Terkurung di Rumah, Ini Cara Cegah Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Ilustrasi: menjaga anak di rumah (pexels: Ksenia Chernaya) Ilustrasi: menjaga anak di rumah (pexels: Ksenia Chernaya)

Kesehatan mental anak sangat penting, karena semakin berkembangnya zaman, semakin beragam pula gangguan mental yang teridentifikasi pada anak. Gangguan mental pada anak umumnya disebabkan perubahan segi kehidupan yang tidak dapat diterimanya.[1] Sekolah diketahui sebagai sebuah tempat yang tepat untuk mencegah masalah kesehatan mental. Sayangnya, saat ini banyak sekolah yang kurang memperhatikan hal ini dan lebih sering memberikan layanan sekolah di rumah saja melalui media sosial.

Hubungan Gangguan Mental dan Sekolah

Ada banyak alasan mengapa pihak sekolah lebih memilih konsep pendidikan secara daring daripada tatap muka, seperti sudah tersedianya sistem informasi yang canggih, bahan pengajaran yang hanya bisa dilakukan secara daring, dan pandemi. Khusus untuk pandemi, memang cukup berbahaya jika diadakan sekolah tatap muka.

Sementara di sekolah anak-anak bisa menghabiskan waktu dengan teman dan gurunya, di rumah mereka hanya menghabiskan waktu bersama keluarga. Beruntung bagi anak-anak yang memiliki kondisi keluarga harmonis, sedangkan bagi anak-anak dengan kondisi keluarga kurang sejahtera, tentunya rumah bukan pilihan yang tepat untuk bernaung.

Dilansir dari HuffPost, anak-anak yang berada di rumah saja dan mengalami masa-masa kehilangan kebersamaan dengan teman rentan mengalami gangguan mental yang cukup parah dan bersifat permanen. Meskipun manusia memiliki kondisi mental yang kuat, anak-anak belum memiliki cara berpikir yang tepat dalam menghadapi segala masalah dan perubahan yang ada.

Baca juga:  Pahami Rasa Benci yang Normal di Masa Pernikahan, Tidak Berisiko Perceraian!

Masih dari sumber yang sama, jika anak di rumah saja karena adanya pandemi, mereka juga akan mengalami gangguan emosi. Tak hanya itu, sebuah laporan dari komunitas Save the Children menyatakan, kondisi seperti ini bisa menghancurkan kesehatan emosional anak dan keluarga.

Anak-anak yang terkurung di rumah tentunya merasa bosan dan jenuh. Selain itu, mereka yang telah terbiasa dengan aktivitas di luar rumah, seperti bersekolah, bermain bersama teman, dan belajar kelompok bersama, harus membiasakan diri untuk menghilangkan semua aktivitas tersebut. Bagi si kecil yang tidak bisa beradaptasi dengan cepat, tentunya ini adalah hal yang sulit.

Siswa sekolah jarak jauh (sumber: tempo.co)

Siswa sekolah jarak jauh (sumber: tempo.co)

Gangguan Mental Anak

  • Social Anxiety. Biasa dikenal dengan gangguan kecemasan sosial, jika anak sudah terbiasa di rumah saja dan tidak pernah keluar rumah, maka mereka akan bingung saat berada di luar rumah. Anak-anak seperti ini juga akan merasa kurang percaya diri, tidak bisa bersosialisasi dengan baik, dan kehilangan relasi. Beberapa anak juga mulai mengalami bingung ekspresi saat berbicara dengan lawan bicaranya.
  • Health Anxiety. Tidak hanya orang dewasa yang bisa mengalami gangguan kecemasan kesehatan, tetapi juga anak-anak. Biasanya, ini disebabkan kondisi lingkungan sekitar. Saat harus ada di rumah saja dengan kondisi kesehatan yang mulai menurun, beberapa orang tua mulai khawatir secara berlebihan dengan kondisi buah hatinya dan inilah yang membuat anak ikut cemas berlebihan.
  • Dilansir dari Kompas, anak-anak juga rentan terhadap depresi yang sudah tergolong dalam gangguan kejiwaan. Si kecil yang mengalami gangguan mental ini, secara umum menunjukkan gejala seperti sangat ketakutan, sangat agresif, sulit bergabung dengan kelompok bermainnya sendiri, tidak mengerti perbedaan antara khayalan dan kenyataan, tidak mengungkapkan banyak emosi, sulit tidur, susah makan, dan jarang ke toilet.
Baca juga:  Tips Membantu Anak dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Hampir semua gangguan kesehatan mental pada anak di atas bersifat permanen dan bisa terbawa hingga dewasa, dan karenanya perlu adanya tindakan untuk mencegahnya. Selagi si kecil masih mulai beradaptasi dengan kegiatan rumahnya, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti berikut.

Cara Mencegah Gangguan Kesehatan Mental Anak

Seorang direktur layanan kesehatan mental di DotCom Therapy bernama Jacqueline P.Weight mengatakan, tidak semua hal di rumah itu mengerikan bagi anak. Anda bisa mencegah gangguan mental pada anak dengan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi si kecil.

Anak-anak juga memiliki kenangan khusus yang bersifat positif selama mereka di rumah saja dan ini adalah tugas orang tua untuk menggalinya lebih dalam dan meningkatkannya, sehingga bisa menekan pengalaman negatif penyebab gangguan mental. Sebagai contoh, Anda bisa membuat waktu bersama menjadi lebih spesial setiap minggunya dengan memasak makanan kesukaan buah hati Anda.

Baca juga:  Studi: Hamil di Usia Tua Ternyata Pengaruhi Perilaku Anak

Cara lain yang terbilang lebih efektif adalah jangan membiarkan si kecil sendirian. Dampingi mereka ketika menjalankan aktivitas harian, seperti sekolah online, mengerjakan tugas rumah, dan melakukan hobinya. Tak hanya itu, Anda juga harus meningkatkan komunikasi yang baik dengan anak, sehingga mereka tidak merasa sendirian menghadapi perubahan aktivitas yang ada.

[1] Ifdil. 2018. Mengembangkan Kesehatan Mental di Lingkungan Keluarga dan Sekolah. Journal of Innovative Counseling Universitas Negeri Padang, Vol. 2(2): 1-9.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*