Apakah Telur Cumi Bisa Dimakan? Apa Kegunaannya?

Telur cumi bisa dimakan (sumber: scootersaigontour.com)Telur cumi bisa dimakan (sumber: scootersaigontour.com)

Jenis cumi yang bisa dimakan dan diolah jadi aneka masakan yang lezat ada beragam, mulai dari cumi telur yang bagian perutnya menggelembung, cumi bangka yang ukurannya panjang, cumi sero dengan tubuh berwarna cenderung putih dengan sedikit bintik merah, hingga cumi asin kering yang diberi garam sebagai pengawet alami. Dari sekian jenis cumi tersebut, bisa dibilang cumi telor termasuk jenis yang difavoritkan banyak orang.

Cumi-cumi merupakan salah satu hewan laut dari keluarga Loliginidae, kelas Cephalopoda. Dalam bahasa Latin, cumi dikenal dengan istilah Loligo sp., sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan squid. Di Indonesia, cumi dikenal dengan beberapa istilah, seperti cumi-cumi, enus, nus, sotong, atau sontong bunga.

Cumi-cumi termasuk ikan jenis pelagis (hidup di permukaan air laut). Cumi-cumi terdiri atas ratusan varietas. Cumi-cumi termasuk predator yang memakan ikan, udang, atau binatang lunak lainnya. Mangsa ditangkap dengan menggunakan tangannya dan ditarik dengan cepat serta dimasukkan ke mulut oleh paruhnya yang runcing.[1]

Berbeda dengan jenis ikan pada umumnya, cumi-cumi termasuk hewan yang tidak bertulang belakang serta tidak memiliki tulang di dalam tubuhnya. Walaupun demikian, cumi-cumi mempunyai kemampuan bergerak yang luar biasa berkat adanya sistem yang sangat unik pada tubuhnya. Tubuh lunak cumi-cumi tertutup lapisan jaket tebal. Di bawah lapisan ini, air disedot dan disemburkan keluar oleh otot-otot kuat, sehingga menjadikannya mampu bergerak mundur.

Baca juga:  Dibanding Produk Masker Wajah, Cara Ini Dinilai Lebih Efektif Mengatasi Komedo dan Jerawat

Di Indonesia, sentra penangkapan cumi-cumi terdapat di daerah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, terutama untuk jenis cumi-cumi seperti Loligo japonica, Doroteuthis kensaki, dan Doroteuthis bleckeri. Di perairan Teluk Banten, Jawa Barat juga banyak ditangkap cumi-cumi jenis sotong (Sepioteuthis lessoniana).

Cumi merupakan salah satu jenis hewan laut yang banyak diminati masyarakat, terutama para penggemar seafood dan Chinese food. Di pasaran, cumi umumnya dijual dalam dua bentuk utama, yaitu bentuk segar dan bentuk kering asin.

Cumi segar umumnya diolah dengan cara dipanggang (cumi bumbu bakar), digoreng (cumi goreng biasa, cumi goreng tepung, calamari, tumis cumi), direbus (gulai cumi, kalio cumi, cumi tomat hijau, cumi garam asam), campuran sayur (cumi labu siam, cah kangkung cumi, capcay, hot plate), atau campuran sop (sop cumi udang sawi). Di Jepang cumi segar sering diolah menjadi sushi atau sashimi.

Baca juga:  Hobi Berkebun? Hindari Jenis Tanaman Berbahaya Jika Anda Punya Kucing atau Anjing
Ilustrasi: makanan olahan dari cumi-cumi (sumber: angsarap.net)

Ilustrasi: makanan olahan dari cumi-cumi (sumber: angsarap.net)

Cumi kering asin umumnya dijual dalam dua bentuk, yaitu bentuk lembaran dan bentuk gelondongan (bulat). Cumi asin bentuk lembaran rasanya tidak terlalu asin, sehingga bisa digoreng dan dimakan sebagai lauk atau snack. Rasanya sangat gurih dan teksturnya agak kenyal. Cumi kering gelondongan rasanya sangat asin, sehingga perlu direndam terlebih dahulu dengan larutan garam encer sebelum diolah, agar menjadi lebih tawar.[2]

Kandungan Gizi Cumi-cumi

Ditinjau dari nilai gizinya, cumi-cumi memiliki kandungan zat gizi yang luar biasa, terutama proteinnya yang cukup tinggi, yaitu 17,9 g/100 g cumi segar. Daging cumi-cumi memiliki kelebihan bila dibandingkan dengan hasil laut lain, yaitu tidak ada tulang belakang, mudah dicerna, memiliki rasa dan aroma yang khas, serta mengandung semua jenis asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh.

Asam amino esensial yang dominan adalah leusin, lisin, dan fenilalanin. Sedangkan kadar asam amino non-esensial yang dominan adalah asam glutamat dan asam aspartate. Kedua asam amino tersebut berkontribusi besar terhadap timbulnya rasa sedap dan gurih. Itulah sebabnya, secara alami cumi telah memiliki cita rasa gurih, sehingga dalam pengolahannya tidak perlu ditambahkan penyedap (seperti monosodium glutamat = MSG).[3]

Baca juga:  Cara Membuat Espresso Manual Tanpa Alat/Mesin Kopi

Apa Telur Cumi Bisa Dimakan?

Jawabnya tentu saja iya. Sebagian besar pedagang di pasar biasanya menjual cumi telor yang tidak dipisahkan telurnya, sehingga akan ada sensasi tersendiri ketika disantap. Tekstur cumi telor cenderung empuk dan gurih karena adanya telur di bagian perutnya. Meski demikian, rupanya ada juga yang menjual telur cumi terpisah. Harga telur cumi bangka per 1/2 kg (500 gram) dibanderol Rp24.500. Telur cumi bukan hanya bisa dimakan, tetapi juga cocok untuk dijadikan bahan untuk membuat kerupuk, siomay, dimsum, dan lain-lain.

[1] Astawan, M & Andreas LK. 2008. Khasiat Warna-warni Makanan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 273.

[2] Ibid., hlm 274.

[3] Ibid., hlm 275.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: