Ternyata Mudah, Ini Syarat Pembuatan Paspor Anak Jika Ingin Bepergian ke Luar Negeri

Paspor Republik Indonesia (sumber: abisgajian.id)Paspor Republik Indonesia (sumber: abisgajian.id)

Bagi Anda yang sudah berkeluarga dan memiliki anak yang masih kecil (di bawah umur), kadang merasa kebingungan saat hendak bepergian ke luar negeri. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak pun wajib memiliki paspor sebagai dokumen utama perjalanan internasional. Syarat pembuatan paspor anak pun sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dipenuhi.

Tata cara dan proses pembuatan paspor anak sama dengan paspor untuk orang dewasa. Setelah berkas dimasukkan dan dinyatakan lengkap, pemohon/wakilnya akan diminta membayar biaya pembuatan paspor di kasir. Setelah itu, mereka akan diberitahu untuk menunggu foto dan wawancara (bisa hari itu juga, keesokan harinya, atau beberapa hari lagi).

Pada saat yang ditentukan anak akan dipanggil untuk berfoto. Apabila anak sudah agak besar, ia akan disuruh duduk dan diambil fotonya. Setelah itu akan diambil sidik jari kesepuluh jari tangan. Apabila masih bayi dan belum dapat duduk, orang tua menggendong bayi untuk difoto. Petugas akan mengambil foto bayi. Jangan khawatir bila posisi bayi miring, ekspresi wajah aneh, ataupun tangan si penggendong kelihatan di foto, asal matanya terbuka foto paspor bayi sah! Bayi tidak diambil sidik jarinya.

Seperti pembuatan/perpanjangan paspor orang dewasa, pembuatan paspor anak pun melalui proses wawancara yang hanya formalitas. Orang tuanya yang akan menjawab pertanyaan si petugas. Tinggal tunggu kapan Anda diminta mengambil paspor anak Anda yang sudah jadi.[1]

Baca juga:  Baby Talk, Metode Tingkatkan Kemampuan Berbahasa pada Bayi

Pada halaman satu terdapat kolom tanda tangan pemilik paspor. Untuk anak-anak akan distempel “UNABLE TO SIGN” yang artinya tidak bisa tanda tangan. Bagi anak dengan nama yang panjang (lebih dari tiga kata), pada halaman depan hanya tertera tiga kata pertama. Namun, pada halaman 4 akan ada keterangan tentang nama lengkap pemilik paspor. Khusus untuk paspor anak, pada halaman 48 terdapat nama dan alamat orang tuanya.[2] Agar lebih paham, simak uraian lengkap mengenai persyaratan pembuatan paspor anak berikut.

Syarat Pembuatan Paspor Anak

Ilustrasi: traveling dengan anak (pexels: Ashwin Pradhan)

Ilustrasi: traveling dengan anak (pexels: Ashwin Pradhan)

Syarat untuk Anak WNI Domisili di Indonesia

  1. Mengisi formulir permohonan secara lengkap dengan tinta hitam dan huruf cetak.
  2. Melampirkan kartu tanda penduduk (KTP) ayah atau ibu yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri.
  3. Kartu Keluarga (KK).
  4. Akta kelahiran atau surat baptis.
  5. Akta perkawinan atau buku nikah orang tua.
  6. Fotokopi paspor orang tua yang masih berlaku.
  7. Surat pernyataan tertulis dengan meterai Rp6.000 dari orang tua.
  8. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama.
  9. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki paspor biasa.
  10. Melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga:  Adakah Pengaruh KB Steril Terhadap Siklus Menstruasi?

Syarat untuk Anak WNI yang Lahir di Luar Indonesia

  1. Paspor biasa ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia.
  2. Surat keterangan lahir dari Perwakilan Republik Indonesia.

Sementara itu, apabila orang tua sudah bercerai maka bisa melampirkan Surat Pemegang Hak Asuh Anak dari pengadilan. Dan yang wajib mendampingi saat proses pengajuan paspor anak adalah orang tua pemegang hak asuh anak tersebut.Apabila orang tua tidak memiliki paspor maka harus melengkapi keterangan penanggung jawab keberangkatan anak keluar negeri, seperti pihak sekolah atau lembaga lainnya. Namun, bagi orang tua tidak memiliki akta/buku nikah, asalkan menyertakan akta lahir yang terdapat keterangan bahwa anak tersebut adalah “Anak dari …” maka orang tua tak perlu melampirkan buku nikah.

Cara Membuat Paspor Anak

Ilustrasi: paspor

Ilustrasi: paspor

  1. Daftar antrean secara online lewat aplikasi Antrian Paspor Online yang dapat diunduh lewat PlayStore atau buka website imigrasi.go.id, kemudian buat akun baru atau login dengan akun Google.
  2. Isi data pembuatan antrean paspor anak, pilih Kantor Imigrasi terdekat, isi jumlah pemohon, tanggal, dan waktu kedatangan.
  3. Setelah itu, simpan kode booking dan informasi antrian digital.
  4. Datang ke Kantor Imigrasi sekitar 30 menit lebih awal. Orang tua wajib mendampingi anak saat menyerahkan dokumen, wawancara, hingga foto di Kantor Imigrasi. Apabila orang tua berhalangan, anak dapat didampingi wali atau orang yang bertanggung jawab untuk mendampingi anak di perjalanan.
  5. Bawa dokumen asli juga untuk pengecekan ulang.
  6. Untuk paspor elektronik, akan ada pengambilan data biometrik.
  7. Bawa bukti pembayaran, lembar pengambilan paspor anak, dan KTP orang tua apabila hendak mengambil paspor sesuai tanggal yang diberikan.
Baca juga:  Anak Anda Muram? Ini Tips Bikin Mereka Kembali Bahagia

Biaya Buat Paspor Anak

Biaya pembuatan paspor untuk anak pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Adapun biaya membuat paspor biasa 24 halaman dikenai biaya sebesar Rp155 ribu, paspor biasa 48 halaman Rp355 ribu, paspor elektronik 24 halaman biayanya Rp405 ribu, dan paspor elektronik 48 halaman biayanya Rp655 ribu.

[1] Priyadarsani, O dkk. 2014. Family Backpacking Singapura & Malaysia Update. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 121.

[2] Ibid., hlm 122.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: