Efek Samping Tato Bisa Meningkatkan Suhu Tubuh

Tato Bisa Meningkatkan Suhu TubuhTato Bisa Meningkatkan Suhu Tubuh

Tato merupakan salah satu bentuk kesenian yang sudah menjadi bagian dari budaya dan kini bisa dikatakan sebagai budaya urban, dan banyak orang ingin menato tubuhnya demi mendapatkan rasa percaya diri sekaligus meningkatkan estetika.[1] Meskipun terlihat cantik, beberapa penelitian menemukan efek samping tato dan salah satunya adalah bisa meningkatkan suhu tubuh. Bahkan, tak jarang orang merasa sering kepanasan setelah ditato.

Kenapa Kulit yang Ditato Kepanasan?

Dilansir dari WebMD, menggunakan tato bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan bisa membuat suhu tubuh meningkat. Studi baru mengungkapkan, tinta tato bisa menghalangi keluarnya keringat, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat. Hal ini membuat sebagian besar orang yang memiliki tato di bagian tubuh tertentu akan merasa kepanasan secara menyeluruh atau hanya di bagian tubuh yang ditato.

Masih dilansir dari sumber yang sama, riset menemukan bahwa kulit lengan yang ditato mengalami tingkat sekresi keringat yang kurang dibanding kulit tanpa ditato. Hal ini membuat kulit berpotensi tidak bisa kehilangan rasa panas atau menumpuk panas di bagian atas hingga pori-pori.

Seorang dokter kulit di New York bernama Dr. Michele Green mengatakan, penurunan keringat memiliki risiko berbahaya apalagi jika pasien mengalami demam, karena bisa menyebabkan termoregulasi. Hal ini sama seperti ketika Anda berada di tempat yang sangat panas, tetapi tubuh tidak bisa merespon dengan baik. Akibatnya, suhu panas di sekitar mengendap di tubuh Anda. Bagi orang yang sensitif terhadap suhu, ini menyebabkan sensasi panas seperti terbakar.

Baca juga:  Bagaimana Cara Membuat Hair Clip Sendiri di Rumah?

Studi baru yang dipimpin oleh Scott Davis dari Southern Methodist University di Dallas juga menerangkan, berkeringat adalah respon alami tubuh untuk mengatur suhu. Jika respon ini terganggu, maka banyak hal yang bisa terjadi selain suhu tubuh yang bisa meningkat drastis, dan salah satunya adalah kerusakan kelenjar keringat.

Proses Pembuatan Tato

Proses Pembuatan Tato

Davis dan rekan-rekannya juga mengatakan, tato kecil di bagian tubuh tertentu tidak mengganggu pengaturan suhu tubuh secara keseluruhan, berbeda dengan tato berukuran besar atau full body tattoo. Tato berukuran kecil hanya berdampak pada gangguan pembuangan panas di bagian kulit yang ditato. Sementara itu, jika persentase tato lebih tinggi dari luas permukaan tubuh, secara alami tubuh akan mudah merasa panas, karena ada gangguan pembuangan panas pada seluruh tubuh.

Lalu, pada uji coba sebelumnya, diketahui bahwa kulit yang ditato memiliki konsentrasi garam (natrium) lebih tinggi dalam keringat dan menunjukkan berkurangnya fungsi kelenjar keringat. Hal ini disebabkan proses tato itu sendiri. Para periset menghitung bahwa proses menato membutuhkan hingga 3.000 tusukan per menit di kulit yang menyebabkan kerusakan kelenjar keringat serta pori-pori bagian atas.

Baca juga:  Cara dan Tips Menggunakan Body Scrub untuk Kulit Sehat plus Cantik

Untuk menemukan hasil tersebut, para analisis menilai tingkat keringat di lengan atas dan bawah dari 10 orang yang bertato dan membandingkan setidaknya 5,6 cm2 kulit yang bertato dengan kulit tak bertato pada bagian tubuh yang berdekatan. Uji coba dilakukan dengan meningkatkan jumlah keringat di seluruh tubuh para peserta dengan cara mengalirkan air panas dengan suhu di atas 120 derajat Fahrenheit selama 30 menit di bagian atas tubuh mereka, tentunya dengan jarak tertentu untuk menghindari risiko kulit melepuh.

Saat tubuh dialiri air panas, kulit yang bertato dan tidak bertato mulai berkeringat pada waktu yang hampir bersamaan sebagai respons terhadap panas, dan ini menunjukkan bahwa saraf pada kelenjar keringat berfungsi normal. Namun, area yang ditato cenderung menghasilkan keringat dalam jumlah yang sedikit dan ini adalah bukti bahwa kelenjar keringatnya rusak selama proses pembuatan tato.

Efek Samping Kulit Tubuh Bertato - www.youngisthan.in

Efek Samping Kulit Tubuh Bertato – www.youngisthan.in

Riset yang sudah diterbitkan di Journal of Applied Physiology itu juga menyimpulkan, tato dapat menghambat fungsi kelenjar keringat dan dapat dianggap sebagai komplikasi jangka panjang potensial sebagai efek samping dari prosedur pembuatan tato. Efek samping seperti ini tentunya tidak bisa diperbaiki lagi, meskipun Anda mencoba menghilangkan tato dengan laser.

Baca juga:  Rekomendasi 5 Parfum Arab untuk Wanita Paling Mewah

Efek samping tato tentunya tidak hanya kerusakan kelenjar keringat, tetapi masih ada yang lainnya, seperti infeksi jangka pendek atau panjang, granuloma, lesi, alergi, dan jaringan parut. Selain itu, dilansir dari Alodokter, pada beberapa kasus ditemukan pasien mengidap HIV, tetanus, dan hepatitis akibat prosedur tato yang kurang higienis. Untuk itu, sebaiknya Anda mempertimbangkan dengan baik tentang penggunaan tato permanen sebelum datang ke studio tato.

[1] Setiawan, I Nyoman Anom Fajaraditya. 2016. Tato dalam Seni dan Pariwisata di Bali. Jurnal Studi Kultural STMIK STIKOM Indonesia, Vol. 1(2): 101-104.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: