Tanda-Tanda Penyakit Herpes dan Pengobatannya

Ilustrasi: penyakit herpesIlustrasi: penyakit herpes

Herpes masih menjadi momok bagi banyak kalangan, terutama kaum wanita. Penyakit herpes tidak hanya ada di Indonesia, banyak orang luar negeri yang didiagnosis mengalami penyakit tersebut. Tanda-tanda penyakit herpes pada tiap orang juga beragam. Meskipun begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Penyebab Penyakit Herpes dan Penularannya

Dilansir dari Women’s Health, seorang wanita bernama Emily didiagnosis mengalami herpes pada 5 tahun lalu. Waktu itu, ia baru saja lulus dari perguruan tinggi dengan gelar sarjana dan harus melanjutkan program magang untuk menunjang karirnya. Beberapa hari setelah melakukan upacara kelulusan, ia bangun dengan kondisi yang buruk.

Di pagi hari, Emily bangun dengan rasa sakit yang hebat di sekitar vulvanya. Dalam hal ini, ia berpikir semoga dirinya tidak terkena IMS atau penyakit yang parah. Hari itu juga, ia pergi menemui dokter di sebuah rumah sakit ternama dekat rumahnya. Ia tiba di pusat perawatan darurat dengan hati yang cemas dan pikiran tak karuan.

Dokter dan perawat segera membawanya ke sebuah ruang pemeriksaan untuk memeriksa keseluruhan kondisi tubuhnya. Butuh waktu cukup lama untuk melakukan pemeriksaan dan tes darah, untuk mengetahui kondisi wanita tersebut. Hasil tes kesehatan menyatakan bahwa ia positif mengalami herpes.

Baca juga:  Manfaatkan Khasiat Baik Bunga Sakura, Harga Garnier Sakura White Sleeping Essence Rp25 Ribuan

Herpes sendiri merupakan salah satu penyakit IMS yang dapat menular melalui hubungan seks, jarum suntik, dan air liur. Herpes disebabkan virus herpes (Alpha herpesvirus, Beta herpesvirus, dan Gamma herpesvirus), terutama jenis virus herpes simplex virus (HSV) tipe 2 yang mudah sekali menular.[1] Untuk mengetahui penyakit dan penyebab herpes, pasien harus melalui beberapa tes kesehatan, mulai dari tes darah hingga tes urine.

Ilustrasi: periksa ke dokter (sumber: rscbayarea.com)

Ilustrasi: periksa ke dokter (sumber: rscbayarea.com)

Pada individu yang memiliki daya imun yang baik, infeksi herpes simpleks sekunder dapat sembuh dalam waktu 1 minggu hingga 2 minggu tanpa jaringan parut, dan biasanya tidak terlalu sakit. Karena jangka waktu yang pendek, kebanyakan pasien herpes simpleks sekunder tidak memerlukan pengobatan serius.

Meskipun begitu, herpes dapat menyebabkan morbiditas yang signifikan pada pasien yang tidak memiliki daya imun kuat. Jika pasien tidak memiliki daya imun yang kuat, ia akan terkena esophagitis, pneumonia, encephalitis, dan disseminated disease yang diakibatkan oleh virus HSV).[2]

HSV dapat menyerang siapa saja, namun lebih umum pada remaja berusia 14 tahun hingga orang dewasa berusia 49 tahun. Diagnosis herpes juga tergolong sedikit sulit, karena setiap orang memiliki gejalanya masing-masing, bahkan tak jarang orang terkena herpes tanpa mengalami gejala yang serius.

Baca juga:  Kenali Vitiligo, Penyakit Kulit Belang di Seluruh Tubuh

Sebagian besar pasien awalnya juga tidak sadar jika mereka sudah terkena herpes. Mereka baru mulai menyadari setelah beberapa hari atau beberapa bulan berlalu, ketika mereka berkunjung ke klinik atau dokter. Gejala yang tidak terlihat pada pasien herpes ini sering membuat dokter terkecoh.

Untuk itu, penting selalu memeriksakan kesehatan setiap 6 bulan sekali. Ini sebagai salah satu pencegahan terhadap penyakit herpes dan agar penanganan pasien bisa lebih cepat. Selain itu, bagi pasien yang merasakan keanehan di bagian tubuhnya, juga harus segera memeriksakan diri ke dokter. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit herpes, berikut adalah tanda-tanda penyakit herpes menurut Alodokter.

Tanda HSV 1 (Herpes simplex virus tipe 1)

  • Demam, nyeri otot, dan lemas.
  • Nyeri, gatal, rasa terbakar atau ditusuk pada tempat infeksi.
  • Timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan mengering dalam beberapa hari.
  • Blister yang pecah menimbulkan luka dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, bisa mengganggu makan.
Ilustrasi: wanita terkena penyakit herpes (sumber: medicalnewstoday.com)

Ilustrasi: wanita terkena penyakit herpes (sumber: medicalnewstoday.com)

Tanda HSV 2 (Herpes simplex virus tipe 2)

  • Sakit saat buang air kecil.
  • Terdapat cairan dari vagina.
  • Muncul benjolan di selangkangan.
  • Muncul koreng yang menimbulkan rasa nyeri pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.
  • Pada pria, herpes dapat menyebabkan kulit penis kering, perih, serta gatal.
Baca juga:  PRP Treatment, Terapi Darah untuk Atasi Kebotakan

Tanda VZV (Varicella-zoster virus)

  • Cacar air berisi vesikel yang menimbulkan gatal.
  • Ruam di kulit.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Sakit kepala dan demam.

Untuk mengatasi penyakit herpes, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pasien, antara lain dengan menggunakan obat luar dan mengonsumsi beberapa macam obat oral antivirus. Obat-obatan tersebut, di antaranya Acyclovir, Valacyclovir, dan Famciclovir. Selain itu, untuk mengurangi rasa nyeri, pasien juga bisa mengonsumsi paracetamol.

[1] Bonita, Laissa & Dwi Murtiastutik. 2017. Penelitian Retrospektif: Gambaran Klinis Herpes Simpleks Genitalis. Jurnal Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin-Periodical of Dermatology and Venereology Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya, Vol. 29(1): 30-35.

[2] Margaretha, Nita & Siti Aliyah Pradono. 2003. Pencegahan Reaktivasi Infeksi Virus Herpes Simpleks pada Pasien Kompromis Imun (Studi Pustaka). Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Jakarta, Vol. 10(Edisi Khusus): 913-918.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: