Anak-Anak Suka Bertengkar? Bagaimana Solusinya?

Ilustrasi: anak bertengkar (sumber: haikudeck.com)

Bagi Anda yang punya anak lebih dari satu, pastinya pernah merasa kewalahan ketika mengurus mereka. Apalagi jika mereka sudah bertengkar, pasti rumah menjadi semakin ramai dan berantakan. Hal ini sebenarnya permasalahan yang umum dan semua orang tua pasti pernah mengalaminya. Namun, jika Anda tidak tahan dengan kebiasaan kakak-adik yang suka bertengkar, Anda perlu memikirkan solusinya.

Sebelum memikirkan solusi yang tepat, Anda juga perlu mengetahui bahwa kunci keharmonisan sebuah keluarga tidak hanya terlihat dari seberapa baik hubungan Anda dan anak-anak. Hubungan antar-saudara sesama anak di sebuah keluarga juga menentukan keharmonisannya. Apalagi jika ada kebiasaan pertengkaran kecil di antara anak-anak, ini secara umum akan membuat hubungan kakak dan adik menjadi lebih akrab di kemudian hari.

Apa Penyebab Anak-Anak Sering Bertengkar?

Pertengkaran antara saudara, atau biasa disebut dengan sibling rivalry, terjadi karena beberapa faktor. Sibling rivalry terjadi jika anak merasa mulai kehilangan orang tua dan merasa saudara kandungnya adalah saingan dalam mendapatkan perhatian serta kasih sayang dari orang tua. Perasaan tersebut tumbuh karena mungkin orang tua memberikan perlakuan yang sedikit berbeda pada anak-anaknya.

Baca juga:  Tanda Keterlambatan Perkembangan Anak dan Cara Menghadapinya

Sibling rivalry biasanya muncul jika anak-anak memiliki selisih usia yang terlalu dekat. Sehingga, kehadiran adik dianggap menyita waktu dan perhatian orang tua terlalu banyak. Jarak usia yang dekat memicu munculnya pertengkaran saudara yang berkontribusi dalam membentuk kepribadian anak pada periode formatif atau pada saat anak-anak memasuki usia sekolah.[1]

Dengan kepribadian yang muncul, tak heran jika anak-anak di usia sekolah juga saling bertengkar dengan sesamanya. Ini akan menambah masalah, apalagi jika liburan tiba. Ketika liburan, anak-anak tidak akan bertemu dengan teman-teman. Sehingga, mereka tidak bisa bertengkar antara satu sama lain. Nah, sebagai pelampiasan rasa ingin bertengkar atau kebiasaan, mereka akan bertengkar dengan saudaranya sendiri dengan lebih ganas lagi.

Keganasan anak-anak menjadi hal yang merepotkan bagi sebagian orang tua, apalagi jika mereka yang tidak punya rencana liburan. Untuk itu, Anda bisa melakukan beberapa hal agar anak-anak jarang atau tidak bertengkar lagi.

Bagaimana Cara Atasi Kebiasaan Anak Bertengkar?

Ilustrasi: anak bertengkar di rumah (sumber: northjersey.com)

Ilustrasi: anak bertengkar di rumah (sumber: northjersey.com)

Jangan Memarahi Anak yang Bertengkar

Dilansir dari Harvard Health Publishing, sebaiknya Anda tidak memarahi kakak-adik yang bertengkar. Tingkah laku Anda yang mengerikan dengan nada bicara yang keras dapat membuat keduanya merasa takut. Meskipun dapat membuat mereka takut, ini bukan solusi yang tepat, karena anak-anak akan semakin sering berkelahi. Ini untuk menunjukkan bahwa mereka sudah tidak merasa takut lagi dengan sikap Anda.

Baca juga:  Bahaya! Jauhkan Barang Kosmetik dari Jangkauan Anak

Sebagai gantinya, Anda perlu memuji kedua anak Anda. Pujilah mereka dengan nada yang lembut dan sedikit memasukkan kalimat yang membuat mereka menjadi ingin lebih akrab satu sama lain. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan “Kerja bagus anak-anak, akhirnya anak-anakku jadi semakin akrab.”

Dengan pujian tersebut, kakak-adik akan merasa malu satu sama lain dan mulai menghargai Anda sebagai orang tuanya. Mereka akan berusaha untuk tidak bertengkar agar Anda bahagia. Selain itu, anak-anak juga akan lebih berusaha menjadi anak yang baik dan patuh dengan cara tidak bertengkar.

Berikan Tempat Bermain yang Terpisah

Untuk meminimalkan risiko bertengkar, Anda bisa membuatkan ruang bermain dengan sekat. Ini bertujuan agar keduanya dapat fokus bermain tanpa ada saudara lain yang saling jahil. Anda bisa membuat ruang bermain atau membatasi wilayah bermain mereka. Anda pun bisa memberikan mainan yang modelnya sama, apalagi jika mereka saudara kembar.

Baca juga:  Tips Mendidik Anak Agar Dapat Berperilaku Baik

Permainan yang sama diberikan dengan tujuan agar mereka tidak saling iri satu sama lain. Sehingga, mereka tidak perlu memperdebatkan bahan mainan mereka. Mereka juga tidak perlu mencari alasan untuk bertengkar hanya karena mainan yang berbeda. Cara ini juga membuat Anda terlihat adil dan tidak memperlakukan mereka berbeda. Sehingga, anak-anak tidak akan merasa kehilangan orang tua karena anak lainnya.

Itulah solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan anak-anak yang suka bertengkar. Sementara, jika Anda memiliki anak lebih dari satu, cari hal apa saja yang mereka sukai bersama, entah itu tentang film, makanan, atau mainan. Buatlah forum yang berisi Anda dan anak-anak, lalu siapkan hal yang mereka sukai sambil berdiskusi. Dari sini, anak-anak akan mengetahui bahwa mereka memiliki kesamaan yang membuat mereka saling akrab dan tidak perlu bertengkar.

[1] Gaol, Cantry Lumban. 2017. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Sibling Rivalry pada Balita di Puskesmas Selesei Kabupaten Langkat Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Kohesi, Vol. 1(1): 21-31.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: