Suntik Filler di Wajah, Ini yang Perlu Anda Ketahui

Ilustrasi: suntik filler (sumber: beautyplusclinic.com)Ilustrasi: suntik filler (sumber: beautyplusclinic.com)

Banyak wanita merasa kurang percaya diri dengan tampilan wajahnya, sehingga mereka melakukan berbagai prosedur kecantikan dan salah satunya adalah suntik filler. Biasanya, ini dipakai untuk menonjolkan bagian wajah tertentu, seperti dagu, hidung, dan bibir. Namun, amankah treatment ini? Untuk menjawabnya, Anda perlu mengetahui segala hal tentang suntik filler di wajah.

Fungsi dan Varian Filler Wajah

Prosedur injeksi filler atau lebih dikenal dengan nama dermal filler awalnya merupakan sekelompok produk yang dipakai untuk menghaluskan, menyamarkan garis/kerutan, dan tanda penuaan di wajah, tetapi sekarang dipakai untuk membentuk anatomi wajah sesuai keinginan pasien.[1]

Terdapat berbagai tipe dermal filler yang telah bertahun-tahun diklasifikasikan para ahli. Pembagian dermal filler ini berdasarkan implantasi filler, lama efek terapi, asal filler, dan sifat fisik filler. Meskipun filler sangat bervariasi, semua bertujuan untuk mengembalikan kontur anatomi wajah yang berubah.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, filler juga berfungsi untuk menambah volume di tempat yang tidak bervolume atau terlihat tirus, seperti bibir yang tipis, pipi yang terlalu tirus, memperhalus garis senyum, dan membangun garis rahang. Dengan beberapa bagian wajah yang bervolume, anatomi wajah seseorang bisa menjadi lebih ideal, bahkan nyaris sempurna.

Baca juga:  Manisnya Romantisme Dalam Gita Cinta Dari SMA, Bikin Senyum-Senyum Sendiri!

Masih dilansir dari sumber yang sama, sediaan filler tersedia dalam berbagai macam merek yang sebagian besar terbuat dari asam hialuronat (HA). Ini adalah asam yang secara alami bisa Anda temukan di kulit dan berfungsi sebagai zat penstabil volume kulit. Menurut profesor bedah di Harvard Medical School bernama Samuel Lin, HA menjadi bahan pilihan yang baik untuk filler, karena sifatnya yang aman, tahan lama, dan non-imunogenik. Selain itu, suntik filler berbahan HA dinilai lebih ekonomis dibanding implan lainnya.

Meskipun filler HA dapat menyebabkan pembengkakan sementara sesaat setelah prosedur injeksi, FDA (Food and Drug Administration) telah menganggap ini adalah bahan yang aman untuk prosedur kecantikan semacam ini. Hal ini tentu saja karena efek samping yang dirasakan pasien terbilang kecil, bahkan hampir tidak ada.

Ilustrasi: suntik filler (pexels: Gustavo Fring)

Ilustrasi: suntik filler (pexels: Gustavo Fring)

Daya Tahan Suntik Filler

Sebenarnya, efek suntik filler berbeda-beda, tergantung dari merek produk yang dipakai. Bagi Anda yang ingin merasakan efek suntik filler dalam jangka waktu yang lama, Anda bisa mencoba suntik filler permanen yang biasanya harus dilakukan lebih dari sekali treatment. Sementara itu, bagi Anda yang ingin mendapatkan efek suntik filler sesaat, Anda bisa mencoba injeksi HA dengan pemakaian jangka pendek, yakni enam hingga 12 bulan.

Baca juga:  Sederet Manfaat Ajaib Kolagen untuk Kecantikan Wajah yang Perlu Anda Ketahui

Lamanya suntik filler jangka pendek juga tergantung pada gaya hidup Anda. Jika Anda menggunakan suntik filler tanpa memperhatikan kontraindikasi produk atau sediaan filler, maka efeknya akan cepat berkurang. Meskipun efeknya bisa hilang, bukan berarti HA yang sudah dimasukkan ke dalam kulit hilang. Seperti yang telah dijelaskan, HA adalah zat alami dalam tubuh yang memang sudah ada dan ketika Anda menyuntikkan filler ke bagian wajah tertentu, artinya Anda menambahkan kadar HA di bagian tersebut.

Hal ini yang membuat beberapa orang merasakan sensasi mengganjal di bagian kulit wajahnya meskipun efek filler sudah hilang. Selain itu, hal ini juga yang membuat beberapa wanita menjadi kecanduan suntik filler. Suntik filler ulang dilakukan untuk menghilangkan efek mengganjal tersebut.

Meskipun begitu, sebaiknya Anda tidak sering-sering melakukan treatment ini. Diketahui, paling ideal, suntik filler dilakukan dalam jangka panjang selama satu hingga dua tahun. Ini termasuk treatment ulang untuk mengembalikan efek filler. Jika melebihi durasi tersebut, dikhawatirkan kulit Anda mengalami kejenuhan dan tidak bisa menerima produk skincare lain yang mengandung HA.

Baca juga:  Waspada Terhadap Gangguan Thelazia Gulosa, Salah Satu Jenis Cacing Mata

Saat melakukan prosedur suntik filler ulang di wajah, baik itu di bagian yang sama atau lainnya, Anda tidak dianjurkan mengganti produk pengisi atau filler. Anda hanya boleh menggunakan satu bahan dengan merek dan komposisi yang sama. Dikhawatirkan ada reaksi alergi yang terjadi jika Anda mencoba produk lain, karena zat filler yang lama masih mengendap di bawah kulit.

Reaksi alergi yang umum terjadi pada pasien antara lain gatal-gatal, kemerahan, dan bengkak yang tak kunjung hilang. Beberapa orang juga mengalami perubahan warna pada kulit wajahnya. Untuk mengatasinya, biasanya dokter akan menyarankan untuk mengambil atau menarik kembali zat filler yang sudah disuntikkan dan melakukan perawatan khusus.

[1] Mawu. Ferra O. 2018. Dermal Filler. Jurnal Biomedik (JBM) Universitas Sam Ratulangi Manado, Vol. 10(2): 71-79.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: