Waspada, Angka Kematian Bayi Akibat Tersedak Masih Tinggi

Ilustrasi: bayi tersedak (sumber: strong4life.com)Ilustrasi: bayi tersedak (sumber: strong4life.com)

Bayi tersedak menjadi salah satu kekhawatiran banyak orang tua, hingga saat ini, karena bisa mengakibatkan kematian. Meskipun angka kematian pada bayi akibat tersedak sudah menurun hingga 75% menurut HealthDay News, tetap saja 25% angka kematian adalah jumlah yang masih tinggi. Di Indonesia sendiri, tersedak masih menjadi penyebab kematian pada bayi paling utama. Sudah banyak ditemukan kasus kematian pada bayi akibat tersedak di Indonesia.

Bagaimana Bayi Bisa Tersedak?

Tidak hanya karena makanan atau minuman saja, ada banyak hal yang bisa membuat seorang bayi tersedak. Salah satunya adalah mainan mereka sendiri. Bagi Anda yang memiliki balita dengan usia 3 tahun ke bawah, ada baiknya untuk berhati-hati ketika membelikan mereka mainan. Meskipun mainan anak memang terlihat lucu dan menggemaskan, Anda perlu memperhatikan batasan usia pada kemasan mainan. “Peraturan atau batasan usia yang tertera pada setiap mainan bayi sangat berperan penting, tidak hanya bagi orang tua, tetapi juga anak-anak,” kata Dr. John Cramer dari Wayne State University di Detroit.

Seorang bayi yang berusia di bawah 3 tahun, tentunya belum mengerti fungsi dan cara memainkan benda-benda di sekitarnya. Pada umur tersebut, anak-anak lebih cenderung mengerti makanan dan minuman. Hal ini membuat mereka lebih suka memasukkan benda-benda di sekitarnya, mulai dari mainan, alat rumah tangga, hingga peralatan bayi. Inilah yang menjadi pemicu seorang bayi tersedak.

Ilustrasi: bayi memasukkan benda ke dalam mulut (sumber: cnn.com)

Ilustrasi: bayi memasukkan benda ke dalam mulut (sumber: cnn.com)

Peraturan mengenai batasan umur juga perlu diperhatikan ketika Anda memilih box bayi atau ketika Anda ingin membeli peralatan bayi. Ketika Anda membeli box bayi atau peralatan bayi, pastikan terdapat keterangan yang disesuaikan dengan usia anak Anda. Anda perlu menghindari box bayi dengan manik-manik atau hiasan-hiasan kecil yang mudah lepas. Ini berbahaya bagi mereka, bayi bisa saja meraih manik-manik tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut. Ini membuat mereka yang masih memiliki sistem pernapasan dan pencernaan rapuh, mudah tersedak. Apalagi, benda-benda yang masuk ke mulut dengan tekstur padat dapat menutupi kerongkongan bayi dan menyumbat pernapasannya. Benda-benda kecil seperti itu juga dapat menimbulkan luka dan infeksi.

Baca juga:  Mitos Seputar Kehamilan dan Alat Kontrasepsi KB Yang Sering Bikin Wanita Salah Persepsi

“Untungnya, beberapa peraturan dalam 50 tahun terakhir telah membimbing para orang tua ke jalan yang benar,” tambah Cramer. “Ketika Anda membeli mainan atau boks bayi sekarang, produk sudah dirancang sedemikian rupa berdasarkan usia bayi Anda. Sehingga, lebih aman untuk digunakan.”

Pada beberapa jenis mainan dan box bayi saat ini, juga sudah dilengkapi dengan peringatan bahaya tersedak pada bayi. Ada juga yang mencantumkan peringatan agar mainan bayi dengan jenis tertentu tidak untuk dimasukkan dalam mulut. Biasanya, mereka menandai peringatan dengan gambar yang mudah dimengerti oleh para orang tua.

“Peringatan bahaya tersedak pada mainan untuk anak di bawah usia 3 tahun memiliki manfaat besar bagi orang tua dari waktu ke waktu,” sambung Cramer. “Anak berusia di bawah 3 tahun masih memiliki sifat penasaran tinggi dengan mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya secara oral. Inilah penyebab mereka sering memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka.”

Baca juga:  Studi: Ini Efek Alkohol Prenatal untuk Wanita Hamil dan Bayinya

Cara Mencegah Bayi Tersedak

Masih ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah bahaya tersedak pada bayi. Anda tidak hanya perlu memperhatikan batasan usia pada mainan atau box bayi yang akan Anda beli saja. Pastikan juga Anda mengetahui mainan atau benda-benda yang tidak bisa dijadikan mainan untuk bayi. Perhatikan bahan pembuatan mainan, box bayi, atau peralatan bayi yang sering ada di sekitar buah hati Anda.

Ilustrasi: bayi memasukkan mainan di mulut (sumber: romper.com)

Ilustrasi: bayi memasukkan mainan di mulut (sumber: romper.com)

Gary Smith, Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Cedera di Nationwide Children’s Hospital di Columbus, Ohio, telah menerbitkan sebuah penelitian tentang tersedak pada anak-anak. Dia mengatakan bahwa balon lateks adalah objek berisiko tinggi untuk tersedak. Belum waktunya anak-anak berusia di bawah 3 tahun menerima mainan berupa balon, apalagi balon berukuran kecil.

Balon dapat menutup laring anak-anak dan susah dihilangkan jika tertelan. Balon tersebut akan melekat dan membuat pernapasan terganggu. Untuk mengatasinya, tentu harus dilakukan tindakan medis seperti operasi. Tidak hanya balon lateks, Anda pun perlu menghindarkan kelereng atau benda-benda berukuran kecil yang bertekstur keras maupun lunak dari buah hati Anda.

Baca juga:  Penyebab & Cara Mengatasi Kulit Kering pada Bayi

Kelereng ataupun benda-benda kecil yang seukuran dengan jalan napas dapat menyumbat pernapasan anak-anak. Smith menambahkan, selain benda-benda kecil, Anda juga perlu menjauhkan makanan yang belum bisa dikonsumsi oleh anak di bawah 3 tahun. Jenis makanan yang berukuran besar dan keras, seperti roti, kentang goreng, nasi, hingga mie, adalah jenis makanan yang harus dijauhkan dari jangkauan anak di bawah 3 tahun. Makanan-makanan tersebut menjadi penyebab utama seorang anak tersedak dan mengalami gangguan pernapasan. Anak-anak dengan usia di bawah 3 tahun hanya bisa mengonsumsi makanan lembut dan tidak berukuran besar. Anda bisa memberinya bubur atau susu.

Anda pun perlu mengawasi anak Anda ketika bermain. Anak-anak cenderung penasaran dengan segala hal. Untuk itu, Anda perlu mencegah ada benda kecil yang masuk ke dalam mulut mereka. Anda juga bisa memberikan sedikit pengertian kepada anak Anda tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan. Hal ini sangat penting untuk diajarkan pada anak, agar mereka memahami penggunaan barang dan mampu membedakan makanan dengan baik. Ada baiknya juga Anda menyimpan mainan dan peralatan rumah tangga di tempat yang aman. Jika benda tersebut berbahaya, tentunya Anda perlu menyimpannya di tempat yang jauh dari jangkauan anak Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: