Benarkah Suplemen Probiotik Baik untuk Organ Intim Wanita?

Ilustrasi: organ intim wanita (sumber: cosmopolitan.com)Ilustrasi: organ intim wanita (sumber: cosmopolitan.com)

Seperti yang kita tahu, saat ini sudah banyak beredar produk suplemen probiotik untuk vagina atau organ intim wanita. Hadir tidak cuma berupa pil atau kapsul, melainkan juga bisa diaplikasikan langsung dengan aplikator khusus, produk ini digemari kaum Hawa karena diklaim baik untuk kesehatan. Namun, apakah benar ia baik untuk organ intim kewanitaan Anda?

Manfaat Suplemen Probiotik Vagina

Saat ini, suplemen probiotik hadir dalam banyak varian, mulai dari minuman, pil, hingga bubuk. Suplemen tersebut dipromosikan dengan manfaat untuk meningkatkan kesehatan organ intim wanita. Meskipun begitu, hingga saat ini, bukti keefektifannya tidak terlalu banyak. “Hampir tidak ada bukti bahwa suplemen probiotik memiliki manfaat untuk kesehatan vagina,” kata Dr. Caroline Mitchell, asisten profesor kebidanan di Harvard Medical School.

Pemasaran suplemen probiotik vagina merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan mikroorganisme baik yang dapat hidup di dalam organ intim wanita dan meningkatkan kesehatannya. Memang benar bahwa vagina memiliki konsep seperti saluran pencernaan, penuh dengan bakteri menguntungkan dan mikroorganisme lainnya.

Suplemen probiotik sendiri selain untuk meningkatkan kesehatan vagina, juga dimanfaatkan untuk mengatasi ketidakseimbangan bakteri dalam vagina. Dalam dunia medis, ketidakseimbangan bakteri dalam vagina dapat menyebabkan bacterial vaginosis. “Ini adalah salah satu gangguan pada organ intim wanita akibat bakteri dan infeksi jamur,” tambah Dr. Mitchell.

Baca juga:  Turunkan Berat Badan, Bagaimana Cara Melakukan Diet Lemon 14 Hari?

Dikutip dari Harvard.edu, bacterial vaginosis adalah infeksi vagina yang paling umum pada wanita usia subur. Bacterial vaginosis dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, gatal, dan bau pada vagina. Ini karena pertumbuhan mikroorganisme berbahaya, seperti Gardnerella vaginalis atau Prevotella, yang melebihi jumlah jenis bakteri vagina yang baik, termasuk organisme umum yang disebut Lactobacillus.

Ilustrasi: organ intim wanita (sumber: orami.id)

Ilustrasi: organ intim wanita (sumber: orami.id)

Infeksi jamur pada vagina juga dapat terjadi karena ketidakseimbangan bakteri mikroorganisme dalam vagina. Jamur candida yang tumbuh secara berlebihan akan menyebabkan infeksi vagina. Kebanyakan wanita akan mengatasi hal tersebut dengan mengonsumsi suplemen probiotik. “Ada beberapa wanita yang bisa mendapat manfaat dari probiotik, setidaknya secara teori,” sambung Dr. Mitchell.

Meskipun memiliki manfaat bagi beberapa wanita, hal yang berbeda justru terjadi di laboratorium. Menurut Dr. Mitchell, dalam sebuah pengujian mengenai probiotik dan infeksi jamur candida, ternyata suplemen tersebut dapat meningkatkan perkembangan jamur candida dalam vagina Anda. Jadi, mengonsumsi suplemen probiotik bukanlah strategi berbasis ilmiah, karena keadaan kehidupan nyata tidak cocok dengan apa yang terjadi di laboratorium.

Sebagai informasi, jika Anda mengalami gejala infeksi jamur candida, Anda lebih baik berkonsultasi ke dokter. Satu-satunya perawatan yang terbukti ampuh untuk mengatasi bakteri dan jamur pada vagina bukanlah suplemen probiotik. Meskipun suplemen tersebut memiliki dampak baik pada beberapa orang, akan lebih baik jika Anda melakukan perawatan menggunakan antibiotik atau anti-jamur.

Baca juga:  Skincare Hilangkan Pori-Pori Wajah, Mitos atau Fakta?

Kenyataanya, banyak suplemen probiotik mengandung bakteri Lactobacillus, tetapi umumnya jenis Lactobacillus tidak sama dengan yang ditemukan di vagina Anda. L. crispatus dan L. iners adalah spesies yang paling umum ditemukan di vagina. Sementara, kebanyakan suplemen probiotik mengandung spesies lain, seperti L. rhamnosus L. acidophilus, yang lebih umum dijumpai usus.

Untuk saat ini, sebenarnya tidak ada informasi yang cukup untuk menilai apakah mengonsumsi suplemen probiotik baik untuk kesehatan vagina atau tidak. Meskipun begitu, menurut penelitian dalam Jurnal Cell pada 2018 lalu, kondisi orang yang diberi suplemen probiotik dengan tidak diberi suplemen probiotik, keadaannya lebih baik pada mereka yang tidak diberi suplemen probiotik.

Secara alami, bakteri baik yang ada pada usus orang yang tidak mengonsumsi suplemen dapat pulih dengan cepat. Konsep tersebut tentunya hampir sama dengan konsep pertumbuhan bakteri pada vagina Anda. Dengan kata lain, suplemen probiotik yang diedarkan di pasaran saat ini tidak memiliki manfaat yang efektif.

Ilustrasi: mengonsumsi suplemen probiotik (sumber: shape.com)

Ilustrasi: mengonsumsi suplemen probiotik (sumber: shape.com)

“Membeli suplemen probiotik vagina mungkin hanya buang-buang uang,” tandas Dr. Mitchell. “Namun, jika Anda ingin mencobanya, suplemen probiotik yang tampaknya menunjukkan manfaat dalam penelitian adalah yang mengandung Lactobacillus rhamnosus GR-1.”

Baca juga:  Cara Membuat Masker Oatmeal dan Madu, Kaya Manfaat untuk Wajah

Perlu Anda ketahui pula, suplemen berbeda dengan obat-obatan. Secara sistematis, suplemen tidak diatur oleh FDA. Sementara, obat-obatan memang diatur secara khusus oleh FDA, sebagai izin bahwa produk tersebut dapat beredar di pasaran dan aman untuk dikonsumsi. Penelitian juga telah menunjukkan, ketika produk-produk suplemen tersebut dikultur, produk-produk tersebut seringkali tidak memiliki manfaat yang sesuai.

Telah banyak suplemen yang beredar di pasaran dengan label promosi dan label produk yang berbeda atau berlawanan. Banyak produk suplemen yang diklaim bagus untuk kesehatan, pada kenyataannya suplemen tersebut tidak memiliki manfaat apapun untuk kesehatan. Ini pentingnya bagi Anda untuk berhati-hati ketika membeli suplemen, termasuk suplemen probiotik.

Sementara itu, ketika suplemen tersebut masuk dan diteliti oleh FDA, mereka menemukan bahwa beberapa suplemen, termasuk suplemen probiotik vagina, mengandung kontaminan yang berpotensi berbahaya. Ada baiknya jika Anda ingin menjaga dan meningkatkan kesehatan organ intim, untuk menggunakan cara-cara yang telah terbukti secara klinis.

Anda bisa juga berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui apakah Anda memang membutuhkan suplemen, vitamin, atau obat-obatan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan organ intim Anda atau tidak. Bakal berisiko jika Anda tidak membutuhkannya namun memaksakan penggunaan suplemen, vitamin, atau obat-obatan. Beberapa orang bahkan mengalami gangguan atau penyakit serius karena salah menggunakan suplemen, vitamin, atau obat-obatan untuk vagina mereka.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: