Kenali Tanda Depresi yang Sering Disepelekan

Ilustrasi: orang depresi (Sofia Alejandra via pexels)Ilustrasi: orang depresi (Sofia Alejandra via pexels)

Banyak orang menganggap depresi adalah hal yang sepele hingga tidak menyadari bahwa diri mereka sedang depresi. Meskipun Anda dalam kondisi yang baik atau tidak merasakan gejala emosi berlebihan, belum tentu Anda tidak mengalami stres kronis atau depresi. Untuk itu, Anda perlu mengetahui tanda-tanda depresi supaya Anda bisa lebih mengerti kondisi kesehatan jiwa sendiri.

Masih ada orang yang menganggap depresi bisa hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan atau tindakan lanjut. Padahal, depresi adalah bentuk gangguan yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara dan tidak bisa diubah atau dihilangkan dengan cepat serta secara langsung.[1] Ada beberapa tanda bahwa Anda mengalami depresi, seperti yang dilansir dari HuffPost berikut.

Tanda-Tanda Depresi

  • Nafsu makan berubah drastis. Secara normal, setiap orang memiliki nafsu makan yang berbeda, mulai dari nafsu makan yang tinggi, sedang, hingga rendah. Untuk mengetahui apakah nafsu makan Anda berubah, Anda harus mengerti pola makan Anda, apakah Anda biasanya makan dalam jumlah banyak atau tidak. Jika pada hari-hari biasa Anda makan dalam jumlah banyak dan dalam beberapa hari berubah menjadi sangat sedikit atau jarang makan, bisa jadi Anda mengalami depresi.
  • Mudah tersinggung dan agresif. Ketahui sifat dan emosi Anda dalam menghadapi permasalahan hidup. Bagi Anda yang memiliki sifat tenang dan cenderung menghadapi masalah dengan damai, Anda perlu waspada jika tiba-tiba sifat Anda berubah menjadi agresif. Secara emosional, orang yang agresif biasanya mudah tersinggung, bahkan dengan hal-hal kecil atau sepele. Tak jarang, individu seperti ini juga suka melebih-lebihkan sebuah permasalahan dan ini bukanlah tanda depresi yang bisa disepelekan, karena bisa memengaruhi lingkungan sekitar.
  • Kebiasaan sosial yang berubah. Kebiasaan sosial bukanlah hal yang bisa dilihat secara langsung dan membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan bisa sebulan. Anda tampaknya harus lebih sensitif dengan diri Anda untuk mengetahui kebiasaan sendiri dalam bersosialisasi. Sebagai contoh, bagi Anda yang biasanya lebih suka bergaul dengan bebas dan merasa biasa bertemu orang baru, lalu berubah menjadi lebih private dan merasa canggung bertemu dengan orang, bisa jadi Anda mengalami gejala depresi.
Ilustrasi: orang workaholic (Karolina Grabowska via pexels)

Ilustrasi: orang workaholic (Karolina Grabowska via pexels)

  • Berubah menjadi workaholic. Ada perbedaan tipis ketika Anda benar-benar seorang pekerja keras atau workaholic dan menggunakan pekerjaan sebagai alasan untuk mengurangi gejala depresi atau menutupi masalah kesehatan mental. Hal ini menjadi salah satu tanda yang biasanya disepelekan orang, karena pekerjaan adalah sebuah kewajiban dan sangat normal menjadi pecandu kerja di zaman modern seperti ini.
  • Sering sulit tidur atau insomnia. Bagi Anda yang sering tidur di atas jam sembilan atau sepuluh malam dan kini berubah drastis menjadi lebih suka tidur lebih larut, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Insomnia tidak hanya disebabkan gejala penyakit tertentu, tetapi juga depresi. Orang yang depresi biasanya memiliki pikiran yang tidak bisa tenang dan ini yang membuatnya mengalami gangguan tidur.
  • Kehilangan minat pada hobi. Hal-hal yang disukai biasanya akan dilakukan dengan senang hati dan secara terus-menerus. Sebagai contoh, bagi Anda yang hobi main basket, biasanya akan melakukannya secara rutin, bahkan banyak yang melakukannya setiap hari. Jika Anda mulai merasa kehilangan minat dengan hobi Anda dan memilih untuk tidak melakukan apa-apa atau tidur, bisa jadi Anda mengalami depresi ringan.
  • Produktivitas berkurang. Sebagian besar orang akan mengisi hidupnya dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan biasanya menghasilkan sesuatu, seperti memasak, bermain game, menggambar, hingga bekerja. Namun, jika Anda mulai merasa jenuh, lelah, dan tidak melangkah maju atau membiarkan diri Anda menjadi pasif, bisa dibilang Anda sedang depresi.
  • Dilansir dari klikdokter, tidur berlebihan juga bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang depresi. Beberapa orang yang merasa depresi biasanya mudah lelah dan mudah mengantuk, sehingga mereka memilih untuk tidur lebih sering dan lebih cepat. Tak jarang, orang yang depresi dan stres menjadikan tidur sebagai hobi sekaligus pelarian.
Baca juga:  Benarkah Suplemen Probiotik Baik untuk Organ Intim Wanita?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sekaligus mengobati depresi meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain berkonsultasi dengan psikiater atau ahli kejiwaan, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti berolahraga, bersosialisasi, mengikuti acara keagamaan, menghadiri seminar seputar kesehatan jiwa, dan melakukan berbagai hal yang menarik atau menyenangkan bersama keluarga.

[1] Dirgayunita, Aries. 2016. Depresi: Ciri, Penyebab dan Penangannya. Journal An-nafs: Kajian dan Penelitian Psikologi Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Probolinggo, Vol. 1(1): 1-14.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: