Tato di Atas Tahi Lalat Bisa Picu Melanoma, Benarkah?

Tato, tahi lalat, kanker kulit, melanoma, jurnal, penelitian, kesehatan, JAMA Dermatologi, cara, mencegah, infeksi, akibat, area, kulit, bakteri, kondisi, eksim, psoriasis, peneliti, studi, tanda lahir, menular, deteksi, laser, tubuh, amelanotic melanomas, bahaya, budaya, tinta, jarum Dua orang penggemar tato

Hampir semua orang pasti mengenal , sebuah karya seni yang dituangkan melalui lukisan pada tubuh seseorang. Banyak orang yang tergila-gila dengan , bahkan rela menyerahkan tubuhnya untuk dilukis.

Mereka merasa puas dengan aneka bentuk yang tertanam pada mereka sebagai ciri khas yang membedakan dengan orang lain. Tato pun telah menjadi bagian dari budaya mainstream selama 20 tahun terakhir. Awalnya tato identik dengan pelaut, penjahat dan terpidana dan orang-orang berandal yang tinggal di pinggiran. Namun, budaya saat ini telah membuat tato sebagai hal yang umum di berbagai belahan dunia.

Akan tetapi ada masalah besar yang dihadapi oleh orang yang mentato sekujur lengan dan kaki adalah mencakup tambalan besar kulit. Tinta tato dapat menyembunyikan tahi lalat, tanda lahir atau kulit yang telah terjangkit melanoma. mengatakan siapa saja yang menginginkan tato harus membuatnya di daerah tanpa tahi lalat atau tanda lahir.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal JAMA Dermatologi mengungkapkan bahwa membuat tato di atas tahi lalat atau tanda lahir membahayakan . Hal ini dikarenakan tato di atas tahi lalat membuat sulit untuk mendeteksi terjadinya kulit, ungkap para peneliti seperti dikutip situs Harvard Health Publishing.

Para ilmuwan dari Jerman ini menunjuk kasus pria muda yang mengalami melanoma pada jejak kulit berwarna (tahi lalat atau tanda lahir) dengan tato selama dan antara fase pembersihan tato secara laser.

Sebanyak 16 kasus terjadinya melanoma dengan tato dilaporkan dalam jurnal berbahasa Inggris, ungkap para peneliti. “Secara umum, tato tak seharusnya ditempatkan pada jejak berpigmen, jika iya, maka tato tak seharusnya diobati dengan laser,” kata para peneliti yang diketuai oleh Dr. Laura Pohl dari Laserklinik Karlsruhe.

Dermatologis dari Amerika juga mengamini bahwa tahi lalat seharusnya bukan area yang boleh dipasangi tato. “Sebanyak 50 persen dari semua kasus melanoma terjadi pada tahi lalat,” ujar Dr. Hooman Khorasani dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, di New York City. “Sulit untuk mengamati tahi lalat yang tertutup tato karena tinta tato berkamuflase di tahi lalat dan kadang-kadang mengganggu beberapa peralatan yang digunakan untuk mendeteksinya,” lanjut dia.

Pembersihan tato, sambung Khorasani, membuat pengamatan pada tahi lalat semakin sulit dilakukan. “Sekali Anda melakukan pembersihan tato secara laser, laser ini juga akan membersihkan yang dibuat oleh sel-sel melanoma yang disebut melanocytes,” ujar dia.

Ilustrasi: prosedur awal penghapusan tato (sumber: vice.com)

Karena itu, ia menambahkan, jika ada pigmen tidak biasa yang seharusnya dicurigai, tak bisa dideteksi dengan mudah. “Ini yang menyebabkan beberapa subtype melanoma yang disebut amelanotic melanomas, lebih berbahaya dan agresif.”

Saran yang diberikan untuk mengatasi hal tersebut, kata Khorasani, “Jika memungkinkan, hindari tinta berwarna gelap di atas tahi lalat Anda, sebab mereka bisa menjadi kamuflase untuk tahi lalat itu dan membuat pengawasan menjadi lebih sulit.” Ia juga meminta para penggemar tato untuk mempertimbangkan kembali jika ingin membuat tato baru di tubuhnya.

Para peneliti Jerman juga setuju dengan Khorasani bahwa penilaian kulit secara rutin seharusnya dilakukan saat seseorang melakukan pembersihan tato secara laser. Jika ada kecurigaan mengenai kanker kulit, luka tersebut seharusnya dibersihkan sebelum dilakukan pembersihan tato secara laser, kata mereka.

Dalam kaitannya dengan kanker, yang banyak menjadi kambing hitamnya bukan jarum tato melainkan tinta yang digunakan. Tinta merah misalnya, mengandung logam berat seperti timbal, kadmium, krom, nikel, titanium dan sebagainya. Bahkan, ada pula yang mengandung arsenik.

“Tidak semua orang yang ditato akan kena kanker kulit. Tapi mereka mengalami peningkatan risiko mengingat kebanyakan tukang tato memakai tinta yang mengandung arsenik,” kata Dr DJS Tula, konsultan bedah plastik di RS BLK di Delhi, India seperti dikutip dari Indiavision.

Secara khusus, Dr Tula juga menganjurkan untuk menghindari pembuatan tato di sekitar tahi lalat. Bukan semata-mata karena kandungan logam berat dalam tinta yang digunakan, tetapi lebih pada tampilan tahi lalat yang menjadi sulit diamati jika mengalami perubahan.

Seperti diketahui, berbagai perubahan pada tahi lalat sering mengindikasikan adanya kanker kulit seperti melanoma. Karena itu, penting untuk mengamati adanya perubahan bentuk pada simetri, ukuran, warna dan tekstur. Adanya tato di sekitar tahi lalat tentu akan mengganggu pengamatan.

“Jika ada tato di sekitarnya (tahi lalat), maka tanda-tanda peringatan penting akan sulit teramati dan ini nantinya bisa berkembang menjadi melanoma atau jenis kanker kulit lainnya,” kata Dr Tula yang juga mengingatkan bahwa peralatan tato harus selalu dalam kondisi steril saat digunakan.

Cara Mencegah Akibat Tato

Kulit mengalami melanoma (sumber: Wikipedia)

Infeksi pada kulit yang muncul karena tato bisa mengintai sang pemilik tato. Tak heran, sebelum membuat tato di tubuh, ada baiknya membuka wawasan soal tato. Beberapa poin utama perlu diperhatikan agar Anda terhindar dari infeksi tato. Dilansir dari Liputan6, berikut cara pencegahan terjadinya infeksi tato.

  • Lakukan penyelidikan dan pilihlah seorang seniman tato profesional. Pastikan seniman tato memiliki lisensi yang resmi.
  • Mintalah melihat peralatan pembuat tato (tinta, jarum suntik, plastic wrap) sebelum Anda membuat tato.
  • Semua alat pembuat tato harus dalam keadaan steril.
  • Hubungi seniman tato jika Anda melihat sesuatu yang mencurigakan soal tato yang melekat di tubuh. Tapi kalau masalah mencurigakan belum dapat hilang lebih dari seminggu, sebaiknya temui dokter kulit.
  • Bicaralah dengan dokter kulit sebelum Anda membuat tato. Konsultasi ini terutama bagi Anda yang memiliki kondisi kulit eksim (kulit kering) atau psoriasis (peradangan kulit).

Selain itu, pilih area kulit yang bebas dari tahi lalat. Tahi lalat yang ditutupi tinta akan membuat lebih sulit mendiagnosis perubahan atau masalah kesehatan yang mungkin muncul berikutnya. Selalu cuci tangan pakai sabun dan air. Lakukan hal ini sebelum menyentuh tato baru atau menyentuh perban yang menutupi tato. Lepaskan perban selama 24 jam. Hindari menggaruk atau menyentuh tato baru (yang masih belum kering). Hal ini karena dapat menularkan bakteri ke dalam kulit (pada bagian tubuh lainnya).

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: