Studi Terbaru: Sarapan Bukan Kunci Menurunkan Berat Badan

Ilustrasi: sarapan keluarga Ilustrasi: sarapan keluarga

Selama ini Anda mungkin pernah mendengar bahwa sarapan adalah makanan terpenting jika Anda berusaha mempertahankan berat badan yang sehat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan hal itu tidak benar. Mengonsumsi sarapan yang sehat tidak membantu orang makan lebih sedikit di kemudian hari dan mereka yang sarapan akhirnya makan lebih banyak kalori setiap hari, demikian temuan review yang diterbitkan oleh BMJ tersebut.

“Kita seharusnya tidak mengganti diet dengan mengonsumsi sarapan untuk menurunkan berat badan. Lakukan yang terbaik untuk Anda,” kata penulis senior Flavia Cicuttini, kepala unit muskuloskeletal di Monash University, Melbourne, Australia.

“Buktinya adalah bahwa makan sarapan cenderung menambah asupan kalori keseluruhan orang tersebut dan menambah kenaikan berat badan,” kata Cicuttini, dilansir Himedik dari webmd.

Tim Spector, penulis editorial mengatakan, “Setiap orang memiliki metabolisme yang unik, serangkaian gen dan mikroba usus yang sangat berbeda dan akan bereaksi terhadap makanan yang berbeda.”

“Jangan menggunakan pedoman standar sebagai pedoman yang statis. Eksperimen sendiri untuk mempelajari apa yang terbaik untuk tubuh Anda,” lanjutnya.

Pada studi sebelumnya menunjukkan makan sarapan akan menyebabkan berat badan lebih sehat. Namun, baik Cicuttini dan Spector menunjukkan sebagian besar penelitian sebelumnya bersifat observasional. Spector mencatat bahwa beberapa penelitian itu ‘bias dan cacat.’

Cicuttini dan rekan-rekannya mengumpulkan hasil dari 13 uji klinis dari negara-negara berpenghasilan tinggi, terutama Amerika Serikat dan Inggris, dari rentan waktu 28 tahun terakhir.

Studi ini melibatkan orang-orang yang secara teratur sarapan dan orang yang tidak sarapan. Lima percobaan termasuk peserta yang kelebihan berat badan, sisanya memiliki kisaran berat badan normal.

Ilustrasi: sarapan menu sehat

Ilustrasi: sarapan menu sehat

Beberapa uji coba melihat bagaimana sarapan mempengaruhi asupan energi harian dan yang lain meneliti hubungan antara makan di pagi hari dan perubahan berat badan.

Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang sarapan cenderung memiliki rata-rata 260 kalori sehari ekstra dan mereka cenderung lebih berat. Hal ini terlepas dari peserta yang terbiasa makan pagi secara teratur dan tidak. Orang-orang yang melewatkan sarapan rata-rata lebih ringan 0,44 kg.

“Hasilnya menunjukkan bahwa makan sarapan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan hanya dengan asupan kalori lebih banyak. Uji klinis menunjukkan jika orang diminta untuk sarapan, mereka telah makan lebih banyak kalori daripada yang seharusnya,” jelas Cicuttini

Namun, ia menambahkan temuan terbaru harus ditafsirkan dengan hati-hati karena beberapa dari 13 uji coba yang digunakan dalam penelitian mereka tidak bertahan lama dan kualitas uji coba masih bervariasi. “Saya pikir kunci penurunan berat badan adalah (menjaga) jumlah kalori yang Anda makan,” kata Cicuttini.

Orang-orang yang selalu sarapan tidak boleh berkecil hati dan disarankan untuk tetap sarapan. Tetapi, kata Cicuttini, orang yang kelebihan berat badan yang sarapan harus didorong untuk mengontrol kalori yang mereka konsumsi di pagi hari dan melihat bagaimana mereka cocok dengan efek makanan itu sepanjang hari.

Association of UK Dietitians merekomendasikan bahwa 20-25% dari kebutuhan nutrisi harian orang harus berasal dari sarapan mereka.

Dilansir CNN, Sarah Coe, seorang ilmuwan nutrisi di British Nutrition Foundation, mengatakan bahwa bukti untuk hubungan antara makan atau melewatkan sarapan dan penurunan berat badan sangat beragam. Artinya, hal itu masih simpang siur.

Coe mengatakan bahwa temuan itu mungkin tidak sesuai dengan rekomendasi yang ada, tetapi mereka mencerminkan ketidakpastian saat ini tentang hubungan antara sarapan dan berat badan dalam literatur ilmiah.

Ilustrasi: penurunan berat badan

Ilustrasi: penurunan berat badan

Coe menambahkan sarapan sehat adalah hanya satu bagian dari gaya hidup sehat dan seimbang. Hal ini adalah kesempatan yang baik untuk memasukkan nutrisi penting ke dalam makanan seperti serat dari sereal sarapan gandum dan kalsium dari susu. “Bagi orang yang mencoba menurunkan berat badan, kunci kesuksesan adalah menemukan sesuatu yang bekerja untuk tubuh mereka dan mereka dapat bertahan,” katanya.

Jika Anda berusia di atas 40 tahun, Anda mungkin merasa bahwa lebih mudah menambah berat badan, namun lebih sulit menurunkannya. Perubahan tingkat aktivitas Anda, kebiasaan makan, dan hormon, dan bagaimana tubuh Anda menyimpan lemak bisa saja memainkan peran.

Ketika melewati usia 40 tahun, wanita dihadapkan masalah ketidakseimbangan hormon yang salah satu dampaknya adalah kenaikan berat badan. Selain itu, metabolisme yang mulai melambat juga dapat menyebabkan badan terus membengkak. Tak dapat dipungkiri, melakukan diet di usia 40 tahun ke atas memang akan terasa sangat sulit jika dibandingkan ketika Anda masih berusia 20-an. Sebab program diet yang dilakukan tentunya sangat berbeda dengan usia yang masih muda.

Seiring dengan bertambahnya usia, proses metabolisme tubuh seseorang akan mengalami perubahan. Nah, hal inilah yang membuat wanita di usia 40 tahun ke atas juga harus melakukan kebiasaan diet. Oleh karena itu kualitas pemilihan cara diet harus dilakukan dengan bijak dan tepat.

Di antara segudang kesibukan kerja dan urusan lainnya, banyak orang yang berusia 40-an tidak memiliki banyak waktu luang untuk berolahraga. Padahal olahraga dianggap hal penting untuk menurunkan berat badan dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Maka dari itu luangkan waktu, setidaknya 2 jam untuk melakukan aktivitas fisik sedang setiap minggu. Prioritaskan waktu untuk berolahraga.

Jika Anda rutin mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur namun tetap tidak bisa menurunkan berat badan, tiroid Anda mungkin tidak berfungsi seperti seharusnya. Ini terjadi pada sekitar 5% orang, dan itu paling sering terjadi pada wanita dan orang-orang di atas usia 60. Selain penambahan berat badan, hal tersebut juga dapat menyebabkan kelelahan, nyeri sendi atau otot, dan depresi. Obat-obatan dapat membantu, jadi periksakanlah jika Anda pikir itu mungkin menjadi masalah.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: