Suplemen yang Diklaim Terbaik untuk Kesehatan Kulit, Rambut, dan Kuku

Suplemen, terbaik, untuk, kesehatan, rambut, kulit, kuku, vitamin c, vitamin e, vitamin b3, zat besi, biotin, kecantikan, bentuk, serum, jenis, macam, dermatologi, penyakit, di, pasaran, dokter, penelitian, risiko, kanker, minyak, ikan, psoriasis, asam, lemak, omega 3, asupan, angka, kebutuhan, gizi, AKG, makanan, studi, Ilustrasi: kulit & rambut sehat wanita

Siapa yang tak mau punya cerah, indah, dan kuku yang ? Mungkin Anda sudah melakukan berbagai hal demi mendapatkan hal tersebut, mulai dari salon hingga mengatur pola makan yang baik. Namun masih juga Anda menemukan bercak kulit kering, bibir pecah-pecah, dan rambut kusam? Jika begitu adanya, mungkin Anda bisa mencoba beberapa pilihan suplemen untuk kulit, rambut, dan kuku.

Sebagian besar suplemen kecantikan yang beredar di pasaran saat ini menjanjikan hal-hal mengenai detoksifikasi kulit atau menghilangkan keriput. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari serum hingga yang dikonsumsi langsung. Saking banyaknya, konsumen malah jadi bingung memilih dan  bertanya-tanya, suplemen mana yang terbaik?

Suplemen untuk kesehatan kulit, rambut, dan kuku

Anda bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen. Suplemen dapat membantu penuhi kebutuhan gizi Anda, sehingga baik bagi kesehatan, termasuk kesehatan kulit, rambut, dan kuku Ada beberapa suplemen yang sebaiknya Anda konsumsi, apa saja?

Biotin

Biotin merupakan B yang mendorong kesehatan kulit, saraf, saluran pencernaan, dan metabolisme. Suplemen yang mengandung biotin dapat membantu mengurangi rambut rontok dan mendorong pertumbuhan kuku.

Ilustrasi: suplemen dengan kandungan biotin (sumber: medicalnewstoday.com)

Biotin dapat ditemukan pada beberapa makanan, seperti selai kacang dan pisang. Dosis asupan biotin yang direkomendasikan sebesar 35 mikrogram setiap harinya, yang mungkin sudah Anda dapatkan otomatis dalam menu makan Anda.

Biotin (atau disebut vitamin H atau B7) juga ditunjukkan untuk meningkatkan ketebalan plat kuku sebesar 25% pada pasien dengan kuku rapuh, sementara mengurangi pemisahan dan meningkatkan kehalusan kuku, menurut penelitian dari Journal of American Academy of Dermatology ( JAAD) dan Cutis.

Dosis optimal tidak diketahui, tetapi dermatologists menyarankan 2,5mg setiap hari bagi mereka dengan kuku yang halus. Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda jika Anda meminum biotin, dan mempertimbangkan untuk menahan vitamin sebelum melakukan pemeriksaan darah: Pada tahun 2017, FDA mengeluarkan peringatan bahwa itu dapat mengganggu tes laboratorium tertentu, termasuk beberapa mengukur tingkat kardiovaskular dan tiroid.

Vitamin B3

Juga disebut nicotinamide, telah terbukti menurunkan risiko kanker kulit non-melanoma (seperti karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa) dan pertumbuhan prakanker (disebut keratosis aktinik). Dalam studi New England Journal of Medicine 2015 tentang lebih dari 600 pasien dengan riwayat kanker kulit, 500mg B3 yang diambil dua kali sehari menyebabkan penurunan 23% pada pertumbuhan kanker baru selama 1 tahun. Perlindungan matahari tetap merupakan cara paling penting untuk menurunkan risiko kanker kulit – tetapi statistik tersebut tidak terlalu buruk, untuk vitamin.

Minyak Ikan

Ilustrasi: minyak ikan

Suplemen minyak ikan dapat membantu meredakan ruam pada mereka yang menderita psoriasis – kondisi kronis, kulit merah muda bersisik yang sering mempengaruhi siku, lutut, , dan area lainnya. Sebuah meta-analisis 2014 yang diterbitkan di JAAD menunjukkan manfaat yang moderat pada psoriasis – mengurangi area ruam, dan meningkatkan ketebalan dan kemerahan psoriasis – setelah melengkapi dengan asam lemak tak jenuh ganda omega-3 dari minyak ikan (asam eicosapentaenoic, EPA, dan docosahexanoic acid, DHA). Penulis penelitian menyarankan dosis 0,45 hingga 13,5 gram EPA dan hingga 9 gram DHA setiap hari – dan menjelaskan bahwa suplemen diharapkan akan sangat membantu ketika digunakan bersama dengan obat psoriasis yang sudah ada.

Asam lemak laut

Asam lemak laut ini sama seperti omega-3 yang bisa memerangi rambut kering dan rusak, rambut rontok, dan kulit kepala terkelupas. DHA dan EPA yang ditemukan dalam omega-3 menambah kilau rambut, elastisitasnya, dan mengatasi rambut kusam. Omega-3 membantu melindungi kulit dari terbakar dan overeksposur sinar ultraviolet.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2005 mengungkapkan bahwa EPA, yaitu salah satu jenis omega-3, mampu membantu menangkal sinar UV yang selama ini membuat kulit jadi kusam dan berkerut.

Terlebih lagi, asam lemak omega-3 juga dapat membuat rambut terlihat lebih bersinar, mencegah rambut menjadi kering, dan menyehatkan kulit kepala. Pastikan Anda mengonsumsi suplemen omega-3 sesuai dengan rekomendasi Angka Kebutuhan Gizi (AKG) harian, 600 mg DHA per hari. Namun, jika anda memiliki riwayat gangguan mood, alergi ikan, diabetes, atau tekanan darah tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Vitamin B

Profesor klinis dermatologi di Mount Sinai Hospital, Dr Marina Peredo menyarankan pasiennya yang memiliki jerawat untuk mengonsumsi vitamin B kompleks untuk membantu membersihkannya. Vitamin B berperan sebagai antioksidan untuk kulit yang dapat membantu menghilangkan bakteri dalam jerawat. Kekurangan vitamin B adalah penyebab utama jerawat, sehingga Anda harus memastikan tubuh Anda cukup mendapatkan asupan vitamin ini. Vitamin B juga membantu mengurangi stres karena efektif mengatur kelenjar adrenalin Anda.

Ilustrasi: suplemen niacin yang mengandung vitamin B3 (sumber: drweil.com)

Zat Besi

Tanpa zat besi, maka rambut Anda akan terlihat kusam, tipis, dan kering. Makanya, mineral ini diandalkan sebagai suplemen untuk kulit. Terlebih jika asupan zat besi dalam tubuh tidak tercukupi, kuku menjadi rentan rapuh dan mudah patah. Mineral ini juga berperan dalam mengaktifkan vitamin B di dalam tubuh, sehingga kulit Anda akan tampak lebih bersinar.

Tak sulit untuk mendapatkan zat besi. Anda bisa menemukannya dalam beragam jenis makanan seperti, sayuran berdaun hijau tua, kacang-kacangan, daging sapi, daging ayam, dan makanan laut.  Namun, konsumsi zat besi berlebihan dan tanpa pengawasan akan menyebabkan kerusakan struktur kulit, layaknya efek radikal bebas. Jadi, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter sebelum Anda mengonsumsi suatu suplemen untuk kulit dan rambut.

Vitamin C

Suplemen untuk kulit dan rambut lainnya adalah vitamin C. Vitamin ini dapat meningkatkan pertumbuhan rambut, membantu menghilangkan ketombe, menghentikan kerontokan rambut, sehingga dapat menyebabkan rambut terlihat lebih tebal.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa seseorang yang rajin mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C dan E, kulitnya akan tampak lebih bersinar hanya dalam waktu 4 bulan. Berapa banyak suplemen vitamin C yang perlu Anda konsumsi setiap harinya bergantung pada jenis kelamin Anda. 19 tahun ke atas sebaiknya mengonsumsi 75 g suplemen vitamin C setiap hari, sedangkan pria berusia 19 tahun ke atas hanya perlu mengonsumsi sebanyak 19 g per hari.

Namun, perlu Anda ketahui, vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi, sehingga dapat menjadi masalah bagi penderita hemokromatosis dan orang dengan penyakit zat besi yang berlebihan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: