Tanda-tanda Hamil 2 Minggu, Prediksi Gejalanya!

Ilustrasi: wanita hamil mudaIlustrasi: wanita hamil muda

Bagi pasangan baru menikah, kehamilan menjadi salah satu kabar baik yang dinantikan. Tentu saja demi mengetahui kehamilan lebih cepat, banyak yang membandingkan kondisi pasangan setelah beberapa bulan. Bahkan, tanda-tanda istri yang tengah hamil 2 minggu dapat dianalisis melalui sejumlah gejala tertentu.

Kehamilan usia dua minggu sebenarnya belum dapat terlihat atau dirasakan. Namun, kondisi utama yang jelas terlihat adalah siklus menstruasi yang terlambat. Jika kehamilan dihitung selama 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT), maka seorang wanita belum benar-benar hamil pada minggu pertama.

Kehamilan terbilang berhasil jika siklus ovulasi berjalan dengan benar. Artinya, sel telur yang dilepaskan oleh ovarium dapat bertemu sperma pada tuba fallopi. Berdasarkan hasil studi, proses tersebut terjadi pada akhir minggu ke-2 atau awal minggu ke-3, tergantung dari masa subur atau ovulasi. Setiap wanita memiliki siklus yang berbeda dan umumnya sekitar 28 hari. Sel telur akan menghasilkan hormon human chorionic gonadotropin (HCG) sekitar empat hari setelah dibuahi. Namun, hormon ini baru bisa dideteksi lewat tes kehamilan sekitar satu minggu lagi.

Pada kehamilan usia satu minggu saja, seorang wanita baru terlihat gejala awal kehamilan pada minggu keempat kehamilan. Gejala tersebut meliputi kram perut, morning sickness, mual serta bercak darah yang masih akan dialami wanita pada minggu-minggu berikutnya.

Memperhatikan detail gejala awal kehamilan begitu susah dan tidak pasti. Selain mencatat kembali siklus menstruasi selama beberapa bulan dan mengamati tekstur cairan vagina. Menjelang ovulasi, Anda juga dapat mengukur suhu tubuh basal, khususnya suhu tubuh saat bangun tidur di pagi hari. Sebagian besar wanita yang begitu penasaran justru menggunakan alat tes ovulasi dengan menggunakan urine.

Baca juga:  Tips & Cara Membuat Setting Spray DIY yang Bisa Bikin Make-up Lebih Tahan Lama

Gejala Awal Kehamilan

Telat, haid, tapi, tidak, ada, tanda, kehamilan, penyebab, faktor, stres, menstruasi, wanita, gejala, kesehatan, negatif,

Ilustrasi: siklus menstruasi (ccrmivf.com)

Menstruasi terlambat pada beberapa minggu setelah pembuahan

Gejala ini menjadi ciri pasti kehamilan. Namun jangan salah mengartikan setiap terlambat menstruasi pasti tengah hamil. Sebab, siklus menstruasi pada wanita juga akan berbeda dari bulan berikutnya dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Untuk memastikan penyebab siklus menstruasi terlambat, maka Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Mual dengan atau tanpa muntah

Tiga minggu setelah pembuahan, sebagian wanita merasakan mual, dengan atau tanpa muntah. Tidak hanya pagi hari, mual semacam ini bisa terjadi kapan saja. Hal tersebut dinilai berkaitan dengan hormon kehamilan sehingga menimbulkan reaksi perubahan tubuh yang cepat. Gejala morning sickness ini pun bervariasi pada masing-masing ibu hamil. Diperkirakan keluhan ini terjadi pada 50 persen kehamilan saat berusia 2 – 12 minggu atau disebut hamil muda.

Payudara bengkak dan sensitif

Bagi wanita yang tengah hamil akan merasakan gejala yang lain dengan kondisi sebelumnya yakni payudara tampak bengkak. Anda juga akan merasakan payudara begitu sensitif dan nyeri saat disentuh. Namun, gejala ini tidak selalu muncul sebagai ciri hamil 2 minggu.

Ilustrasi: payudara bengkak & sensitif (sumber: orami.co.id)

Sakit pinggang bagian bawah dan mudah lelah

Gejala yang tiba-tiba dirasakan ibu hamil yakni mudah lelah dan nyeri pada pinggang bagian bawah yang disebabkan oleh perubahan pusat gravitasi tubuh karena perkembangan kandungan. Tak heran jika postur tubuh dan berat badan ibu hamil juga akan berubah seiring bertambahnya usia kehamilan. Hal tersebut yang juga memicu rasa lelah pada tubuh.

Baca juga:  Review Kelly Pearl Cream Whitening, Krim Wajah Legendaris yang Murah Meriah

Semakin sering buang air kecil dan sembelit

Wanita yang tengah hamil muda akan merasakan gejala yang lain dari biasanya, yakni intensitas buang air kecil yang bertambah. Hal ini kemungkinan besar dipicu oleh hormon kehamilan. Lain halnya dengan buang air besar, wanita hamil akan merasakan sembelit karena sistem pencernaannya yang melambat.

Perubahan suasana hati atau suka murung

Ternyata perubahan suasana hati juga akan dialami para ibu yang tengah hamil muda. Faktor tersebut tak lain dikarenakan perubahan hormon tubuh dan bersifat normal. Bahkan pada sebagian wanita hamil perubahan hormon tubuh juga memicu sakit kepala.

Gejala di atas secara umum dapat dijadikan tolok ukur untuk memprediksi tanda awal kehamilan Anda. Meski begitu, gejala tersebut akan dipastikan berlanjut pada masa kehamilan. Untuk lebih pasti, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Tips Mengatasi Keluhan Kehamilan di Minggu Kedua

Banyak minum air putih, salah satu cara mengatasi kram menstruasi

Mengonsumsi air putih

Perbanyak asupan air putih

Ambeien adalah salah satu keluhan ibu hamil yang terjadi karena pelebaran dan peradangan pembuluh darah vena (balik) di anus atau rektum. Ini menjadi keluhan ibu hamil yang sering terjadi pada trimester pertama. Tak hanya disarankan memperbanyak asupan air putih, Anda juga harus mengonsumsi makanan kaya serat, terutama buah dan sayur.

Baca juga:  Infertilitas atau Kemandulan Bukanlah Rahasia, Tetapi Bersifat Pribadi

Perhatikan jadwal makan

Untuk mengatasi rasa mual, Anda dapat membuat wedang jahe dan mengoleskan minyak esensial aromaterapi. Selain itu, siapkan cemilan rendah lemak di sisi tempat tidur, dan makan sedikit sebelum Anda beranjak dari tempat tidur juga meredakan rasa mual.

Rasa mual bisa juga disebabkan oleh peningkatan asam lambung. Dan untuk mengatasinya Anda harus memperhatikan pola makan dengan menghindari makanan yang asam dan pedas. Sebaiknya Anda makan secukupnya dengan cara makan sedikit dalam frekuensi yang lebih sering.

Menjaga kesehatan vagina

Agar tidak terserang bakteri yang bisa menginfeksi vagina, sebaiknya Anda tetap menjaga agar wilayah tersebut tetap sejuk dan kering. Perubahan hormon dan bertambahnya aliran darah ke vagina menyebabkan meningkatnya cairan vagina. Keluhan ibu hamil seperti ini masih normal, selama keputihan tersebut tidak menimbulkan gatal, rasa panas dan bengkak pada bibir kemaluan.

Kehamilan di usia muda memang masih rentan, oleh sebab itu Anda harus menjaga kesehatan dan mengatasi sejumlah gangguan pada tubuh. Hindari mengonsumsi obat-obatan kimia agar tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan janin Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: