Pilihan Suplemen Testosteron yang Diklaim Aman untuk Lelaki

Ilustrasi: pria mengangkat beban (sumber: happysurfer.gr)Ilustrasi: pria mengangkat beban (sumber: happysurfer.gr)

Testosteron termasuk hormon yang penting dalam tubuh pria maupun wanita. Testosteron merupakan kunci perkembangan, orientasi, dan pertumbuhan sel yang dibutuhkan oleh pria maupun wanita. Meskipun demikian, tubuh pria memproduksi testosteron 20% lebih banyak dibandingkan wanita dan hormon tersebut sering dikaitkan dengan sifat kejantanan seorang pria.[1] Namun, seiring dengan bertambahnya usia rupanya hormon testosteron bisa berkurang karena berbagai sebab. Beberapa orang bahkan mengonsumsi suplemen testosteron yang aman agar kadar testosteron mereka terjaga.

Kadar testosteron setiap pria memang berbeda-beda dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi tubuhnya, misalnya ketika sakit atau stres mungkin kadarnya akan menurun. Selain itu, hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa produksi hormon seksual pria ini menurun seiring dengan bertambahnya umur.

Produksi testosteron di tubuh pria mencapai puncaknya pada usia 20 tahunan dan rata-rata menurun sekitar 1,5% setiap tahun setelah mereka memasuki usia 30 tahun. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan fisik testis dan otak sebagai organ utama yang mengatur produksi hormon testosteron.

Kadar testosteron yang terlalu rendah dapat menyebabkan degradasi massa otot dan kerapuhan tulang, resistansi insulin, penurunan libido, badan lemah, mudah tersinggung, dan depresi.[2]

Baca juga:  Cara Mengatasi Masalah Kulit Kepala Kering

Kekurangan testosteron dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan turunnya gairah seks, dan kelebihan testosteron dapat meningkatkan gairah seks, baik pada pria maupun wanita. Namun kadartestosteron tidak begitu memengaruhi daya tarik dan gairah seks saat mereka berada pada batas rata-rata.

Pada pria, terlalu sedikit testosteron dapat menyebabkan sulit mendapat atau menjaga ereksi, namun tidak jelas apakah kekurangan testosteron memengaruhi fungsi seksual wanita selain menurunkan gairah.[3]Karena itu bisa saja dokter memberikan suplemen testosteron jika memang penyebabnya jelas kekurangan kadar hormon tersebut.[4] Nah, berikut beberapa jenis suplemen testosteron yang diklaim aman untuk dikonsumsi dalam batas wajar.

Suplemen Testosteron yang Aman

Ilustrasi: suplemen testosteron (sumber: menshealth.com)

Ilustrasi: suplemen testosteron (sumber: menshealth.com)

Fenugreek

Dilansir dari Hellosehat, fenugreek kabarnya termasuk suplemen hormon penambah testosteron yang cukup aman dikonsumsi. Tanaman herbal ini memiliki aroma dan rasa yang mirip dengan sirup maple.Suplemen ini disebut-sebut dapat mengurangi enzim yang mengubah testosteron menjadi estrogen.

Baca juga:  Alasan Millenial Harus Aktif Bersosialisasi di Dunia Nyata Ketimbang Bermain Smartphone

Zinc

Zinc atau seng tergolong mineral penting dalam tubuh. Secara umum, kandungan zinc dikaitkan dengan peningkatan fungsi kekebalan tubuh, metabolisme sel, dan memecah protein. Zinc juga berfungsi untuk meningkatkan kesuburan pria, yakni dengan meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh.

Vitamin D

Suplemen vitamin D adalah alternatif penambah testosteron dalam tubuh yang cukup aman. Vitamin ini bisa larut dalam lemak dan kulit tubuh ketika terkena sinar matahari. Dengan mengonsumsi vitamin D, Anda juga dapat meningkatkan produksi testosteron dan kualitas sperma. Vitamin D bisa diperoleh secara alami dengan berjemur di bawah sinar matahari pada jam tertentu selama 15-20 menit setiap hari. Selain itu, vitamin D juga bisa didapatkan lewat ikan berlemak, minyak ikan, hati sapi, kuning telur, jamur, atau bahkan suplemen vitamin D yang dijual bebas di pasaran.

Asam D-aspartat

Asam D-aspartat merupakan asam amino alami yang dapat meningkatkan hormon untuk merangsang folikel dan luteinisasi. Keduanya kabarnya bisa membantu produksi sel Leydig pada testis, sehingga bisa menghasilkan lebih banyak testosteron. Bahkan, suplemen dengan kandungan Asam D-aspartat disebut-sebut bisa membantu memperbaiki kualitas dan produksi sperma.

Baca juga:  Review Singkat Foundation (Alas Bedak) Olay Total Effect, Serta Cara Pemakaian Krim Siang & Malam

DHEA

DHEA (dehydroepiandrosterone) termasuk salah satu hormon dalam tubuh yang terutama diproduksi oleh kelenjar adrenal. Hormon tersebut berfungsi mengelola kadar testosteron. Konsumsi suplemen DHEA sebagai steroid anabolic diklaim dapat meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh seiring bertambahnya usia pria.

Meski suplemen-suplemen testosterontersebut umumnya aman, sebaiknya konsumsi suplemen testosteron tidak boleh berlebihan. Pasalnya, konsumsi suplemen testosteron secara berlebihan berisiko menyebabkan gangguan jantung, gangguan prostat, sindrom metabolik, timbul jerawat, sulit bernapas ketika tidur, pembengkakan di pergelangan kaki, meningkatkan risiko pembekuan darah, dan sederet masalah kesehatan lainnya.

[1]Adriani, M & Bambang W. 2012. Peranan Gizi Dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Prenadamedia Group, hlm 361.

[2] Ibid.

[3]Ibid., hlm 360.

[4]Waluyo, S. 2013. Cek Kesehatan Anda: Pria Usia 50 Tahun. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 157.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: