Studi: Rutin Makan Buah dan Sayur Dapat Tingkatkan Daya Ingat Pada Pria

Ilustrasi: mengonsumsi buah dan sayur segar (sumber: dailynewstalks.com)Ilustrasi: mengonsumsi buah dan sayur segar (sumber: dailynewstalks.com)

Rutin memakan buah dan sayuran dikatakan dapat menurunkan risiko kehilangan memori Anda, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan secara online 21 November 2018, oleh Neurology. Studi ini mengamati hampir 28.000 pria, usia rata-rata 51 tahun, yang mengisi kuesioner setiap empat tahun selama 20 tahun tentang berapa porsi buah, sayuran, dan makanan lain yang mereka makan setiap hari. Para peserta juga mengikuti tes keterampilan berpikir dan daya ingat mereka setidaknya empat tahun sebelum akhir studi, ketika usia rata-rata adalah 73 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi porsi sayuran dan buah yang paling banyak setiap hari (enam porsi atau lebih) lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan keterampilan berpikir yang buruk daripada pria yang mengonsumsi paling sebutir buah utuh atau setengah cangkir jus buah. Satu porsi sayuran adalah secangkir sayuran mentah atau dua cangkir sayuran hijau.

Lalu apa korelasinya? Para ilmuwan berspekulasi bahwa antioksidan dan zat bioaktif – seperti vitamin A, B, C, dan E; karotenoid; flavonoid; dan polifenol – yang ditemukan dalam buah dan sayuran dapat mengurangi stres oksidatif otak, yang pada dasarnya dapat mencegah disfungsi otak yang berkaitan dengan usia seperti kehilangan memori.

Sayur dan buah-buahan berperan penting pada fungsi otak. Namun tak cuma membuat tubuh jadi lebih sehat dan punya bobot tubuh seimbang, konsumsi buah dan sayur ternyata juga bisa membuat orang lebih cerdas.

Penelitian anyar dari Amerika Serikat  menunjukkan pria paruh baya yang banyak makan sayur dan buah memiliki fungsi kognitif atau kemampuan berpikir yang lebih baik. Mereka memiliki kemungkinan masalah pada fungsi kognitif yang lebih rendah dibandingkan pria yang tidak makan sayur dan buah.

Ilustrasi: pria paruh baya dengan gangguan ingatan

Ilustrasi: pria paruh baya dengan gangguan ingatan

Setiap empat tahun, partisipan diminta untuk menjawab tentang asupan buah, sayur dan makanan yang dikonsumsinya. Mereka juga mengikuti tes kemampuan berpikir dan ingatan saat berusia 73 tahun.

Baca juga:  Kebiasaan Yang Sebaiknya Dihindari Demi Terjaganya Kesehatan Gigi

Berdasarkan hasil tes itu, peneliti menemukan bahwa pada saat mereka berusia 70-an, pria yang secara teratur makan sayur selama 20 tahun sebelumnya 17 persen lebih kecil memiliki risiko masalah kognitif tingkat sedang. Mereka juga memiliki 34 persen lebih kecil kemungkinan mengalami penurunan fungsi kognitif.

Sementara konsumsi buah secara umum tidak mempengaruhi masalah kognitif tingkat sedang. Namun, pria yang lebih banyak meminum jus jeruk memiliki kemungkinan 47 persen lebih kecil mengalami penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

“Asupan sayuran dalam jangka waktu lama (seperti sayuran hijau, oranye, dan merah), buah (seperti keluarga buah berry), jus buah (seperti jus jeruk), dapat bermanfaat bagi fungsi kognitif para pria di masa mendatang,” kata pemimpin penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health Changzheng Yuan, dikutip dari Reuters.

Di sisi lain, peneliti memberikan catatan untuk konsumsi jus buah karena mengandung kalori dan gula yang banyak. “Lebih baik untuk mengonsumsi jus buah tidak lebih dari satu gelas kecil per hari,” ucap Yuan.

Buah dan sayuran baik untuk otak karena kaya akan vitamin dan nutrisi seperti antioksidan. Nutrisi ini dapat membantu otak melawan stres oksidatif dan mempertahankan fungsi vaskular terutama untuk kesehatan kognitif.

Baca juga:  Rekomendasi Merk Krim Malam untuk Kulit Wajah Berminyak dan Berjerawat

Makanan Super untuk Kesehatan Otak

Dikutip dari laman Hello Sehat, masukkan ‘superfood’ ini ke dalam menu makan harian Anda, dan Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk memelihara kesehatan otak sepanjang hidup Anda.

Alpukat

Belahan buah alpukat

Belahan buah alpukat

Makanan yang kaya akan vitamin E – termasuk alpukat, yang juga tinggi antioksidan vitamin C – telah dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk terkena Alzheimer. Memang benar bahwa alpukat adalah buah yang tinggi lemak, namun kandungan lemak dalam buah legit ini tergolong sebagai lemak tak jenuh tunggal, yang berkontribusi terhadap sirkulasi darah sehat. Aliran darah yang sehat artinya otak yang sehat.

Hipertensi adalah faktor risiko dari penurunan kualitas kemampuan kognitif. Avokad dapat menurunkan tekanan darah. Artinya, tekanan darah yang lebih rendah akan meningkatkan kesehatan otak secara keseluruhan. Perlu diingat, kalori dalam alpukat termasuk tinggi. Sebaiknya batasi konsumsi alpukat Anda antara seperempat hingga 1/2 buah untuk satu kali makan dalam satu hari.

Buah-buahan sitrus dan sayuran berwarna cerah juga termasuk sumber antioksidan tinggi yang dapat membantu kesehatan otak. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa lycopene, senyawa yang terkandung dalam tomat, bisa membantu melindungi otak dari kerusakan sel akibat radikal bebas yang timbul dalam perkembangan demensia, khususnya Alzheimer.

Berry

Buah berry merah dan hitam

Buah berry merah dan hitam

Dilansir dari Health, penelitian menemukan bahwa blueberry, strawberry, dan acai berry dapat membantu menghentikan kemampuan kognitif yang menurun akibat usia dengan memelihara mekanisme ‘bersih-bersih’ otak, yang bisa usang seiring bertambahnya usia. Mekanisme ‘bersih-bersih’ ini membantu menyingkirkan protein beracun dan radikal bebas yang berkaitan dengan hilang ingatan akibat usia lanjut, serta melindungi neuron dari kerusakan.

Baca juga:  Memberikan Kesan Gagah dan Eksklusif, Celana Turn Back Crime Jadi Fashion Pilihan?

Selain itu, konsumsi pula buah dan sayur lain yang berwarna merah gelap atau ungu (plum, delima, bit, blackcurrant, atau kol ungu), yang mengandung senyawa pelindung sama disebut anthocyanin.

Sayuran Berdaun Hijau Gelap

Sayur brokoli segar

Sayur brokoli segar

Kale, bayam, brokoli, dan sayuran berdaun hijau gelap lainnya merupakan sumber makanan tinggi akan vitamin E dan folat. Misalnya, 225 gram bayam mentah memiliki 15% dari asupan vitamin E harian Anda, dan 100 gram bayam masak mengandung 25% asupan harian Anda.

Persisnya bagaimana fungsi folat sebagai pelindung kesehatan otak masih belum jelas, namun mungkin bisa dicapai dengan menurunkan tingkat asam amino, dikenal sebagai homosistein, dalam darah. Tingkat homosistein yang tinggi dalam darah bisa memicu kematian sel saraf dalam otak, namun asam folat membantu memecah konsentrasi homosistein. Tingkat homosistein yang tinggi juga terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Brokoli kaya akan vitamin K, yang dikenal efektif meningkatkan fungsi kognitif dan meningkatkan kemampuan otak. Brokoli juga mengandung senyawa glucosinolates tinggi, yang berfungsi memperlambat kerusakan pada neurotransmitter, asetilkolin, yang dibutuhkan agar sistem saraf pusat dalam otak bisa bekerja dengan baik dan sekaligus menjaga kesehatan otak dan ingatan yang tajam. Tingkat asetilkolin yang rendah telah dikaitkan dengan Alzheimer.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: