Kulit Mengelupas Setelah Treatment Dermaroller, Wajarkah?

Perawatan dermaroller (sumber: clearskinas.co.uk)Perawatan dermaroller (sumber: clearskinas.co.uk)

Memiliki kulit wajah cerah dan sehat adalah dambaan semua orang, terutama kaum perempuan. Berbagai macam perawatan kulit sudah dikembangkan untuk memenuhi keinginan tersebut. Nah, salah satu treatment yang sedang digandrungi kaum wanita adalah dermaroller. Sayangnya, hasil akhir melakukan treatment dermaroller tidak selalu bagus. Beberapa orang bahkan harus menghadapi kenyataan kulit mereka mengelupas setelah dermaroller.

Kenapa Kulit Mengelupas Usai Dermaroller?

Bagi Anda yang belum familiar dengan dermaroller, ini merupakan salah satu terapi pada kulit wajah. Metode yang digunakan pada terapi ini, yaitu dengan melukai wajah Anda terlebih dahulu. Menggunakan alat roller kecil yang dilengkapi dengan jarum-jarum berukuran sangat kecil, jarum halus tersebut akan menembus permukaan kulit Anda secara intens.

Melukai wajah dengan alat roller kecil yang dijalankan di atas permukaan kulit dengan pola tertentu, akan membuat titik-titik luka kecil di wajah Anda. Roller tersebut juga akan dijalankan di atas permukaan wajah, di daerah yang berjerawat atau memiliki garis halus dan scar cukup dalam.

Luka-luka kecil akibat roller akan merangsang pembentukan kolagen pada kulit dan mempercepat proses regenerasi pada kulit. Dengan proses regenerasi yang cepat, kulit wajah Anda akan selalu terlihat awet muda. Luka pada permukaan kulit tersebut tidak hanya untuk merangsang kolagen saja, luka akan menjadi jalan masuknya serum dan produk perawatan kulit lainnya.

Baca juga:  Manfaat dan Cara Tepat Melakukan Flossing untuk Kesehatan Gigi

Dengan kata lain, perawatan dermaroller ini adalah sebuah treatment untuk merangsang agar kulit mampu memperbaiki kerusakannya sendiri. Ketika Anda melakukan treatment ini, Anda tidak perlu khawatir dengan luka yang diakibatkan oleh dermaroller. Luka yang diakibatkan roller tidak akan meninggalkan bekas, justru luka yang sembuh akan membuat permukaan kulit menjadi lebih halus dan bebas dari garis-garis halus. Luka juga akan menutup kembali tanpa harus diberi obat atau produk perawatan kulit lainnya.

Perawatan dermaroller (sumber: sociolla.com)

Perawatan dermaroller (sumber: sociolla.com)

Dari sekian orang yang melakukan dermaroller, ada banyak pertanyaan muncul setelah mereka melakukannya. Salah satu pertanyaan tersebut, yaitu efek samping penggunaan dermaroller. Efek samping penggunaan dermaroller dapat terlihat sesaat setelah Anda melakukan treatment tersebut. Pada gejala efek samping pertama, kulit akan terlihat sedikit bengkak dan kemerahan. Ini adalah efek samping yang wajar dan akan berlangsung selama 3 hari hingga 7 hari.

Efek samping lainnya, setelah kulit menjadi kemerahan, terdapat bercak atau bintik kehitaman di sekitar kulit wajah. Efek samping tersebut juga wajar, dan sering dialami oleh orang yang menggunakan treatment dermaroller. Jika bintik hitam dan luka sudah mengering, kulit Anda akan mengelupas dengan sendirinya. Jika ini terjadi, Anda tidak boleh melakukan pengelupasan dengan eksfoliating atau mengelupasnya sendiri. Biarkan kulit Anda mengelupas dengan sendirinya.

Pengelupasan kulit wajah yang terjadi setelah melakukan dermaroller adalah hal yang umum. Pengelupasan ini terjadi karena permukaan kulit mulai beregenerasi dan membuang sel-sel kulit mati serta kotoran yang menempel di permukaan kulit. Dengan begini, kulit wajah Anda akan terbarui. Sehingga, kulit wajah akan terlihat lebih awet muda, halus, lembap, dan terhindar dari jerawat.

Baca juga:  Info Lengkap Varian Cream Loreal untuk Memutihkan Wajah

Perlu Anda ketahui juga, penggunaan dermaroller ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Setelah Anda melakukan treatment, Anda juga harus rutin berkonsultasi dengan dokter kecantikan. Pemeriksaan setelah melakukan dermaroller harus dilakukan untuk membuat hasil yang diinginkan. Satu minggu atau dua minggu setelah melakukan dermaroller, Anda harus melakukan konsultasi untuk mengetahui kondisi kulit serta treatment kulit berikutnya yang harus Anda jalani.

Setelah melakukan dermaroller, Anda juga tidak boleh menggunakan sembarang produk kecantikan. Anda hanya boleh menggunakan produk-produk yang aman menurut saran dokter kecantikan Anda. Beberapa produk kecantikan pun harus Anda hindari, terutama yang memiliki efek pengelupasan dan membuat kulit kering. Produk seperti ini dapat membuat kulit Anda menjadi rusak dan mudah infeksi. Jika Anda terkena infeksi atau gangguan kulit setelah dermaroller, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar diberi penanganan secara medis.

Manfaat Treatment Dermaroller

Alat dermaroller (sumber: depop.com)

Alat dermaroller (sumber: depop.com)

Dermaroller ini tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan jerawat, bekas jerawat, scar, dan garis halus pada wajah saja. Ada banyak manfaat lain yang bisa Anda dapatkan setelah melakukan dermaroller. Treatment ini dikatakan dapat menghilangkan bekas operasi dan cacar di wajah dalam empat hingga enam kali perawatan.

Baca juga:  Wardah Eyeshadow Seri G Tampilkan Warna Natural Yang Cocok Untuk Pemula

Jika Anda ingin menghilangkan scar, Anda membutuhkan waktu satu hingga dua tahun, dan scar akan berkurang hingga 75%. Sementara, bagi Anda yang memiliki kulit wajah bopeng atau ada bagian yang tidak utuh, Anda bisa memperbaikinya dengan dermaroller. Roller akan merangsang pertumbuhan kulit pada bagian yang bopeng, sehingga kulit akan sama rata dan halus kembali.

Treatment dermaroller tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk wajah saja, Anda bisa menggunakan roller pada bagian kulit tubuh Anda. Bagi Anda yang memiliki stretch mark setelah melahirkan, di bagian perut dan paha, bisa menghilangkannya dengan perawatan ini. Proses penghilangan stretch mark tidak berlangsung lama, dan treatmentnya hampir sama dengan penggunaan roller di bagian wajah.

Perawatan kulit seperti ini sebenarnya sudah bisa Anda dapatkan dengan mudah, apalagi di klinik kecantikan besar. Anda bisa mencoba treatment dengan tahapan berkali-kali sesuai keinginan Anda. Umumnya, diperlukan lebih dari sekali treatment untuk membuat kulit menjadi halus dan mulus. Metode ini bisa membuat wajah cerah, karena produksi kolagen pada kulit yang semakin meningkat. Semakin besar permasalahan di kulit wajah Anda, maka tahapan treatment yang harus Anda lakukan juga semakin banyak.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: