Takaran Susu Yang Tepat Untuk Bayi Usia 4 Bulan

Pahami Dengan Baik Takaran Susu Bayi 4 Bulan Pahami Dengan Baik Takaran Susu Bayi 4 Bulan

Pada usia 4 bulan, mulai bisa berceloteh, membentuk kosakata seperti ‘ma-ma’ atau ‘da-da’. Si kecil juga mulai senang bereksplorasi dengan beragam benda dan . Pada usia ini, sebaiknya orangtua, khususnya ibu memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan buah hati menjadi optimal.

Perkembangan bayi usia 4 bulan dimulai dengan membentuk kata-kata. Perkembangan tersebut bermula dari usia 4 hingga 6 bulan. Si kecil mulai membangun kemampuan untuk membentuk kata-kata. Ibu bisa memberikan dorongan kemampuan si kecil dengan cara menirukan ekspresi wajah dan suaranya, dan bayi akan meniru balik. Misalnya, dengan mengucapkan ‘baa’, dan si kecil akan menirukan suara Ibu. Bayi akan belajar mengenai pentingnya bahasa melalui reaksi Ibu saat ia bersuara atau berusaha mengucapkan sesuatu.

Demi membantu perkembangannya. sebaiknya sebagai orangtua memberikan dorongan bagi si kecil untuk bereksplorasi dengan beragam benda. Misalnya, dengan membiarkan ia bermain dengan popok bersih. Sebaiknya juga memperhatikan bagaimana cara bayi memasukkannya ke mulut, memegang, dan meremasnya. Ibu juga bisa memberikan mainan kerincingan kepada si kecil, dan lihat reaksi buah hati ketika ia berhasil menghasilkan suara dengan menggoyangkan mainannya.

Pada usia tersebut, si kecil juga senang bermain dengan tangan dan kakinya. Ia senang melakukan satu hal berulang kali sampai ia menemukan hasilnya. Selain itu, si kecil juga mulai senang tertawa. Misalnya, pada saat wajah Ibu muncul dari bawah selimut, atau saat ia bermain dengan mainan yang muncul dari kotaknya. Ibu bisa membuat si kecil tertawa dengan menciptakan suara-suara lucu atau bersiul di hadapannya.

Ada beberapa stimulasi yang dapat Ibu berikan pada si kecil berusia 4 bulan untuk mencapai perkembangan optimal, antara lain:

Kemampuan gerak kasar

  • Menyangga berat. Angkat si kecil melalui bawah ketiaknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan, turunkan badan si kecil hingga kedua kaki menyentuh meja, tempat tidur, atau pangkuan Ibu. Dapat dicoba agar si kecil mau mengayunkan badan dengan gerakan naik turun, serta menyangga sebagian berat badan si kecil dengan kedua kakinya.
  • Mengembangkan kontrol terhadap kepala. Agar otot-otot leher si kecil kuat, gerakan kepalanya perlu dilatih. Caranya dengan meletakkan si kecil pada posisi telentang. Ibu dapat memegang kedua pergelangan tangan, lalu tarik perlahan ke arah Ibu hingga badan buah hati terangkat ke posisi setengah duduk. Jika si kecil belum dapat mengontrol kepalanya (kepala tidak ikut terangkat), sebaiknya jangan lakukan latihan tersebut, tunggu sampai otot-otot leher si kecil lebih kuat.

Kemampuan gerak halus

Mainan Bayi untuk Melatih Kemampuan Gerak Halus

Mainan Bayi untuk Melatih Kemampuan Gerak Halus

Kemampuan tersebut dapat dilatih dengan meletakkan sebuah mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan si kecil. Setelah ia menggenggam mainan tersebut, tarik secara perlahan untuk melatih si kecil memegang dengan kuat.

Kemampuan berbicara dan berbahasa

Anda dapat mengajari si kecil untuk memalingkan wajahnya ke arah sumber suara. Mula-mula, pegang muka si kecil dan palingkan secara perlahan ke arah sumber suara. Bisa juga dengan cara mendekatkan si kecil ke arah sumber suara.

Ibu Melatih Kemampuan Bahasa Anak

Ibu Melatih Kemampuan Bahasa Anak

Pada usia 4 bulan, lambung si kecil sudah lebih besar dibanding sebelumnya, sehingga frekuensi menyusu akan lebih berkurang. Sekali menyusu, ia akan memenuhi perutnya hingga kenyang. Untuk mencukupi kebutuhan bayi secara alami, dalam ASI Anda juga akan berubah menjadi lebih banyak lemak dan mineral.

Sebagian orang tua sudah mulai memberikan padat pada bayi 4 bulan atau bahkan sebelumnya, namun sebaiknya bayi tetap mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hidupnya.

Tetapi, mungkin bagi beberapa Ibu, ada yang tidak dapat memberikan ASI secara lancar, sehingga membutuhkan formula (sufor). Pemberian sufor juga perlu diperhatikan takaran  yang tepat. Konsumsi pada bayi pada rentang usia 4 hingga 6 bulan biasanya sebanyak 30-90ml, dan ditambah makanan padat sebagai pelengkap nutrisi. Tetapi, hal tersebut tidaklah baku.

Apabila bayi Anda menangis karena lapar atau menginginkan lebih, Anda dapat memberikan sebanyak 30-60 ml sebagai tambahan. Anda juga dapat menghitung takaran susu menurut berat badan bayi dalam satuan mililiter, yaitu dengan menggunakan rumusan yaitu [berat badan (dalam kilogram) x 2 x 2.2 x 30 ml]. Hasilnya adalah kebutuhan susu total yang diperlukan bayi Anda dalam satu hari.

Untuk perhitungan takaran susu per sekali minum, bisa dengan cara membagi hasilnya dengan berapa kali Anda memberikan susu dalam satu hari. Selain itu, Anda juga dapat melihat takaran yang terdapat dalam kemasan susu formula. Pada kemasan susu formula biasanya tercantum mengenai takaran susu sesuai golongan usia. Anda dapat konsultasi ke anak untuk mendapatkan lebih jelas.

Jika anak Anda mengonsumsi ASI. Penelitian menunjukkan jika bayi ASI eksklusif rata-rata dalam sehari minum sebanyak 750ml/hari antara usia 1 dan 6 bulan.Tetapi, setiap bayi tentunya memiliki ukuran tersendiri. Secara umum variasinya antara 570-900 ml dalam sehari.

Anda dapat menghitung perkiraan kebutuhan minum bayi berdasarkan perhitungan dari total rata-rata berapa kali dalam sehari (24 jam) bayi minum ASI. Kemudian, lakukan perhitungan yaitu 750 ml dibagi total anak minum dalam sehari. Hasil hitungan ini mungkin bisa memberikan gambaran berapa besarnya kebutuhan bayi Anda sekali minum. Sebagai contoh, jika bayi Anda biasa minum ASI sebanyak 5 kali per hari, maka 750 ml dibagi 5 (kali), hasilnya 150ml. Maka, rata-rata bayi Anda minum dalam sekali minum sebanyak 150ml.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: