Bagaimana Tahu Jika Anda Ternyata Toxic dalam Hubungan Percintaan?

Ilustrasi: hubungan toxic (sumber: readers digest)Ilustrasi: hubungan toxic (sumber: readers digest)

Toxic Relationship bisa dimasukkan ke hubungan percintaan yang tidak sehat karena berdampak konflik internal dan membuat penderitanya menjadi tidak produktif, gangguan jiwa, serta memicu emosi yang berujung pada kekerasan.[1] Untuk menghindarinya, Anda tidak hanya perlu menjauhi orang yang toxic, tetapi juga perlu tahu apakah Anda termasuk orang yang toxic dalam hubungan percintaan atau tidak.

Apa Itu Toxic Relationship?

Sebagian besar kasus toxic relationship akan berakhir red flag dan trauma pada korbannya. Tidak sedikit yang menjadi korban dan pelaku dalam hubungan yang tidak sehat seperti ini. Bagi pelaku toxic relationship mungkin tidak bisa menyadari bahwa keberadaannya bisa mengancam pasangannya. Namun, seiring berjalannya waktu, para pelaku akan menyadarinya.

Jika pelaku sudah sadar dan memiliki niat yang baik, maka hubungan toxic relationship bisa dihentikan. Namun, ada banyak hal yang membuat para pelaku tidak bisa menyadari dan sebagai orang di sekitarnya perlu memperingatkannya dan itu tidak mudah.

“Toxic relationship dapat didefinisikan sebagai hubungan dengan pola perilaku berbahaya,” kata Terapis Pernikahan Grace Choi dari Act2Change Therapy & Wellness Center di Atlanta. “Pola perilaku berbahaya ini akan terjadi secara konsisten antara dua individu.”

Pola tidak sehat pada hubungan yang toxic umumnya terjadi ketika salah satu pasangan merasa tidak aman. Ada penyerangan atau penekanan dari salah satu pasangan, sehingga terlihat salah satu menjadi korban dan lainnya menjadi pelaku dalam hubungan yang tidak sehat.

Baca juga:  Dapatkah Menemukan Mr/Mrs Right Via Kencan Online?

“Toxic relationship juga terjadi ketika salah satu atau kedua individu gagal bertanggung jawab atas cara mereka berkontribusi pada gangguan dalam komunikasi dan koneksi,” kata Choi dalam HuffPost. “Hubungan tidak sehat ini dapat diperbaiki, tetapi membutuhkan waktu dan komitmen kedua individu.”

Meskipun konten tentang toxic relationship sering berfokus pada tanda-tanda toxic yang harus diwaspadai pada orang lain, kenyataannya adalah Anda mungkin juga memainkan peran besar dalam menciptakan dinamika yang tidak sehat dengan pasangan Anda. Jadi bagaimana Anda bisa mengenali jika Anda adalah orang yang toxic dalam suatu hubungan?

Ciri-Ciri Orang Toxic dalam Hubungan Percintaan

Ilustrasi: bertengkar dengan pasangan (sumber: insider)

Ilustrasi: bertengkar dengan pasangan (sumber: insider)

Anda Tidak Terbuka dalam Berkomunikasi

“Ada beberapa perilaku yang dapat menunjukkan bahwa Anda adalah pasangan yang toxic,” kata Steve Konselor Kesehatan Alexander di NY Wellness. “Salah satu contohnya adalah ketidakmampuan atau keengganan untuk berkomunikasi secara terbuka yaitu, menutup diri.”

Ini mungkin klise, tetapi memang benar jika komunikasi adalah kunci untuk hubungan yang sehat. Jika Anda menolak untuk terlibat dalam komunikasi yang sehat atau mencoba meningkatkan keterampilan komunikasi Anda, maka Anda menjadi toxic dalam hubungan Anda.

Baca juga:  Tips Jaga Kesehatan untuk Wanita Usia 40-an dan 50-an

Anda Mudah Emosi

Perhatikan perasaan negatif apapun yang mungkin muncul dan bagaimana perasaan itu mempengaruhi Anda. Ini pertanda buruk jika Anda membiarkan emosi ini menguasai Anda dan meresap ke dalam interaksi Anda dengan pasangan.

“Dalam hubungan yang beracun, perasaan cinta dan kekaguman diganti dengan perasaan dendam, cemburu, dan rendah diri,” kata Psikoterapis Noorhayati Said di New York City. “Tanyakan pada diri sendiri, ‘Apakah saya membangun pasangan saya dengan pujian atau meruntuhkannya dengan hinaan?’ Mengkritik pasangan Anda secara terus-menerus akan membuat orang yang tidak percaya diri merasa lebih kuat atau lebih pintar pada saat itu.”

Anda Tidak Bisa Mengucapkan Keinginan

“Pernahkah Anda memiliki saat-saat di mana Anda merasa pasangan Anda seharusnya tahu apa yang Anda butuhkan tanpa harus bertanya?” tanya Choi. “Pernahkah Anda mengecam, mengatakan sesuatu seperti, ‘Bagaimana mungkin Anda tidak tahu apa yang saya butuhkan saat ini?’ Jika Anda sering melakukan ini, Anda mungkin menunjukkan perilaku hubungan yang toxic.”

Cobalah untuk memahami bahwa Anda dan pasangan membawa pengalaman yang berbeda ke dalam hubungan Anda, sehingga kebutuhan dan keinginan Anda kemungkinan besar tidak akan sama. Tidak adil untuk berpegang pada harapan tanpa mendiskusikannya. Gunakan bahasa yang tegas, bukan rasa malu atau kritik, untuk mengungkapkan keinginan dan kebutuhan Anda.

Baca juga:  Pahami Rasa Benci yang Normal di Masa Pernikahan, Tidak Berisiko Perceraian!

Anda Ingin Selalu Mengontrol Hubungan

“Ingin memiliki kendali dalam suatu hubungan adalah perasaan yang normal, dari waktu ke waktu,” kata Choi. “Namun, ketika perasaan ini tidak terkendali, itu dapat menyebabkan pola perilaku toxic dan berbahaya dalam hubungan Anda.”

Banyak orang mencari kendali dalam hubungan romantis mereka untuk mencapai keseimbangan dan kenyamanan ketika aspek lain dari kehidupan mereka terasa rusak. Pertimbangkan apakah ini beresonansi dengan Anda atau mungkin malah membuat pasangan Anda merasa terjebak dan terluka.

Selain itu, seseorang yang toxic dalam hubungan percintaan, biasanya kerap menampilkan pola perilaku maladaptif, kurang kesadaran diri, terlalu sibuk memikirkan perasaan sendiri, dan cenderung egois demi keuntungannya sendiri. Sebaiknya, Anda introspeksi diri sebelum memulai hubungan dengan orang lain.

[1] Praptiningsih, Novi Andayani & Gilang Kumari Putra. 2021. Toxic Relationship Dalam Komunikasi Interpersonal Di Kalangan Remaja. Jurnal Communication Universitas Muhammadiyah UHAMKA, Vol. 12(2): 138-149.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: