Waspada Tanda-Tanda Gaslighting dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi: konflik dalam hubunganIlustrasi: konflik dalam hubungan

Gaslighting adalah teknik manipulasi yang dilakukan pelaku kekerasan emosional terhadap individu supaya korban meragukan persepsi, ingatan, dan kewarasannya.[1] Hal ini dilakukan secara bertahap dengan beberapa tanda, yang ternyata bisa Anda kenali sebagai cara untuk mengatasi sekaligus terhindar dari gaslighting dan pelakunya.

Dilansir dari HuffPost, sifat gaslighting yang berbahaya dan dilakukan secara bertahap, membuat korbannya sulit terlepas dari gangguan ini dan biasanya individu yang terkena gaslighting tidak menyadarinya. Pelaku kekerasan gaslighting atau biasa disebut dengan gaslighter, biasanya tidak hanya datang dari kalangan teman atau sahabat, tetapi juga bisa dari keluarga atau pasangan.

Masih dari sumber yang sama, gaslighter akan melakukan gaslighting kepada korbannya dengan berbagai cara yang bertujuan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan, serta mengendalikan suatu hubungan dan bisa jadi mengendalikan korbannya untuk memenuhi keinginan pelaku. Gaslighter akan menghancurkan rasa percaya diri Anda secara bertahap, sehingga Anda kehilangan keyakinan terhadap segala hal.

Beberapa orang yang sudah terkena gaslighting biasanya lupa dan mulai menebak-nebak apa yang salah dan benar terkait dengan hubungannya dengan gaslighter. Tak jarang, beberapa orang juga mengalami brain fog atau pikun sesaat. Untuk mengetahui apakah ada gaslighter di sekitar Anda yang mungkin melakukan gaslighting kepada Anda, berikut tanda-tanda gaslighting yang sering dilakukan gaslighter.

Baca juga:  Alasan Millenial Harus Aktif Bersosialisasi di Dunia Nyata Ketimbang Bermain Smartphone

Tanda-Tanda Gaslighting

Ilustrasi: tertekan oleh sosial (pexels: Yan Krukov)

Ilustrasi: tertekan oleh sosial (pexels: Yan Krukov)

  • Sebagai korban gaslighting, Anda akan sering menerima penyangkalan dari gaslighter. Bisa dibilang, salah satu tanda bahwa orang di sekitar Anda adalah gaslighter, mereka sering menyangkal perbuatannya sendiri dan meyakinkan Anda bahwa penyangkalan ini sepenuhnya benar. Sebagai contoh, gaslighter akan sering melakukan atau mengatakan hal-hal kasar dan bernada tinggi. Setelah itu, mereka akan menyangkal hal-hal ini dengan nada yang lebih lembut dan bahasa yang sopan. Ini bisa membuat Anda bertanya-tanya dan termanipulasi untuk membenarkan penyangkalan gaslighter.
  • Memberikan kesan sensitif. Saat Anda sadar bahwa Anda sedang berhubungan dengan gaslighter dan menjadi korban gaslighting, pastinya Anda merasa ingin mengungkapkan rasa kekecewaan atau sakit hati. Namun, ketika Anda mengungkapkannya pada gaslighter, mereka hanya akan menertawakan Anda dan membuat Anda menjadi terkesan sensitif. Hal ini mampu memanipulasi otak Anda untuk berpikir bahwa diri Anda memang sedang sensitif.
  • Permintaan maaf berlebihan. Korban gaslighting biasanya akan meminta maaf kepada gaslighter secara berlebihan, padahal mereka tahu bahwa mereka tidak salah. Ini adalah hal yang wajar, apalagi jika gaslighter sudah mengambil seluruh kendali atas korbannya, mulai dari pikiran, ingatan, hingga perbuatan.
  • Mengalihkan pembicaraan. Ada saatnya gaslighter mulai kesal dengan korbannya yang mulai sadar bahwa dirinya menjadi korban. Biasanya ini ditandai dengan sikap menghindar, termasuk mengalihkan pembicaraan. Ketika Anda mulai sadar dengan kesalahan pelaku gaslighting dan ingin mendiskusikannya untuk menyelesaikan masalah tersebut, biasanya pelaku akan mencari topik lain yang membuat perhatian Anda pecah dan tidak fokus.
Baca juga:  Tak Perlu yang Mahal, Ini Cara Buat Lulur Alami Sendiri di Rumah

Dengan mengetahui tanda-tanda gaslighting di atas, tentunya Anda sudah bisa memahami apakah Anda terkena gaslighting atau tidak. Jika Anda sudah terkena teknik manipulasi ini, lalu bagaimana cara mengatasinya?

Cara Mengatasi Gaslighting

Ilustrasi: hubungan pertemanan (unsplash: Ayo Ogunseinde)

Ilustrasi: hubungan pertemanan (unsplash: Ayo Ogunseinde)

Menyadari bahwa Anda berada dalam sebuah hubungan yang tidak sehat, apalagi berhubungan dengan seorang gaslighter, memang tidak mudah. Beberapa orang mulai menyadarinya ketika mereka merasakan ada yang tidak wajar dalam dirinya. Bahkan, ada orang yang baru menyadarinya ketika teman-teman di sekelilingnya mulai berpikir bahwa individu ini sudah gila atau tidak waras.

Kesulitan terlepas dari tindakan gaslighting tergantung pada berapa lama Anda bergaul dengan para gaslighter. Semakin lama Anda berteman atau berhubungan dengan gaslighter, semakin sulit dan lama pula proses penyembuhannya. Salah satu cara ampuh untuk mengatasi hal ini adalah berkonsultasi dengan psikiater.

Baca juga:  Kontroversi Larangan Pemakaian Niqab Dan Burqa di Beberapa Negara

Sebelum mendapatkan tindakan medis, biasanya pasien harus mengisi formulir dan tes. Ini berisi tentang pertanyaan-pertanyaan mendetail yang berhubungan dengan kondisi mental Anda sebelum dan sesudah bertemu dengan gaslighter. Setelah mengetahui seberapa parah perbedaan psikologis Anda sebelum dan sesudah bertemu gaslighter, psikiater baru bisa memberikan tindakan medis terbaik untuk Anda.

Sebelum mengunjungi psikiater, Anda juga harus segera memutuskan hubungan dengan para gaslighter. Cara ini akan membuat Anda terhindar dari dosis manipulatif yang akan Anda terima secara berkala. Selain itu, pastikan Anda tidak berhubungan dengan pelaku gaslighting lagi setelah sembuh.

[1] Winnaiseh, Leni. 2017. Hubungan Regulasi Emosi dengan Emotional Abuse pada Remaja Akhir yang Berpacaran (Skripsi). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: