Tanda-Tanda dan Penyebab Cacingan Pada Bayi Usia 9 Bulan

Ilustrasi: bayi usia 9 bulan Ilustrasi: bayi usia 9 bulan

Anak kecil atau bayi usia 9 bulan seringkali memasukkan benda asing yang baru mereka lihat ke dalam mulutnya, tak terkecuali tanah atau benda lain saat ia bermain. Padahal, tanah atau benda kotor yang masuk ke mulut bisa saja mengandung larva cacing penyebab cacingan. Nah, sebagai seorang Ibu, sudahkah Anda tahu bagaimana tanda cacingan pada bayi Anda?

Melansir dari laman Dokter Sehat, ciri-ciri cacingan pada bayi usia 9 bulan secara umum dapat terlihat dari sulitnya mengalami kenaikan berat badan. Bayi yang terkena cacingan juga sering mengalami diare dan sakit di bagian perut. Tidak hanya itu, ciri anak cacingan juga bisa dikenali dengan munculnya anemia. Anemia bisa terjadi karena darah dalam tubuh diserang oleh cacing tambang. Ciri-ciri cacingan anak lainnya adalah hilangnya nafsu makan serta munculnya rasa lemas dan lesu.

Perlu diketahui bahwa cacing ini bisa berpindah dari satu organ tubuh ke organ tubuh yang lain, di mana hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada organ yang disinggahinya. Misalnya jika anak mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh bisa saja itu pertanda bahwa ada cacing yang sudah menyebar sampai ke bagian paru-parunya,

Cacing di organ tubuh lain selain perut bisa menimbulkan gejala seperti benjolan atau bengkak, demam hingga kejang. Ciri-ciri anak cacingan juga tergantung dari jenis cacing yang ada di dalam tubuhnya, cacing jenis gelang misalnya umumnya tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Namun cacing gelang tertentu bisa membuat masalah pada mata atau menyebabkan gejala asma.

Sementara cacing kremi bisa menyebabkan rasa gatal di organ kelamin anak dan akan semakin bertambah gatal saat malam hari. Ciri lain yang bisa dikenali apabila seorang anak mengalami cacingan adalah dengan melihat fesesnya. Dengan melihat kondisi kondisi tinja dapat diketahui apakah anak positif menderita cacingan atau tidak.

Cara Mencegah Cacingan

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan agar anak Anda terhindar dari cacingan, antara lain:

Faktor lingkungan

Baca juga:  Review Sariayu Acne Care Facial Foam

Faktor lingkungan adalah satu faktor yang menyumbang besar terhadap penyakit cacingan, demi menjaga kesehatan pada bayi, lakukanlah beberapa hal seperti memeriksa sumber air di sekitar rumah agar tetap bersih dan menjaga kebersihan rumah dari kotoran hewan.

Ilustrasi: memelihara kesehatan bayi

Ilustrasi: memelihara kesehatan bayi

Faktor orang tua

Kesehatan bayi terhadap penyakit cacingan dipengaruhi oleh kebersihan serta pola kehidupan orang tua itu sendiri. Oleh karena itu orang tua harus selalu hidup bersih dan sehat dengan melakukan hal kecil seperti mencuci bersih semua bahan-bahan makanan yang akan dimasak, biasakan mencuci tangan, mencuci hingga bersih peralatan bayi yang akan digunakan dan telah digunakan, memotong kuku dengan rutin, serta hindari memberikan daging yang tidak matang pada bayi.

Faktor pada bayi itu sendiri

Selain dari kedua faktor di atas, faktor bayi itu sendiri juga dapat menjadi faktor penyebab cacing masuk ke dalam tubuh bayi dengan sangat mudah. Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk menghindari cacing masuk pada tubuh bayi seperti:

  • Biasakan bayi mandi 2 kali dalam sehari.
  • Berikan antiseptik khusus bayi pada bak mandinya.
  • Tidak lupa memotong kuku tangan serta kaki bayi.
  • Jika keluar rumah biasakan menggunakan alas kaki.
  • Usahakan anak Anda untuk tidak bermain di area tanah karena bukan tidak mungkin tanah tersebut telah terkontaminasi oleh kotoran hewan bahkan manusia.
  • Berikanlah bayi obat cacing secara rutin agar tidak terserang penyakit cacingan.

Bagi Ibu yang akan memberikan ASI pada bayi, pastikan kebersihan payudara dan tangannya terjaga. Selalu mencuci tangan hingga bersih setelah buang air kecil atau besar, rajin menggunting kuku, tidak membuang kotoran manusia dan hewan sembarangan, mencuci tangan setelah berkebun atau bercocok tanam dan setelah memegang hewan atau dari peternakan, hindari memakan makanan yang mentah atau setengah matang.

Apalagi jika di daerah yang sanitasinya tidak baik, cucilah sayuran yang akan diolah dengan air bersih dan mengalir dan minumlah obat cacing setiap 6 bulan sekali untuk mencegah cacingan.

Obat Cacing Untuk Bayi

Ilustrasi: memberi obat cacing pada bayi (sumber: popmama.com)

Ilustrasi: memberi obat cacing pada bayi (sumber: popmama.com)

Obat cacing merupakan pemberian obat untuk mencegah terjadinya penyakit kecacingan. Apabila mengalami kecacingan gejala yang dapat timbul berupa rasa gatal di anus, nyeri perut, mual, muntah, diare, tidak nafsu makan, tampak kurus namun perut buncit. Penyebab kecacingan oleh karena terinfeksi atau masuknya cacing ke dalam tubuh manusia dapat disebabkan cacing kremi, cacing tambang, cacing pita, cacing gelang.

Pengobatan pada kecacingan tergantung kepada jenis cacing yang menjadi penyebab. Umumnya dapat diberikan pengobatan dengan obat dosis tunggal. Namun pemberian obat untuk mencegah kecacingan dapat diberikan setiap 6 bulan dan diberikan pada anak usia diatas 1 tahun. Efek pemberian obat dapat menimbulkan mual, muntah, nyeri perut, diare, anak rewel atau anak tampak lemas.

Apabila timbul keluhan tersebut sebaiknya periksakan anak Anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan feses, tes darah dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Sementara hal yang dapat Anda lakukan adalah mencuci alat makan dan bahan makanan anak dengan bersih, mencuci tangan anak dan tangan Anda secara teratur, gunakan alas kaki untuk anak ketika bermain di luar rumah, memasak bahan makanan/ daging hingga matang, rutin bersihkan sprei dan tempat tidur, anak makan teratur, sehat dan bergizi.

Pemberian obat cacing dapat dimulai sejak anak usia 2 tahun. Hal ini, disebabkan karena pada anak usia 2 tahun sudah terjadi adanya kontak dengan tanah yang merupakan sumber penularan infeksi cacing. Pemberian obat cacing dapat diulang setiap 6 bulan sekali. Sedangkan, untuk daerah non endemis pemberian obat cacing harus diberikan sesuai indikasi dan sesuai pemeriksaan dokter dengan hasil pemeriksaan tinja positif ditemukan telur cacing atau cacing.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: