Jangan Anggap Sepele, Stigma Berat Badan Sama Berbahayanya dengan Obesitas

Ilustrasi: wanita gemuk (sumber: medscape.com)Ilustrasi: wanita gemuk (sumber: medscape.com)

Tidak semua orang yang memiliki timbunan lemak di tubuh itu obesitas. Obesitas merupakan gangguan metabolisme yang melibatkan jaringan lemak tubuh berlebihan dan dapat menyebabkan gangguan psikologis.[1] Kendati demikian, maraknya stigma berat badan, membuat orang dengan berat ideal atau orang yang sedikit gemuk dipandang obesitas. Inilah yang membuat stigma berat badan tidak bisa dianggap sepele dan bisa berdampak sama bahayanya dengan obesitas itu sendiri, terlebih jika dikaitkan dengan psikologis.

Bahaya Stigma Berat Badan

Stigma berat badan, seperti yang didefinisikan dalam artikel BioMed Central, adalah penolakan dan devaluasi sosial yang timbul bagi mereka yang tidak mematuhi norma-norma sosial yang berlaku tentang berat dan bentuk tubuh yang ideal. Sederhananya, stigma berat badan adalah bentuk diskriminasi berdasarkan berat badan seseorang.

Bahayanya, stigma berat badan dapat memicu risiko kesehatan, seperti peningkatan kadar kortisol, yang menyebabkan kesehatan metabolisme yang buruk dan peningkatan berat badan. Selain itu, mereka yang memiliki berat badan lebih tinggi dapat mengatasi stigma berat badan dengan meningkatkan penggunaan alkohol, makan berlebihan untuk mengatasi emosi negatif, menghindari perawatan kesehatan dan mengisolasi diri.

Baca juga:  Referensi Produk Handbody untuk Memutihkan Kulit Tangan

Dampak buruk stigma berat badan berikutnya adalah stres sosial kronis. Dilansir dari Harvard Health Publishing, penelitian telah menemukan efek berbahaya dari diskriminasi berat badan terkait stres sosial kronis yang mengakibatkan 60% peningkatan risiko kematian, bahkan ketika indeks massa tubuh (BMI) dikendalikan. Lalu, bagaimana cara mengatasi stigma berat badan?

Cara Mengatasi Stigma Berat Badan

Ilustrasi: wanita gemuk (sumber: opini.id)

Ilustrasi: wanita gemuk (sumber: opini.id)

Ada banyak cara untuk mengatasi stigma berat badan. Yang pertama adalah mengakui bahwa itu ada, karena kita tidak dapat memerangi sesuatu jika kita tidak mengakuinya terlebih dahulu. Langkah lain yang bisa kita ambil adalah melakukan perubahan cara berpikir dan berbicara tentang orang yang kelebihan berat badan.

Ubahlah cara berpikir Anda dengan menghilangkan kata ‘gemuk’ dari kosakata yang sering dipakai. Ketika merujuk pada seseorang yang memiliki kelebihan berat badan, kita harus mengingat bahwa mereka adalah orang yang berusaha untuk lepas dari stigma berat badan. Supaya lebih mudah, secara bertahap gunakan kata yang lebih sopan untuk menyebutkan obesitas. Sebagai contoh, ganti kata ‘obesitas’ menjadi ‘gemuk’ lalu ubah lagi menjadi ‘montok.’

Baca juga:  Produk Saniter Menstruasi Masih Dianggap Barang Mewah, Ini Alasannya

Sementara itu, bagi Anda yang sering terkena dampak stigma berat badan, pilihlah tempat perawatan kesehatan yang nyaman. Banyak tempat perawatan kesehatan yang justru menjadi sarang stigma berat badan. Padahal, stigma berat badan merupakan konsekuensi kesehatan yang signifikan bagi mereka yang mempunyai berat badan berlebihan.

Beberapa studi telah menyimpulkan, umumnya dokter akan menunjukkan bias anti-lemak yang kuat untuk merawat pasiennya yang obesitas. Bias ini menghasilkan penurunan kualitas perawatan dan menjadi bentuk stigma berat badan yang berkontribusi terhadap kesehatan yang buruk bagi orang yang kelebihan berat badan.

Dokter atau ahli diet yang baik, tentunya akan melakukan banyak cara dalam merawat pasiennya agar memiliki berat badan ideal. Namun, tak sedikit dari mereka yang kurang memahami kondisi psikologis pasiennya. Padahal, tidak semua pasien memiliki mental yang kuat.

Nah, jika Anda merasa kurang percaya diri menghadapi dokter atau ahli diet yang kurang ramah, Anda juga bisa mengatasi stigma berat badan dengan mengikuti rekomendasi ahli gizi lain. Anda bisa mulai mendisiplinkan diri untuk diet sehat dan olahraga secara teratur. Mengubah pola hidup sehat demi menurunkan berat badan adalah cara ampuh untuk terhindar dari stigma berat badan.

Baca juga:  Terganggu Dengan Bintik Kecil ‘Milia’ di Wajah? Yuk Simak Cara Menanganinya

Mengubah gaya hidup memang tidak mudah, untuk itu, lakukanlah secara bertahap. Dimulai dari membuat sarapan sendiri dengan mempertimbangkan bahan makanan kaya serat dan rendah lemak. Selanjutnya, cobalah beberapa gerakan olahraga sederhana, seperti jogging atau lompat tinggi.

Supaya lebih seru, Anda bisa mencoba aneka permainan olahraga, seperti voli, basket, dan badminton. Lalukanlah permainan tersebut bersama keluarga atau teman secara rutin hingga Anda terbiasa dengan rutinitas Anda. Supaya Anda mengetahui hasil dari diet dan olahraga, lakukan penimbangan berat badan setiap bulan. Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah perubahan berat badan Anda berdampak buruk bagi kesehatan atau tidak.

[1] Srinadi, Nengah & Siti Ina Savira. 2019. Coping terhadap Stigma pada Remaja Perempuan dengan Obesitas. Jurnal Penelitian Psikologi UNESA, Vol. 6(2): 1-14.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: