Kandungan Nutrisi, Manfaat, dan Takaran Beras Merah untuk Diet

Ilustrasi: diet (sumber: truefarm.com)Ilustrasi: diet (sumber: truefarm.com)

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan berat badan, mulai dari olahraga secara teratur hingga melakukan program diet. Salah satu program diet yang saat ini sedang populer di kalangan wanita adalah diet beras merah. Namun, ketika Anda mengonsumsi beras merah untuk diet, tidak bisa sembarangan. Ada takaran khusus yang harus Anda perhatikan jika ingin program diet berhasil.

Beras merah sendiri merupakan salah satu jenis beras yang dihasilkan dari tumbuhan padi-padian, dengan nama ilmiah Oryza Glaberrima. Beras merah memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh Anda sekaligus sebagai program diet harian. Berikut adalah kandungan nutrisi yang terdapat dalam beras merah.

Kandungan Nutrisi Beras Merah

Dilansir dari holodoc, beras merah memiliki kandungan nutrisi lengkap yang terdapat pada kulit luarnya atau bran dan di bagian bijinya. Pada kulit luar yang tentunya bisa dikonsumsi ini, mengandung serat, zat besi, zinc, kalium, natrium, mangan, dan vitamin B. Sementara, untuk biji beras merah, mengandung karbohidrat dan kalori.

Beras merah dinilai lebih sehat dibanding dengan beras putih, karena kadar kalori pada beras merah yang lebih sedikit. Selain itu, beras merah memiliki GI (Indeks Glikemik) rendah dengan jumlah 50-55. Berbeda dengan beras putih biasa yang memiliki GI 56-78. GI sendiri merupakan alat pengukur potensi suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.

Semakin tinggi GI suatu makanan, maka semakin tinggi pula potensinya untuk meningkatkan kadar gula darah. Sebaliknya, jika GI suatu makanan rendah, maka potensi untuk meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh juga semakin rendah. Karena beras merah memiliki GI rendah, maka tidak memiliki risiko tinggi untuk menaikkan kadar gula darah Anda.

Baca juga:  Pengaruh Teknologi Terhadap Pakaian

Perlu Anda ketahui pula, makanan dengan GI tinggi dapat menyebabkan penyakit diabetes. Inilah alasan banyak penderita diabetes disarankan untuk diet nasi putih dan dianjurkan mengganti asupan nasi putih dengan nasi merah. Nasi merah dalam porsi yang cukup dapat membantu pasien diabetes menstabilkan kadar gula darah mereka dan menekan risiko kenaikan gula darah dalam tubuh.

Beras merah (sumber: kaviruchi.com)

Beras merah (sumber: kaviruchi.com)

Manfaat Beras Merah untuk Diet

Beras merah yang memiliki kandungan serat lebih banyak dibandingkan beras putih, dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Kandungan serat pada beras merah sekitar 3,5 gr dalam takaran 158 gr, sedangkan beras putih memiliki kandungan serat sekitar kurang dari 1 gr dalam takaran 158 gr.

Beras merah akan membantu mengatasi kebiasaan ngemil Anda yang tidak terkontrol. Kebanyakan orang mengalami kenaikan berat badan secara drastis akibat kebiasaan ngemilnya. Karena Anda sudah merasa cukup kenyang, secara perlahan kebiasaan tersebut akan hilang. Sehingga, Anda bisa membuat berat badan menjadi stabil dan tidak cenderung naik.

Kandungan serat yang banyak juga membuat Anda cenderung mengurangi asupan kalori. Semakin cepat seseorang merasa lapar, mereka akan cenderung mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Makanan tinggi kalori memang dapat mengatasi rasa lapar Anda, namun juga dapat menambah berat badan Anda secara drastis.

Baca juga:  Alasan dan Jenis Operasi Plastik yang Kian Digemari Pria

Manfaat lainnya dari diet beras merah adalah menurunkan berat badan. Kandungan serat yang banyak dan membuat Anda cepat merasa kenyang dalam waktu yang lama, membuat Anda kehilangan nafsu makan selama beberapa jam. Selama beberapa jam tanpa tambahan kalori maupun karbohidrat, membuat tubuh menyerap nutrisi beras merah dengan baik.

Tubuh tidak akan mengalami penyerapan nutrisi atau lemak secara berlebih. Karena, porsinya cukup sehingga tidak ada penumpukan lemak, justru semua lemak yang ada di dalam tubuh Anda lebih cepat berkurang. Sehingga, berat badan Anda semakin menurun. Namun, mengonsumsi beras merah untuk menurunkan berat badan juga tidak bisa sembarangan.

Takaran Beras Merah untuk DietB

Menu makanan beras merah (sumber: fullofplants.com)

Menu makanan beras merah (sumber: fullofplants.com)

Takaran beras merah untuk diet menurunkan berat badan dibagi menjadi tiga, yaitu takaran saji untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Perlu Anda ketahui, Anda tidak bisa menghilangkan salah satu jam makan tersebut. Sebagai contoh, Anda tidak bisa menghilangkan waktu sarapan dan menggantinya di siang hari atau malam hari.

Selain itu, Anda juga tidak bisa menggandakan porsi makan untuk mengganti waktu makan yang bolong. Contohnya, Anda tidak bisa menggandakan porsi sarapan hari ini karena kemarin belum sarapan. Jika Anda melakukan dua hal tersebut, pola diet beras merah Anda akan kacau dan berat badan Anda tidak akan turun, bisa jadi malah semakin meningkat.

Baca juga:  Deretan Parfum Terbaik JLo yang Wanginya Paling Enak & Favorit

Untuk sarapan, Anda bisa mengonsumsi beras merah sebanyak lima sendok makan. Tidak hanya beras merah saja, Anda juga perlu menambahkan aneka sayuran hijau dan buah sebagai pelengkap menu diet Anda. Sarapan setiap hari merupakan sumber energi untuk aktivitas Anda di pagi hari. Jika Anda meninggalkan sarapan, ini membuat tubuh yang beraktivitas tidak memiliki sumber energi. Tidak sarapan dapat menyebabkan tubuh mudah sakit, lelah, lesu, dan sakit perut.

Takaran beras merah untuk sarapan berbeda dengan makan siang. Pada makan siang, Anda boleh menghabiskan sepiring beras merah dengan tambahan sayur dan lauk pauk lengkap. Untuk takaran ini, Anda tidak harus membatasi jumlah takaran beras merah yang harus Anda konsumsi. Yang paling penting, porsi tersebut sudah cukup mengenyangkan bagi Anda.

Sementara, pada malam hari, Anda disarankan mengonsumsi beras merah dengan takaran setengah porsi atau setengah entong. Sebagai pelengkap, Anda bisa menambahkan lauk pauk dan sayur, serta buah. Tidak disarankan untuk mengonsumsi beras merah dalam jumlah lebih dari setengah porsi jika Anda makan malam. Karena, ini dapat memperlambat sistem metabolisme tubuh di malam hari.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: