghemat uang, Anda akan mendapatkan kepuasan karena tidak menyerah pada skema pemasaran produk multivitamin yang menyesatkan.”

Itu karena untuk rata-rata orang dewasa, multivitamin harian tidak memberikan manfaat kesehatan yang berarti, seperti yang baru-baru ini dicatat US Preventive Services Task Force (USPSTF). Tinjauan mereka, yang menganalisis 84 studi yang melibatkan hampir 700.000 orang, menemukan sedikit atau tidak ada bukti bahwa mengonsumsi multivitamin membantu mencegah kanker dan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, juga tidak membantu mencegah kematian dini.

Baca juga:  Ketahui Gejala dan Penyebab Sakit Tenggorokan pada Anak

“Kami memiliki bukti bagus bahwa untuk sebagian besar orang, mengonsumsi multivitamin tidak akan membantu Anda,” kata Dr. Cohen.

Namun, ada beberapa pengecualian. Diet yang sangat ketat dan kondisi pencernaan, atau operasi penurunan berat badan tertentu yang menyebabkan penyerapan nutrisi yang buruk, adalah contoh alasan mengapa multivitamin atau vitamin tunggal mungkin direkomendasikan.

Suplemen vitamin D harian mungkin diperlukan ketika seseorang mendapat paparan sinar matahari yang tidak mencukupi. Selain itu, dokter Anda mungkin merekomendasikan suplemen zat besi jika Anda memiliki jumlah sel darah merah yang rendah atau anemia.

Ilustrasi: konsumsi multivitamin (pexels: Polina Tankilevitch)

Ilustrasi: konsumsi multivitamin (pexels: Polina Tankilevitch)

Sulitnya Menghentikan Konsumsi Multivitamin

Setelah mengetahui fakta bahwa multivitamin tidak untuk semua orang, mungkin akan sulit bagi Anda yang sudah terbiasa minum multivitamin harian. Apalagi berdasarkan tinjauan USPSTF, banyak yang menyarankan orang mengonsumsi vitamin untuk tetap sehat, merasa lebih energik, atau mendapatkan ketenangan pikiran. Keyakinan ini berasal dari narasi kuat tentang vitamin yang sehat dan alami sejak dulu.

Baca juga:  Harga Terjangkau, Pond’s Flawless White Night Cream Ukuran Kecil Membantu Mengatasi Penuaan Kulit

“Narasi ini menarik bagi banyak kelompok dalam populasi kita, termasuk orang-orang yang vegetarian progresif dan juga konservatif yang curiga tentang sains dan berpikir bahwa dokter tidak baik,” kata Dr. Cohen.

Fakta lain yang mengejutkan terkait sulitnya menghentikan konsumsi multivitamin yang kurang tepat adalah biaya pembuatan yang murah. Namun, karena Food and Drug Administration (FDA) mengatur suplemen makanan sebagai makanan dan bukan sebagai obat resep atau obat bebas, badan tersebut hanya memantau klaim mengenai pengobatan penyakit.

“Vitamin sangat murah untuk dibuat, sehingga perusahaan dapat menghabiskan banyak uang untuk iklan,” kata Dr. Cohen.

Misalnya, pembuat suplemen tidak dapat mengatakan bahwa produk mereka menurunkan risiko penyakit jantung. Tapi label mereka diperbolehkan untuk memasukkan frase seperti mempromosikan ‘baik untuk kesehatan jantung’ atau ‘meningkatkan kekebalan tubuh.’

“Produsen suplemen diizinkan untuk memasarkan produk mereka seolah-olah mereka memiliki manfaat, padahal sama sekali tidak ada. Itu diabadikan dalam undang-undang,” kata Dr. Cohen. “Sebaiknya perhatikan penafian yang diwajibkan secara hukum pada setiap produk. Pernyataan ini belum dievaluasi FDA. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.”

Baca juga:  Enak & Murah, Tapi Mengapa Mie Instan Sulit Dicerna Oleh Tubuh?

Namun, bahkan bahasa yang kuat dalam penafian ‘tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah’ tampaknya tidak memengaruhi cara orang memandang klaim pemasaran. Meskipun multivitamin tidak membantu, setidaknya tidak berbahaya, hanya saja uang yang dibelanjakan lebih baik dihabiskan untuk membeli makanan sehat.

Untuk itu, Anda perlu mengetahui apakah Anda memang membutuhkan multivitamin sebelum membelinya. Supaya lebih jelas, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sekaligus mengecek kesehatan Anda. Bahkan untuk keluhan yang ringan seperti flu, beberapa dokter tidak meresepkan vitamin dan hanya menyarankan Anda untuk menjaga pola makan serta mengonsumsi obat dengan rutin hingga sembuh.

[1] Putra, Anak Agung Gede Satrya Anggara, dkk. 2018. Niat Konsumen Lansia Mengonsumsi Suplemen Multivitamin yang Dimoderasi Motif untuk Sehat. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Vol. 7(2): 309-338.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: